Widget HTML (label produk)

Ingin Cantik, Wanita Ini Minum Urine Anjing



minum_urine_anjing_doktersehat_1
Photo Source: Popculture.com

Inkes – Wanita dari Amerika Serikat bernama Lynn Lew memicu kehebohan di media sosial Facebook. Hal ini disebabkan oleh kebiasaannya meminum urine atau air seni anjingnya sendiri yang ia tunjukkan dalam sebuah video. Menurut wanita yang memang suka dengan hewan ini, air seni anjing mampu mengatasi masalah jerawat dan membuat kulitnya terlihat jauh lebih bercahaya. Bahkan, Lynn menyebut air seni anjing bisa menjadi penyembuh kanker!

Dilansir dari NY Post, wanita yang selalu memakai kosmetik tebal ini menyebut wajahnya kini terlihat sempurna berkat rajin minum air seni anjing. Dalam video yang diunggahnya, terlihat jelas bahwa Lynn langsung menempatkan cangkir plastik tatkala anjingnya akan buang air kecil sehingga air seninya bisa disimpan di cangkir tersebut. Setelahnya, tanpa ragu Lynn meminum air seni tersebut hingga habis dan bahkan menjilati cangkirnya.

“Sebelum mencoba untuk minum air seni anjingku, aku sempat mengalami depresi karena mengalami masalah jerawat yang sangat buruk dan susah untuk disembuhkan. Kini, aku tidak lagi mengalami hal tersebut berkat rajin meminumnya. Di dalam urine anjing terdapat vitamin A dan E yang baik bagi kesehatan kulit dan kaya akan kalsium,” ucap Lynn.

Pakar kesehatan Joy McCarthy menyebutkan bahwa meskipun kerap digunakan sebagai terapi, bisa jadi urine anjing memiliki kandungan beracun atau herbisida. Kandungan ini diduga bisa berasal dari rumput atau antibiotik yang dikonsumsi oleh anjing. Ia pun sama sekali tidak menyarankan siapapun untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh Lynn.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat, namun apa yang dilakukan Lynn sepertinya memang tidak layak untuk ditiru.




Bermain Laser, Mata Bocah Ini Berlubang!



mata_terkena_laser_doktersehat_1
Photo Source: New England Journal of Medicine

Inkes – Anak laki-laki berusia 9 tahun yang tidak disebutkan namanya dari Yunani mengalami kejadian mengenaskan gara-gara bermain laser. Karena mengarahkan laser ini ke matanya, bagian retinanya bahkan sampai terbakar dan berlubang. Bagaimana ceritanya?

Dilansir dari Fox News, laser yang dimainkan oleh sang bocah berwarna hijau. Sayangnya, ia tanpa sengaja mengarahkan sinar laser ini ke matanya sehingga membuatnya mengalami penurunan kemampuan melihat dengan signifikan. Dalam kasus yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal berjudul New England Journal of Medicine ini, dokter menemukan lubang yang cukup besar pada retina mata kirinya.

Kini, sang bocah hanya memiliki penglihatan 20 persen pada mata kirinya, kontras dengan kondisi penglihatan mata kanannya yang masih dalam kondisi baik. Jurnal ini tidak merinci seperti apa jenis laser yang dimainkan oleh sang bocah, namun banyak orang yang menduga bahwa laser ini adalah laser biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di toko internet dan dipakai guru atau pekerja kantoran yang membutuhkan penunjuk saat rapat atau mengajarkan sesuatu.

“Besarnya diameter lubang pada retina mata sang anak membuat kami memilih untuk merawatnya dengan cara selain operasi. Sayangnya, hingga 18 bulan setelah menjalani terapi untuk pertama kalinya, kondisi mata sang bocah belum mengalami perbaikan yang berarti,” tulis sang dokter dalam jurnal tersebut.

Anak-anak memang menyukai laser atau permainan dengan cahaya lainnya. Sayangnya, karena ada kemungkinan laser bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan matanya, ada baiknya memang kita harus berhati-hati dalam menyimpannya dan tidak menjadikannya mainan anak.




11 Cara Memperlancar Haid (Alami, Aman, Efektif)



cara-memperlancar-haid-doktersehat

Inkes – Menstruasi atau haid atau biasa juga kita sebut ‘datang bulan’ adalah siklus perdarahan periodik yang dialami para kaum hawa setiap bulannya. Namun, apa jadinya jika siklus menstruasi tidak berjalan sebagaimana mestinya? Apakah ini pertanda ada masalah serius pada tubuh? Bagaimana cara memperlancar haid yang telat 2 bulan atau lebih secara alami?

Kapan Anda Dikatakan Mengalami Haid Tidak Lancar?

Menstruasi atau haid adalah kondisi di mana tubuh perempuan mengeluarkan darah dari Rahim saat tidak ada pembuahan terhadap sel telur. Normalnya, haid terjadi setiap 21-35 hari sekali, dengan durasi haid berlangsung selama 3-7 hari.

Akan tetapi, beberapa wanita mengalami siklus haid yang tidak lancar. Misalnya, ia baru mengalami haid setelah 2-3 bulan kemudian terhitung dari haid terakhir. Menjadi hal yang normal jika wanita tersebut ternyata hamil. Namun jika tidak, maka artinya ada masalah kesehatan yang sedang terjadi. Pada dasarnya, haid tidak lancar disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon progesteron dan estrogen.

Cara Memperlancar Haid Secara Alami, Aman, dan Efektif

Manakala siklus haid Anda tidak lancar, baiknya tidak perlu buru-buru panik. Selain berkonsultasi kepada dokter terkait, mengembalikan siklus haid ke keadaan normal bisa dengan melakukan cara memperlancar haid secara alami, aman, dan terbukti efektif. Berikut informasinya untuk Anda.

1. Olahraga Teratur

Cara memperlancar haid yang pertama adalah berolahraga secara teratur. Jenis olahraga yang dimaksud disini adalah olahraga ringan seperi jogging, berenang, atau sekedar berjalan kaki santai. Cara alami memperlancar haid yang satu ini diklaim efektif untuk melancarkan aliran darah sehingga siklus menstruasi diprediksi akan kembali normal pasca melakukan aktivitas olahraga tersebut.

Sedikit catatan, kendati olahraga bisa memperlancar haid, namun lakukan kegiatan ini sewajarnya. Olahraga yang berlebihan justru akan memperparah siklus haid taj lancar yang Anda alami akibat tubuh kelelahan.

2. Istirahat yang Cukup

Haid yang tidak teratur diakibatkan oleh produksi hormon kortisol yang melampaui batas normal sehingga mengganggu keseimbangan antara hormon progesteron dan hormon estrogen yang berdampak pada tidak lancarnya siklus haid.

Guna mengendalikan produksi kortisol, cara terbaik yang bisa Anda lakukan adalah dengan beristirahat yang cukup. Dengan menerapkan cara memperlancar haid yang telat 2 bulan atau lebih ini, siklus menstruasi Anda bisa teratasi tanpa perlu ke dokter.

3. Berlatih Yoga

Sebuah studi di tahun 2013 yang melibatkan 126 responden menemukan fakta bahwa melakukan yoga secara rutin sebanyak 5 kali seminggu selama 6 bulan, (durasi latihan mencapai 35-40 menit) dapat menurunkan kadar hormon yang menjadi pemicu siklus haid tidak teratur.

Tak hanya itu, cara memperlancar haid dengan metode yoga ini bisa mengatasi pelbagai masalah lainnya yang berhubungan dengan ‘datang bulan’, seperti nyeri haid, rasa cemas, depresi, dan membantu wanita dengan kondisi dsimenore primer melewati masa haid yang kadang diiringi dengan nyeri sangat parah.

4. Kendalikan Stres

Siklus haid Anda yang tidak teratur sedikit banyak dipengaruhi oleh rasa stres yang melanda. Ini karena saat stres, produksi hormon kortisol menjadi berlebihan, yang kemudian berpengaruh terhadap hormon hypothalamus, yaitu hormon pengatur siklus menstruasi.

Jika stres adalah penyebab siklus haid Anda tidak lancar, maka cara memperlancar haid satu-satunya yaitu dengan mengelola stres sebaik mungkin agar tidak berlarut-larut.

5. Jaga Berat Badan

Baik itu kelebihan berat badan (obesitas) maupun berat badan kurang dari kata ideal, keduanya sama-sama menjadi penyebab haid tidak lancar.

Pada wanita obesitas utamanya, menstruasi yang tidak teratur kerap diiringi oleh rasa nyeri yang cukup hebat. Kondisi ini dipengaruhi oleh sel lemak yang menghambat laju hormon dan insulin.

Apabila masalah siklus haid yang menimpa Anda lebih diakibatkan oleh berat badan tidak ideal, segera konsultasikan hal ini kepada dokter bersangkutan guna menemukan terapi yang tepat untuk menaikan atau menurunkan berat badan agar ideal.

6. Makan Makanan Pelancar Haid

Berbicara mengenai siklus haid yang tidak lancar, makanan memiliki pengaruh penting terkait hal ini. Dengan mengonsumsi jenis makanan yang tepat, seharusnya haid Anda yang tidak teratur dapat diatasi. Ada sejumlah makanan pelancar haid yang bisa Anda konsumsi sebagai cara alami memperlancar haid, di antaranya:

  • Sayur-Sayuran

Seperti sayuran memang menjadi obat alami paling ampuh untuk mengatasi pelbagai masalah kesehatan, tak terkecuali siklus haid yang bermasalah. Ini karena sayuran diperkaya oleh sejumlah vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya yang bisa melancarkan produksi hormon terkait siklus haid wanita.

  • Buah-Buahan

Saat siklus haid Anda mengalami masalah, entah itu terlambat atau terlalu cepat, mengonsumsi buah juga termasuk salah satu cara memperlancar haid secara alami yang efektif. Buah seperti nanas biasanya disarankan pada kasus seperti ini, melihat kandungan buah dengan daging berwarna kuning tersebut dipercaya dapat merelaksasi otot sehingga darah dapat keluar dengan mudahnya.

  • Kacang-Kacangan

Kandungan asam lemak omega-3 pada kacang-kacangan juga menjadikan jenis makanan yang satu ini ampuh untuk mengatasi masalah siklus haid yang tidak lancar. Namun, pastikan Anda tidak mengidap alergi kacang sebelum menerapkan cara memperlancar haid yang telat 2 bulan atau lebih ini, ya.

7. Minum Ramuan Tradisional

Selain makanan, cara alami memperlancar haid lainnya adalah dengan mengonsumsi minuman yang terbuat dari ramuan tradisional, meliputi:

  • Kunyit

Sudah sejak lama kunyit dipercaya mampu melancarkan siklus haid wanita. Bahkan, kunyit kerap dijadikan komposisi berbagai produk minuman khusus wanita yang banyak beredar di pasaran.

Manfaat kunyit untuk melancarkan haid ini tak lepas dari kandungan senyawa kurkumin, yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi.

Cara memperlancar haid secara alami menggunakan kunyit sangat mudah. Anda tinggal mengolahnya menjadi minuman jamu tradisional (atau bisa juga beli di penjual jamu keliling), kemudian minumlah secara rutin, bahkan setelah siklus haid Anda sudah kembali normal.

  • Daun Pepaya

Di balik rasanya yang pahit, daun pepaya ternyata termasuk obat herbal ampuh untuk mengatasi haid tidak lancar. Manfaat daun pepaya ini dihasilkan oleh kombinasi vitamin dan mineral kalsium yang dikandungnya.

Rebus daun pepaya dengan takaran 2 gelas air, lalu tambahkan garam dan sedikit asam jawa. Setelah selesai direbus, minum air tersebut. Lakukan cara memperlancar haid ini sampai siklus haid kembali normal.

  • Jahe

Selain berfungsi untuk menghangatkan tubuh, jahe juga disebut-sebut efektif melancarkan haid. Kandungan vitamin A, B, C, karbohidrat, mineral, serat, hingga minyak atsiri menjadi alasan mengapa jahe layak untuk Anda konsumsi saat siklus haid mengalami masalah.

Seduh air rebusan jahe dan tambahkan gula atau madu. Lalu, minum secara rutin agar siklus haid dapat segera kembali normal.

  • Air Kelapa Hijau

Senyawa laurat yang bersifat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus, ditambah sejumlah nutrisi penting lainnya yang ada pada air kelapa hijau menghasilkan banyak manfaat minuman alami untuk kesehatan tubuh, tak terkecuali mengatasi haid tidak lancar.

  • Wortel

Mengonsumsi wortel dalam bentuk jus adalah cara alami memperlancar haid yang juga tidak boleh Anda lewatkan. Wortel diperkaya oleh vitamin A dan C, pun mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon-hormon yang berkaitan dengan siklus haid.

8. Perbanyak Minum Air Putih

Jarang minum air putih mungkin saja menjadi penyebab tidak lancarnya siklus haid Anda. Guna mengatasi hal ini, mulai dari sekaran rajin-rajinlah minum air putih. Air putih, di mana terkandung mineral di dalamnya, adalah cara memperlancar haid secara alami paling mudah namun efektif karena bisa mengoptimalkan metabolisme tubuh, pun menyeimbangkan kadar hormon.

9. Hindari Aktivitas Berat

Aktivitas yang terlalu berat dan padat hanya akan membuat tubuh jadi cepat lelah. Salah satu efek yang mungkin akan Anda rasakan nantinya adalah siklus haid yang tidak lancar. Jika sudah begitu, maka menghindari atau setidaknya mengurangi aktivitas berat yang menguras tenaga adalah suatu keharusan jika tidak ingin siklus haid terus-terusan tidak teratur.

10. Hindari Kafein

Kafein yang biasa kita temukan pada minuman teh maupun kopi ini ternyata juga berpengaruh terhadap siklus haid Anda yang tidak lancar, lho. Terutama jika dikonsumsi secara berlebihan, kafein ditengarai dapat mengganggu keseimbangan hormon yang berdampak pada tidak lancarnya siklus haid.

Oleh sebab itu, salah satu cara memperlancar siklus haid yang telat 2 bulan atau lebih adalah dengan mengurangi konsumsi kafein harian Anda.

11. Mandi Air Hangat

Haid yang tidak lancar mungkin saja berawal dari rasa stres dan tubuh yang tidak rileks. Jika begitu, maka cara memperlancar haid pada kasus ini bisa dengan mandi air hangat. Aktivitas ini dinilai efektif untuk memberikan sensasi rileks, kendati bukti medis yang mendukung hal ini sebetulnya belum terlalu kuat.

Mandi dengan air hangat bisa Anda lakukan dengan 2 (dua) cara, yakni membasuh tubuh, atau bisa juga berendam selama kurang lebih 40 menit di dalam air hangat.

Penyebab Haid Tidak Lancar

Haid yang tidak lancar disebabkan oleh sejumlah faktor. Faktor penyebab haid tidak lancar meliputi:

1. Gangguan Kelenjar Tiroid

Tiroid adalah kelenjar yang berfungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Akibat terganggunya fungsi kelenjar tiroid, otomatis metabolisme tubuh pun menjadi tidak optimal. Dampak metabolisme tubuh yang tidak optimal ini mencakup siklus haid yang bermasalah.

2. Ketidakseimbangan Hormon

Haid dipengaruhi oleh hormon progesteron dan estrogen. Jika kadar salah satu hormone tersebut melebihi yang lainnya, maka siklus haid sudah pasti akan mengalami masalah.

3. Stres

Siklus haid dikendalikan oleh hormon yang bernama hypothalamus. Saat stres, hypothalamus ini cepat sekali merasakan dampaknya. Akibatnya, saat stres siklus haid otomatis menjadi tidak lancar.

Itu dia informasi penting mengenai cara memperlancar haid yang perlu Anda ketahui dan pahami. Jika masih butuh penjelasan lebih lanjut, segera datangi dokter terkait guna menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Semoga bermanfaat!




Pemerintah Resmi Mengubah Sistem Kelas dalam BPJS Kesehatan

 

BERITA TERKINI


Jakarta, 23 Februari 2025 Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan perubahan pada sistem kelas dalam BPJS Kesehatan. Menurut informasi yang diterima, sistem kelas akan diubah menjadi sistem Kelas Raw Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3 akan dihapus.

Perubahan ini efektif mulai Juli 2025. Sebelum perubahan ini, pemerintah memperingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri dan memantau informasi terkini mengenai perubahan ini.

Pemerintah juga mengumumkan bahwa iuran BPJS Kesehatan akan direset per 23 Februari 2025. Masyarakat diharapkan untuk memperhatikan perubahan ini dan memantau informasi terkini untuk menghindari kesulitan dalam menggunakan jaringan kesehatan.

dan membuat sistem perawatan kesehatan lebih efisien bagi penerima manfaat. Kelas-kelas baru diharapkan dapat menawarkan cakupan yang lebih komprehensif untuk kebutuhan kesehatan yang berbeda, memastikan bahwa setiap orang menerima perawatan yang tepat sesuai dengan status kesehatan mereka. Rincian cakupan untuk setiap kelas belum diumumkan oleh pemerintah.

Sementara itu, anggota BPJS Kesehatan disarankan untuk memantau pembaruan dengan cermat dan berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka untuk masalah atau pertanyaan yang mungkin mereka miliki. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk terus memperbarui informasi kontak mereka untuk memastikan mereka menerima informasi terbaru mengenai perubahan tersebut.

Selain itu, pemerintah sedang mengerjakan kampanye komunikasi yang komprehensif untuk mendidik masyarakat tentang kelas-kelas baru dan implikasinya. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu orang memahami manfaat dari sistem baru dan bagaimana hal itu akan meningkatkan akses mereka ke layanan kesehatan yang berkualitas.

 

Manfaat Air Cucian Beras untuk Wajah dan Kulit


Inkes  – Air bekas cucian beras jangan dianggap sepele karena ternyata banyak manfaatnya bagi kecantikan. Untuk mendapatkan kulit yang bening dan cerah seringkali banyak wanita mencoba berbagai produk pemutih kulit yang harganya cukup mahal. Sebenarnya untuk mendapatkan kulit yang bening dan cerah tersebut tidak butuh uang yang banyak, lho, karena Anda bisa memanfaatkan air beras.

Kandungan Air Beras

Sebelum mengetahui manfaat lebih lengkap untuk kulit, simak apa saja yang terkandung dalam berat. Beras mengandung beberapa zat yang dapat digunakan untuk kecantikan, kandungan yang ada dalam beras tersebut biasa disebut dengan oryzanol. Kandungan ini memiliki kemampuan untuk menangkal sinar ultaviolet ke dalam kulit sehingga sangat baik bagi kesehatan kulit.

Air beras penuh dengan vitamin, mineral dan asam amino yang penting untuk rambut dan kulit yang indah, termasuk asam ferulat, antioksidan kuat, dan allantoin, yang mengandung sifat anti-inflamasi.

Cara Menggunakan Air Beras

Selain itu, masih banyak kandungan yang lainnya yang juga sangat baik bagi kesehatan kulit. Adapun cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan manfaat air cucian beras untuk wajah dan kulit bisa dilakukan dengan dua cara, di antaranya sebagai berikut:

  • Cara pertama ini termasuk cara mudah yakni dengan mencampur air dan beras. Beras yang dicampurkan dengan air adalah sebesar 1/4 kilogram, kemudian aduk merata air dengan beras dan saring beras sehingga didapatkan air cucian saja. Lakukan hal ini sebanyak tiga kali. Air yang disaring tersebut kemudian dimasukkan dalam wadah. Gunakan air tersebut untuk mencuci muka setiap saat sehingga didapatkan wajah yang bersih dan cantik. Jika disimpan di kulkas, air cucian beras yang disimpan dalam wadah tertutup bisa bertahan sekitar satu minggu.
  • Cara yang kedua ini termasuk cara langsung yakni dengan memasukkan beras ke dalam kain katun atau wadah lain yang tidak mudah robek. Setelah itu, tumbuk pelan beras dalam kain sehingga hancur. Beras dalam kain yang sudah hancur masukkan ke dalam air hangat untuk dioleskan ke bagian wajah. Usapkan buntalan beras dalam kain tersebut secara merata untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu, bilas dengan air dingin dan bersihkan dengan handuk.

Demikian dua cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan manfaat air cucian beras untuk wajah dan kulit, lakukan kegiatan mencuci muka dengan air beras secara rutin baik dengan cara satu atau cara dua untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Manfaat Air Beras untuk Wajah

Air beras mengandung vitamin, mineral dan asam amino yang sangat penting untuk kulit yang cantik, termasuk asam ferulat, yang merupakan antioksidan hebat, dan allantoin, yang dikenal karena sifat anti-peradangannya.

1. Pembersih wajah

Menggunakan air beras untuk membersihkan wajah sesederhana mencelupkan bola kapas atau pad ke dalam cairan dan dengan lembut memijatnya ke dalam kulit selama beberapa menit. Biarkan wajah kering untuk memastikannya benar-benar menyerap. Lakukan secara rutin akan menghasilkan kulit terasa lembut, kencang, dan bercahaya. Gunakan setiap hari sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit Anda.

2. Toner wajah

Anda juga bisa menggunakan air beras sebagai toner. Rendam bola kapas atau pad dan gunakan untuk wajah setelah pembersihan untuk meminimalkan munculnya pori-pori dan mengencangkan kulit. Toner kulit alami ini meningkatkan pertumbuhan sel, menstimulasi aliran darah, dan membantu menjaga kulit Anda tetap halus dan cerah.

3. Perawatan jerawat

Tak hanya mencerahkan lulit, air beras juga membantu menyembuhkan jerawat dan mendinginkan kulit. Air beras berfungsi sebagai astringent pada kulit, mengencangkan pori-pori. Aair beras mengandung allantoin, sehingga dapat mengurangi produksi minyak berlebih yang menjadi salah satu penyebab jerawat.

4. Mengobati eksim

Komponen pati dalam air beras juga efektif dalam mengurangi efek eksim pada kulit Anda. Celupkan lap bersih ke dalam air dan tepuk seluruh kulit yang terkena. Lakukan selama beberapa menit dan pastikan Anda mengeringkannya.

5. Untuk kulit yang teriritasi

Oleskan air beras pada ruam atau peradangan kulit lainnya untuk menenangkannya secara alami. Sebuah studi dermatologis pada pasien dengan dermatitis atopik menyatakan, bahwa mandi dengan air beras dua kali sehari selama 15 menit dapat memperbaiki kondisi secara signifikan.

6. Meredakan radang pada kulit

Air beras juga digunakan untuk meredakan radang dan kulit yang terbakar. Ini akan membantu kulit pulih dengan cepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Air beras yang dingin lebih disukai untuk kulit.

Mudah bukan? Silakan mencoba di rumah ya, Teman Sehat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia




Istri Ternyata Punya Janggut, Suami Menceraikannya



doktersehat-melewatkan-membersihkan-wajah
Photo Credit: Pexels.com

Inkes – Pasangan yang baru saja menikah di India tiba-tiba saja langsung mengalami prahara rumah tangga. Hal ini disebabkan oleh sang suami yang baru saja mengetahui bahwa istrinya memiliki janggut. Tak tanggung-tanggung, sang suami pun langsung mengajukan perceraian.

Dilansir dari Next Shark, pernikahan ini memang dijodohkan oleh kedua orang tua, bukannya karena niatan dari kedua belah pasangan. Sang suami, Rupesh, belum pernah bertemu dengan istrinya, Rupa, sebelum hari pernikahan tiba. Saat acara pernikahan, Rupa juga memakai cadar sebagaimana budaya di India sehingga tidak menyadari bahwa pasangannya ini memiliki janggut.

“Saat aku pertama kali membuka cadarnya, ia memakai make-up yang sangat tebal. Selama tujuh hari setelah pernikahan, aku pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaanku. Setelah aku pulang ke rumah, aku kaget saat tahu istriku memiliki janggut. Suaranya juga berat seperti laki-laki,” ucap Rupesh.

Rupesh pun langsung menghubungi keluarga istrinya untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, pihak keluarga tidak mau memberikan penjelasan dan hanya berkata bahwa ia sudah menikah dan harus selalu bersamanya. Tak terima dengan penjelasan ini, Rupesh langsung mengajukan perceraian.

Selama proses perceraian, Rupa menyebutkan bahwa suara berat dan janggut yang ia miliki disebabkan oleh gangguan hormon. Ia juga menyebutkan bahwa kondisinya bisa diatasi dengan pengobatan medis.

Rupa juga berkata bahwa keluarganya sudah membayar cukup banyak uang kepada Rupesh demi melakukan pernikahan. Jika sampai Rupesh memaksakan diri untuk bercerai, maka sejumlah uang ini harus dikembalikan. Selain itu, pengacara Rupa juga menyebut Rupesh telah melecehkan istrinya secara fisik dan mental. Bahkan, Rupesh dianggap ingin bercerai hanya agar bisa menguasai rumah keluarga barunya.

Sebagai informasi, sebagian wanita memang bisa mengalami pertumbuhan janggut karena gangguan hormon dan kondisi genetik langka bernama hypertrichosis. Hal ini pula yang diduga terjadi pada Rupa. Pihak pengadilan pun memutuskan untuk menolak pengajuan perceraian Rupesh.




Minum Air Putih Sebelum Makan Ternyata Bisa Turunkan Berat Badan



doktersehat-minum-air-putih-sehat-1024

Inkes – Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian bagi setiap orang, terutama wanita. Sebab, tubuh yang langsing dan terhindar dari lemak berlebih bisa membuat penampilan menjadi lebih menarik serta terhindar dari berbagai ancaman penyakit.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal dan bentuk tubuh idaman, misalnya melakukan diet dan berolahraga secara rutin. Sebab, konsep utama dalam menurunkan berat badan adalah mengusir lemak yang bersarang pada tubuh.

Namun selain itu semua, ada lagi satu cara yang baru-baru ini tengah ramai dibincangkan oleh banyak orang. Cara tersebut adalah dengan meminum air putih sebelum makan. Mungkin terkesan konvensional, tapi cara yang satu ini telah dibuktikan oleh penelitian seperti dikutip dari laman Boldsky.

Diterangkan bahwa air putih bisa membantu dalam kesuksesan program diet karena air terdiri dari atom hydrogen dan oksigen. Kedua hal tersebut dipercaya bisa membuang zat sampah hasil metabolisme dan racun yang masuk oleh makanan. Sehingga, saat sebelum mengonsumsi makanan lain, racun-racun di dalam tubuh dapat dihilangkan terlebih dahulu.

Selain itu, air juga bisa membantu mencerna makanan karena saat makanan masuk, usus membutuhkan air untuk bisa mencernanya dengan baik. Maka tak heran, jika mengonsumsi sayuran yang kaya akan serat sangat dianjurkan bagi kesehatan. Lebih jelas lagi dikatakan bahwa usus harus selalu dalam keadaan basah agar tidak terjadi luka atau lecet akibat proses cerna makanan yang dikonsumsi.

Secara logika, jika makanan yang masuk dapat dengan mudah dicerna, maka tidak ada penumpukan lemak yang berarti di dalam tubuh. Alhasil, berat badan bisa lebih dikontrol dengan baik. Selain itu, mengonsumsi air putih sebelum makan juga dipercaya bisa memberi efek kenyang yang baik sehingga Anda menjadi tidak mudah lapar.

Kendati demikian, mengonsumsi air putih sebelum makan juga ada aturannya. Usahakan, waktunya tidak terlalu mepet, beri jarak antara 10 sampai 15 menit sebelum makan dengan porsi secukupnya, antara 1 atau 2 gelas saja.




6 Makanan yang Mampu Menurunkan Kadar Gula Darah



ikan-salmon-doktersehat
Photo Source: pexels.com

Inkes – Normalnya, setelah makan kadar gula darah akan ikut naik. Gula darah inilah yang kemudian akan dimetabolisme oleh insulin menjadi sumber energi tubuh. Masalahnya adalah, jika kita mengonsumsi makanan yang tidak tepat seperti makanan tinggi kalori atau tinggi gula, kadar gula darah akan naik dengan signifikan dalam waktu yang lama. Hal inilah yang berpotensi menyebabkan datangnya diabetes.

Beberapa jenis makanan yang justru bisa membantu menurunkan gula darah

Demi menjaga kadar gula darah tetap dalam kondisi normal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menerapkan pola makan sehat, khususnya dalam hal memilih makanan yang bisa menurunkan kadar gula darah.

Berikut adalah makanan-makanan yang bisa memberikan manfaat sehat tersebut.

  1. Alpukat

Tak hanya cocok untuk dikonsumsi jika ingin menurunkan berat badan, alpukat yang mengenyangkan ini ternyata juga bisa dikonsumsi jika kita ingin menurunkan atau mengendalikan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh keberadaan asam lemak tak jenuh tunggal yang bisa memberikan manfaat tersebut.

Selain itu, alpukat juga mampu membuat fungsi hormon insulin meningkat. Padahal, hormon inilah yang berperan dalam mengendalikan kadar gula darah. Buah ini juga bisa menurunkan risiko terkena sindrom metabolik, salah satu penyebab utama dari diabetes.

  1. Ikan dengan kandungan asam lemak omega 3

Daging ikan memang jauh lebih sehat dibandingkan dengan jenis daging lainnya, khususnya daging merah. Kandungan protein di dalam daging ini bisa membuat tubuh lebih kenyang dalam waktu yang lama sehingga akan mencegah keinginan mengonsumsi camilan tidak sehat. Hal ini secara tidak langsung bisa mencegah kenaikan gula darah dengan efektif.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi ikan dengan asam lemak omega 3 yang tinggi seperti ikan salmon, ikan trout, ikan tuna, ikan kembung, dan ikan sebelah secara teratur jika memang ingin menurunkan kadar gula darah.

  1. Bawang putih

Sering dijadikan bumbu masakan karena mampu membuat rasa dan aroma makanan menjadi lebih nikmat, bawang putih ternyata juga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan kadar gula darah dengan signifikan.

Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi bawang putih sebelum makan bisa membantu kita menurunkan kadar gula darah. Penderita diabetes yang mengalami masalah dengan kadar gula darah sangat disarankan untuk sering mengonsumsi rempah ini.

  1. Kakao

Kakao adalah bahan utama dari cokelat, salah satu jenis camilan yang paling digemari umat manusia. Jika kebanyakan orang berpikir jika cokelat bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau bahkan risiko diabetes, sebenarnya cokelat justru bisa membantu mencegahnya asalkan dikonsumsi dengan tepat.

Jika mengonsumsi cokelat hitam dengan kadar kakao yang tinggi dan gula yang rendah dengan porsi yang tepat, maka kita bisa mendapatkan kandungan layaknya antioksidan, flavanol, serta protein yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Memang, rasanya akan cenderung pahit jika dibandingkan dengan cokelat jenis lainnya, namun kita tetap akan bisa menikmatinya kok.

  1. Telur

Siapa sangka lauk yang sering kita konsumsi ini ternyata juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Pakar kesehatan menyebut kadar protein tinggi di dalam telur bisa membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Telur juga bisa membuat perut kenyang sehingga kita pun tidak akan mudah makan atau ngemil dengan berlebihan.

Hanya saja, jika memang ingin menurunkan kadar gula darah, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi telur rebus, bukannya telur goreng yang memiliki tambahan kalori.

  1. Sayuran hijau

Sudah menjadi rahasia umum jika sayuran hijau baik bagi kesehatan. Jika rutin mengonsumsinya, maka kita bisa mendapatkan vitamin, serat, dan magnesium yang membantu menurunkan kadar gula darah dengan efektif. Pastikan untuk mengonsumsinya setiap hari demi mencegah diabetes.




Susu Kental Manis Baik Bagi Tubuh? – Kandungan Manfaat



kandungan-susu-kental-manis-doktersehat

Inkes – Seperti yang kita tahu, ada cukup banyak jenis susu dan olahan susu. Salah satu yang tidak asing adalah susu kental manis. Rasanya yang enak dengan harga murah, membuat kental manis menjadi primadona.

Belakangan ini berhembus kabar bahwa kental manis bukan merupakan produk susu. Sebenarnya, apa saja kandungan susu kental manis? Lalu, adakah manfaat susu kental manis? Yuk¸ kita bahas tuntas!

Kental Manis Bukan Produk Susu?

Pakar kesehatan menyebut susu sebagai produk yang dihasilkan oleh kelenjar susu yang biasanya ada pada mamalia. Manusia sendiri termasuk dalam golongan manusia sehingga kaum hawa tentu mampu memproduksi ASI yang sangat menyehatkan.

Hal ini berarti, beberapa jenis susu yang terbuat dari bahan nabati layaknya susu kedelai ternyata tidak bisa diklaim sebagai produk susu meskipun memiliki rasa dan bentuk yang sama layaknya susu.

Uniknya, banyak pakar kesehatan yang justru menilai susu kental manis dengan wadah kaleng itu ternyata juga termasuk dalam golongan yang sama dengan susu kedelai, yakni bukan merupakan produk susu.

Lalu, bagaimana dengan kabar yang sempat beredar bahwa susu kental manis bukanlah susu? Apakah hal tersebut benar?

Mengenai hal ini, sebenarnya BPOM sudah mengaturnya dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Dijelaskan juga bahwa susu kental manis adalah produk susu yang menghilangkan sebagian air, sehingga berbentuk cairan kental.

Kandungan susu kental manis

Susu kental manis ternyata memiliki kandungan lemak dan gula yang sangat tinggi. Sementara itu, jika pada susu mamalia kandungan kalsium dan proteinnya tinggi dan sangat baik bagi tubuh, susu kental manis justru sebaliknya hanya memiliki kandungan protein dan kalsium yang sangat rendah.

Susu kental manis justru hanya dianggap sebagai penggemuk badan karena kandungan lemak dan gula yang tinggi tersebut. Disinilah mitos mengapa masyarakat menganggap susu sebagai penggemuk badan berasal.

Tak sedikit juga yang penasaran dengan kandungan susu kental manis. Kira-kira komposisinya terdiri dari apa saja, ya?

Banyak kabar yang beredar bahwa kandungan susu kental manis didominasi oleh gula. Bahkan, banyak sumber mengatakan bahwa kandungan gula dan lemak susu kental manis mencapai 70%. Nyatanya kabar ini tidak benar.

Kandungan susu kental manis sendiri sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia No. 2971 Tahun 2011. Di dalamnya dijelaskan bahwa:

  • Kandungan gula susu kental manis berkisar 51% – 56%
  • Kandungan lemak susu kental manis berkisar 43% – 48%

Jika dilihat dari karakteristik dan aturan yang ada, susu kental manis adalah produk susu. Tentu cara meminumnya sangat disarankan untuk dicampur dengan air agar kandungannya setara dengan susu lainnya.


Manfaat susu kental manis

Selanjutnya, kita bahas juga mengenai manfaat susu kental manis. Rasa susu yang begitu manis dan gurih membuat jenis susu ini digemari semua kalangan.

Langsung saja, berikut manfaat susu kental manis untuk tubuh:

  • Mendukung kebutuhan asupan gizi

    Bukan hanya kalsium, kandungan susu kental manis pun terdiri dari beragam gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh. Gizi makro yang dimaksud terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Kemudian untuk gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral.

  • Memperbaiki kualitas tidur

Seperti yang kita tahu, mengonsumsi susu bisa meningkatkan kualitas tidur, apalagi jika dikonsumsi pada malam hari. Sama seperti produk susu sapi lainnya, asam amino juga terdapat dalam kandungan susu kental manis.

Bukan hanya berguna untuk tubuh, kenyataannya masih ada manfaat susu kental manis lainnya, yaitu menambah cita rasa makanan. Ya, susu kental manis memang bisa dicampurkan juga dengan beragam makanan manis.

Manfaat susu kental manis untuk wajah

Tahukah Anda?

Ternyata ada juga manfaat susu kental manis untuk wajah, bahkan dapat membuat wajah semakin cerah. Tentunya ini juga sangat berguna bagi Anda yang ingin melakukan perawatan wajah dengan harga murah.

Oleh karena itu, tak jarang seseorang menggunakan masker susu kental manis. Lebih jelasnya, ini dia manfaat susu kental manis untuk wajah:

    • Mencerahkan wajah

      Masker apa saja yang pernah digunakan untuk mencerahkan wajah? Anda harus coba masker susu kental manis!
      Bersihkan wajah, oleskan susu kental manis ke wajah secaramerata, dan diamkan selama 30 menit. Lakukan cara ini 2-3 kali dalam seminggu.

    • Mengencangkan kulit

      Manfaat susu kental manis untuk wajah juga termasuk mengencangkan kulit. Caranya? Campurkan 1 sendok kental manis, 1 sendok parutan wortel, dan sedikit madu. Masker susu kental manis ini bisa Anda gunakan di malam hari selama 15 menit. Oh, ya, bisa juga untuk menghilangkan noda bekas jerawat, lho!

    • Menghilangkan flek hitam

      Semakin tua, maka flek hitam di wajah pun tak bisa dihindari. Cara alami menghilangkan flek hitam di wajah adalah dengan menggunakan masker susu kental manis. Caranya sama dengan poin sebelumnya, hanya saja Anda harus lebih fokus mengoleskan di bagian wajah yang terkena flek hitam.

    • Menghilangkan mata panda

      Lingkaran hitam di mata atau yang biasa dikenal dengan mata panda memang menjadi masalah banyak orang. Penampilan kita jadi kurang segar jika ada lingkaran hitam ini. Sudah mencoba beragam cara alami hilangkan mata panda?

      Anda juga disarankan untuk menggunakan susu kental manis. Caranya mudah, cukup seduh sedikit susu kental manis, masukkan ke dalam kulkas, basahi kapas dengan sental manis tersebut, dan kompres mata selama 15 menit.

    • Mencegah penuaan dini

      Manfaat susu kental manis yang terakhir adalah mencegah penuaan dini. Anda perlu membuat masker susu kental manis dengan campuran buah stroberi. Campurkan 100 ml susu kental manis dengan 50 gr stroberi, haluskan, dan oleskan pada wajah. Biarkan selama 30 menit, lalu basuh dengan air hangat.

Nah, itu dia sekilas ulasan mengenai kandungan susu kental manis hingga manfaat susu kental manis untuk wajah. Semoga berguna untuk Anda!




Beberapa Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Menjadi Vegetarian



doktersehat-diet-vegan

Inkes – Sebagian besar orang percaya bahwa salah satu cara agar tetap sehat adalah dengan menjadi vegetarian. Vegetarian merupakan pola hidup yang tidak mengonsumsi segala jenis daging dan hanya mengonsumsi sayuran saja. Seperti yang kita tahu bahwa tubuh juga membutuhkan asupan protein yang terdapat di dalam daging. Namun, karena mereka tidak mengonsumsi daging, maka asupan protein tersebut digantikan dengan jenis makanan lain yang mengandung protein yang sama.

Oleh sebab itu, menjadi vegetarian tidaklah mudah. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjadi seorang vegetarian. Berikut diantaranya:

1. Tingkatkan Asupan Yodium

Hal pertama yang harus diketahui saat ingin menjadi seorang vegetarian adalah tingkatkan asupan yodium. Sebab, saat menjadi vegetarian Anda mungkin akan kekurangan yodium yang merupakan nutrisi dari makhluk hewani. Untuk itu, tingkatkan asupan yodium Anda dengan mengonsumsi sayuran yang berasal dari laut. Atau mungkin Anda bisa mencoba untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung yodium.

2. Tetap Terhidrasi

Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup agar tubuh Anda terhindar dari masalah dehidrasi. Terlebih lagi ketika Anda menjadi vegetarian, maka Anda membutuhkan asupan cairan yang cukup, terutama air putih agar kondisi tubuh tetap sehat dan prima. Serta, bisa mencegah rasa lemas dan lapar secara berlebihan.

3. Tahan Godaan untuk Mengonsumsi Daging

Seperti yang Anda tahu bahwa daging memiliki rasa yang cukup lezat, apalagi saat diolah menjadi berbagai macam olahan yang menggugah selera. Dengan demikian, Anda mungkin akan tergoda untuk mencicipinya. Namun, Anda harus ingat, selama menjadi vegetarian Anda tidak boleh mengonsumsi daging sedikitpun. Cobalah atasi rasa keinginan Anda untuk mengonsumsi daging dengan cara fokus pada makanan yang dianjurkan untuk seorang vegetarian, yakni sayuran dan buah-buahan. Gantilah menu sayuran dan jenis buah-buahan yang akan dikonsumsi setiap harinya agar Anda tidak merasa bosan.




Perdana Menteri Selandia Baru Melahirkan Seorang Bayi



perdana_menteri_selandia_baru_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/nevadahalbert

Inkes – Kebanyakan pemimpin negara di seluruh dunia telah berada di usia lebih dari paruh baya sehingga sangat jarang kita mendengar kabar tentang kelahiran dari mereka, namun, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern justru dikabarkan baru saja melahirkan seorang bayi perempuan.

Dilansir dari BBC, Jacinda baru saja mengunggah foto di akun media sosialnya yang menunjukkan bahwa ia melahirkan anak pertamanya, seorang putri dengan berat 3,31 kg. Dalam sejarah dunia modern, ia adalah pemimpin negara kedua yang melahirkan tatkala masih menjabat.

Jacinda masuk ke rumah sakit di Auckland pada Kamis pagi 21 Juni 2018, empat hari sebelum Hari Perkiraan Lahir. Wanita berusia 37 tahun ini mengambil enam minggu cuti melahirkan dan posisinya kini untuk sementara digantikan oleh Winston Peters. Hanya saja, Jacinda tetap membaca berbagai laporan kabinet di waktu luangnya.

“Setiap orang tua pasti akan merasakan emosi luar biasa tatkala mendapatkan anak pertamanya, aku juga merasakan hal yang sama dan berterima kasih kepada semua kebaikan dan doa dari begitu banyak orang,” ucapnya di unggahan media sosialnya.

Jacinda juga mengucapkan banyak terima kasih kepada petugas rumah sakit yang membantunya melewati masa persalinan yang cukup berat.

Ucapan terima kasih juga diucapkan oleh politisi dari seluruh negeri, termasuk dari mantan perdana menteri Selandia Baru Helen Clark dan Perdaya Menteri Australia Malcolm Turnbull.

Jacinda terpilih menjadi perdana menteri pada Oktober 2017 lalu. Pada Januari 2018, ia dan pasangannya, Clarke Gayford menyebutkan bahwa dirinya sedang hamil dan akan melahirkan bayi untuk pertama kalinya.

Jacinda adalah perdana menteri termuda di Selandia Baru sepanjang sejarah. Sebelum dirinya, hanya Benazir Bhutto yang pernah melahirkan anak saat menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1990.




Terlalu Lama Bermain Game, Kandung Kemih Membengkak



bermain_game_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/ Derek Bridges

Inkes – Bocah berusia 10 tahun yang tidak disebutkan namanya keasyikan bermain game hingga enggan untuk pergi ke toilet meskipun sudah ingin buang air. Gara-gara hal ini, ia pun sampai dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pembengkakan kandung kemih dan usus!

Dilansir dari The Telegraph, dokter yang menangani sang bocah adalah Dr. Jo Begent dari University College Hospital, London, Inggris. Dr. Jo berkata bahwa sang bocah telah bermain game lebih dari 8 jam bersama dengan ayahnya. Awalnya, ia berpikir jika sang bocah mengalami tumor, namun setelah pemeriksaan lebih mendalam, barulah diketahui bahwa penyebabnya adalah adanya kotoran yang menyumbat akibat tidak segera dikeluarkan.

“Sang bocah mengeluhkan rasa nyeri dan tidak mampu buang air. Pengecekan dengan MRI menghasilkan fakta bahwa pembengkakan pada bagian bawah perutnya disebabkan oleh pembengkakan saluran kemih dan usus akibat dari kotoran yang menyumbat,” ucap Dr. Jo.

Akibat dari banyaknya kotoran yang menumpuk, fungsi kandung kemih dan gerakan peristaltik usus untuk buang air besar dalam tubuhnya menghilang. Hal ini membuat berbagai kotoran terus menumpuk dan memicu rasa sakit yang luar biasa, termasuk urine yang semakin banyak menumpuk di kandung kemihnya.

Beruntung, kondisi sang bocah bisa segera diatasi oleh para dokter. Meskipun harus mengonsumsi beberapa obat-obatan, termasuk obat pencahar, ia kini tak lagi mengeluhkan susah buang air kecil dan buang air besar.

Pastikan untuk segera buang air jika memang tubuh sudah meminta untuk melakukannya, meskipun saat itu kita sedang asyik bermain game agar tidak mengalami nasib seperti yang dialami sang bocah.




Limpa – Fungsi, Penyakit, dan Gejala



doktersehat-organ-dalam-ginjal

Inkes – Limpa adalah organ kecil yang terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri, umumnya berukuran sebesar kepalan tangan, tapi kondisi tertentu bisa membuatnya mengalami pembengkakan yang disebut dengan splenomegali.

Fungsi Limpa

Limpa termasuk organ yang lembut dan berbentuk seperti spons yang melakukan beberapa fungsi kritis serta mudah mengalami kerusakan, fungsi dari limpa adalah sebagai berikut:

  • Mengeluarkan dan menghancurkan sel darah yang sudah tua dan rusak.
  • Memainkan peran yang penting dalam mencegah infeksi dengan menghasilkan sel-sel darah putih (limfosit) dan bertindak sebagai batas pertahanan pertama dalam melawan patogen yang menyerang.
  • Menyimpan sel-sel darah merah dan trombosit, yaitu sel-sel yang membantu penggumpalan darah.
  • Kemungkinan bertindak sebagai perantara antara sistem kekebalan tubuh dan otak.

Gejala Penyakit Limpa

Pembengkakan limpa umumnya tidak menunjukkan gejala, tapi dalam beberapa kasus ada beberapa gejala penyakit limpa adalah seperti:

  • Sakit atau perasaan penuh di bagian kiri atas perut yang bisa menyebar ke bahu kiri
  • Mengalami kekurangan darah atau anemia
  • Mudah lelah
  • Mudah mengalami infeksi dan perdarahan

Penyebab Penyakit Limpa

Sejumlah infeksi dan penyakit dapat menyebabkan pembesaran atau limpa bengkak mungkin sementara, tergantung pada pengobatan. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk:

  • Infeksi virus, seperti mononucleosis
  • Infeksi bakteri, seperti sifilis atau infeksi pada lapisan dalam hati Anda (endokarditis)
  • Infeksi parasit, seperti malaria
  • Sirosis dan penyakit lain yang mempengaruhi hati
  • Berbagai jenis anemia hemolitik – suatu kondisi yang ditandai dengan penghancuran dini sel darah merah
  • Kanker darah, seperti leukemia dan neoplasma myeloproliferative, dan limfoma, seperti penyakit Hodgkin
  • Gangguan metabolisme, seperti penyakit Gaucher dan penyakit Niemann-Pick
  • Tekanan pada pembuluh darah di limpa atau hati atau gumpalan darah di pembuluh darah ini.

Dampak Penyakit Limpa

Efek yang terjadi ada yang bersifat sementara tapi ada juga yang jangka panjang tergantung dari seberapa baik perawatan yang diterima, beberapa faktor diketahui bisa menyebabkan pembengkakan limpa adalah sebagai berikut:

  • Peradangan limpa (splenitis), penyakit ini biasanya terjadi pada bagian merah limpa, penyebabnya bisa tumor akibat pertumbuhan sel lasing, bisa juga akibat dari paparan zat-zat kimia atau radiasi.
  • Terdapat sel-sel darah merah abnormal, adanya sel-sel abnormal dalam darah merah dengan jumlah banyak bisa memicu pembesaran limpa, karena organ tersebut harus bekerja keras untuk menghancurkan sel-sel tersebut. Dan semakin banyak darah abnormal, maka risiko penyakit pembesaran limpa juga semakin tinggi, karena sel abnormal tersebut bisa berbalik menyerang jaringannya.
  • Adanya infeksi bakteri, virus, ataupun parasit, sebagai organ pertahanan membuat limpa sering berhubungan dengan virus dan bakteri berbahaya dalam tubuh. Ketika jumlah virus yang menyerang dalam jumlah banyak, maka limpa berisiko diserang balik oleh sumber penyakit tersebut.
  • Adanya penyakit-penyakit metabolik, dalam tubuh kinerja antar-organ sangat berhubungan erat dan saling memengaruhi, ketika ada organ yang terganggu, maka organ lain akan berisiko mengalami gangguan.
  • Ketika seseorang terserang kanker darah, maka sistem pertahanan tubuhnya tidak bisa bekerja optimal, dan hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja dan kondisi kesehatan limpa, karena jika darah telah terkontaminasi sel kanker, maka limpa juga berisiko.
  • Anemia, produksi sel darah merah yang terbatas atau kurang juga bisa memengaruhi pembengkakan. Limpa yang membesar akan memengaruhi masing-masing fungsi vital, misalnya mengalami gangguan dalam menyaring sel-sel darah merah, mengurangi jumlah sel-sel sehat dalam aliran darah bahkan hingga merusak organ lain.

Komplikasi Penyakit Limpa

Komplikasi lain yang berpotensi terjadi jika limpa mengalami pembengkakan seperti:

  • Infeksi, hal ini karena limpa yang membengkak akan mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, trombosit dan sel darah putih dalam aliran darah, sehingga mudah terkena infeksi.
  • Mengalami anemia dan meningkatkan terjadinya perdarahan.
  • Limpa pecah, limpa yang sehat cenderung mudah rusak terutama dalam kecelakaan mobil. Tapi bila limpa mengalami pembengkakan maka kemungkinannya jauh lebih besar, jika limpa pecah bisa menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa. Jika limpa diangkat melalui pembedahan (splenektomi), tubuh akan kehilangan beberapa kemampuannya untuk menghasilkan antibodi pelindung dan untuk membuang bakteri yang tidak diinginkan dari tubuh. Sebagai akibatnya, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi akan berkurang. Tidak lama kemudian, organ lainnya (terutama hati) akan meningkatkan fungsinya dalam melawan infeksi untuk menggantikan kehilangan tersebut, sehingga peningkatan risiko terjadinya infeksi tidak akan berlangsung lama.

Pengobatan Penyakit Limpa

Perawatan untuk limpa yang membesar berfokus pada masalah yang mendasarinya. Misalnya, jika Anda memiliki infeksi bakteri, pengobatan akan mencakup antibiotik.

1. Waspada

Jika Anda memiliki limpa yang membesar tetapi tidak memiliki gejala dan penyebabnya tidak dapat ditemukan, dokter Anda mungkin menyarankan menunggu dengan waspada. Anda harus menemui dokter untuk reevaluasi dalam enam hingga 12 bulan atau lebih cepat jika Anda mengalami gejala apa pun.

2. Operasi penghilangan limpa

Jika limpa yang membesar menyebabkan komplikasi serius atau penyebabnya tidak dapat diidentifikasi atau diobati, operasi pengangkatan limpa (splenektomi) dapat menjadi pilihan. Dalam kasus kronis atau kritis, operasi mungkin menawarkan harapan terbaik untuk pemulihan.

Menghilangkan limpa elektif membutuhkan pertimbangan yang cermat. Anda dapat menjalani kehidupan aktif tanpa limpa, tetapi Anda lebih mungkin untuk berkontraksi serius atau bahkan infeksi yang mengancam jiwa setelah menghilangkan limpa. Terkadang radiasi dapat mengecilkan limpa sehingga Anda dapat terhindar dari operasi.

3. Mengurangi risiko infeksi setelah operasi

Setelah menghilangkan limpa, langkah-langkah tertentu dapat membantu mengurangi risiko infeksi, termasuk:

  • Serangkaian vaksinasi baik sebelum dan sesudah splenektomi. Ini termasuk vaksin pneumococcal (Pneumovax 23), meningokokus dan haemophilus influenzae tipe b (Hib), yang melindungi terhadap pneumonia, meningitis dan infeksi pada darah, tulang dan sendi. Anda juga akan membutuhkan vaksin pneumokokus setiap lima tahun setelah operasi.
  • Menggunakan penisilin atau antibiotik lain setelah operasi dan kapan pun atau dokter mencurigai kemungkinan infeksi.
  • Memanggil dokter pada tanda pertama demam, karena ini dapat mengindikasikan infeksi.
  • Menghindari perjalanan ke belahan dunia di mana penyakit tertentu, seperti malaria, sering terjadi.

Pengobatan Limpa Bengkak secara Alami

Mengobati limpa bengkak secara alami adalah menggunakan teripang. Teripang atau hewan laut species Golden Stichopus Variegatus yang dapat berkhasiat sebagai antiseptik alami dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sudah dikenal sejak 500 tahun yang lalu oleh masyarakat Pulau Langkawi, yaitu sebuah pulau kecil di Malaysia tepatnya di Semenanjung Malaya.

Teripang tersebar luas di lingkungan laut diseluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat, untuk wilayah Indonesia, teripang banyak ditemukan di perairan bagian Timur Indonesia, seperti di perairan Kalimantan.

Mencegah Penyakit Limpa

Pembengkakan limpa adalah konsekuensi dari penyakit yang mendasari, banyak yang mungkin tidak diantisipasi atau dicegah.

  • Penyakit hati karena penyalahgunaan alkohol, yang menyebabkan sirosis dan hipertensi portal, dapat dicegah. Dengan penggunaan alkohol, moderasi adalah kuncinya, dan minum berlebihan memiliki konsekuensi yang sangat berbahaya baik dalam jangka pendek maupun panjang.
  • Penyebab hepatitis virus tertentu (misalnya, hepatitis B dan hepatitis C), yang dapat menyebabkan sirosis juga dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Hepatitis B juga dapat dicegah melalui vaksinasi.
  • Penyakit infeksi tertentu seperti HIV, malaria, tuberkulosis, dan anaplasmosis dapat dicegah dengan risiko tertular penyakit.



Pain Below the Chest: 7 Common Causes and Warning Signs



nyeri-bawah-dada-doktersehat


Inkes – Here is the translation of the article into English, followed by SEO titles and a 140-character description.

Pain Under the Chest: Understanding the Causes and When to Worry

Pain in the body should never be taken lightly. If pain persists despite treatment, it often signals an underlying issue that needs immediate attention—especially if the pain is located just below the chest or breasts. Here are the most common causes of pain in this specific area.

Common Causes of Pain Below the Chest

1. Physical Injury or Accidents

A fall or an accident is a primary cause of chest pain. Strong pressure or impact on the chest wall can cause bruising and inflammation. You may notice bluish or purple spots (ecchymosis) in the affected area. This also applies to those recovering from chest surgery; the pain should gradually subside as the tissue heals.

2. Muscle Strain

Muscles have limits. If you overexert the muscles around your chest—often through heavy lifting or intense weightlifting—they can become strained. This results in sharp discomfort below the chest, which can make deep breathing feel very uncomfortable.

3. Gallstones

Gallstones form when bile fluid hardens into deposits. While bile is essential for digestion, these stones can block the bile duct, causing radiating pain in the chest and abdomen. Other symptoms include jaundice (yellowing of the skin/eyes), persistent nausea, vomiting, and fever.

4. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS is a common disorder affecting the large intestine. While primarily a digestive issue, the trapped gas and bloating associated with IBS can cause referred pain in the lower chest area. Other signs include diarrhea, constipation, mucus in the stool, and a feeling of incomplete bowel movements.

5. Pneumonia

Pneumonia is an infection that inflames the air sacs in the lungs, which may fill with fluid. This causes sharp chest pain, especially when coughing or breathing deeply. Symptoms include fever, chills, fatigue, and coughing up green, yellow, or even bloody mucus. Pneumonia can be life-threatening and requires immediate medical care.

6. Menstrual Cycle

In women, hormonal fluctuations during the menstrual cycle or ovulation can cause breast tissue to swell and become tender. This "heaviness" can result in pain felt underneath or around the breasts. This discomfort is usually temporary and disappears once the cycle ends.

7. Costochondritis

This is the inflammation of the cartilage that connects a rib to the breastbone (sternum). It can be triggered by injury, intense physical activity, or even severe coughing fits. Symptoms include sharp pain on either side of the chest, shortness of breath, and dizziness.

When Should You See a Doctor?

While some pain is minor, seek emergency medical help if you experience:

 * Sudden, sharp, and unbearable chest pain.

 * Pain that spreads to the arms, neck, or jaw.

 * Bluish tints on the skin or lips (cyanosis).

 * Intense difficulty breathing or extremely short breath.

 * Coughing up blood.

 * Dizziness, fainting, or loss of consciousness.


Toe Shape Personality Test: What Your Feet Reveal About Your Character


jari-kaki-doktersehat
photo credit : pexels.com

InkesMedik – Here is the translation of the article into English, followed by SEO titles and a 140-character description.

What Your Feet Say About You: Decoding Personality Through Toe Shapes

Every individual possesses a unique personality that defines their character and temperament. While some traits are innate from birth, others are shaped as we grow older. Having a strong, positive personality is essential for social harmony, as it serves as a foundation for building better relationships with those around us.

Traditionally, we judge personality through appearance, posture, eating habits, or speech. However, recent studies have introduced an intriguing method of character analysis: the shape of your toes and feet. Here is what your feet might be revealing about your inner self:

1. Small Toes: The Efficient Multitasker

If you have small toes, you are likely an excellent multitasker. Individuals with this trait are often characterized as friendly, intelligent, and highly strategic. You are a natural planner who can easily organize concepts and execute complex ideas with ease.

2. Large Toes: The Creative Visionary

Having large toes often points toward a personality rich in artistic talent. Research suggests that people with larger toes are highly creative in almost every aspect of their lives. Beyond their creativity, they are also known for having a sharp, analytical mind and deep thinking capabilities.

3. Foot Arch: The Mark of Independence

The arch of your foot also plays a role in defining your persona. A low arch (flat feet) is sometimes associated with a need for support and, in some traditional interpretations, may link to specific health or mental wellness considerations. On the other hand, individuals with high arches are often fiercely independent. They prefer to live on their own terms and rarely depend on others to get things done.


Her Face Was Covered in Bumps—The Cause Was a Living Worm!


benjolan_cacing_parasit_doktersehat_2
Photo Source: The New England Journal of Medicine

Inkes – Parasitic Worm Bump: A Rare Medical Case

Source: The New England Journal of Medicine

An unnamed 32-year-old woman recently discovered unusual bumps on her face. Initially, she didn't give them much thought; however, she eventually noticed something strange—the bumps were moving. Concerned, she decided to seek medical attention.

According to The New England Journal of Medicine, photos clearly document the migration of the bumps across the woman's face. It began as a small lump on her eyelid, but within days, it moved to her eyebrow and eventually settled in her upper lip.

Diagnosis: Dirofilaria repens

The examining physician diagnosed her with an infection caused by a parasitic worm called Dirofilaria repens. While it isn't entirely clear how the parasite entered her face, it is highly probable that it was transmitted through a mosquito bite.

> "The patient had recently traveled to a rural area outside Moscow, Russia. She reported being bitten frequently by mosquitoes during her stay. Physical examination revealed a long, mobile nodule in the left upper eyelid," the doctors noted in the journal published on Thursday, June 21, 2018.

Rare in Humans

Dirofilaria repens is a very thin, thread-like worm. While it enters the body through mosquito bites, it typically infects mammals such as dogs or cats. Human infections like the one experienced by this woman are considered extremely rare.

Fortunately, these worms cannot reproduce under human skin. However, infected individuals often experience a "creeping" sensation—a terrifying feeling of the worm wriggling beneath the surface of the skin.

To treat the condition, doctors performed a minor surgical procedure to remove the worm. The patient made a full and speedy recovery shortly after the extraction.

Would you like me to help you summarize this into a shorter social media post or perhaps create a list of vocabulary words based on this medical text?


Is Your Favorite Meal Killing Your Kidneys? The Silent Habit You Need to Stop.


daging-bakar-doktersehat
photo credit: Pexels

InkesMedik – Can Excessive Meat Consumption Damage Your Kidneys?

The kidneys are among the most vital organs in the human body. Without them, our bodies would be unable to regulate fluid levels, balance minerals, or filter out waste and toxins. Unfortunately, many of us maintain unhealthy lifestyles that ultimately lead to kidney damage.

Can Eating Meat Damage the Kidneys?

Health experts identify numerous causes of kidney damage, one of which is the habit of consuming excessive amounts of meat. Although meat is delicious, it should be consumed in moderation to avoid negative health effects.

Specifically regarding kidney health, red meat can trigger excessive acid production in the blood. This condition can lead to acidosis, a state where the kidneys can no longer effectively remove acid from the bloodstream. This forces the kidneys to work significantly harder, making them highly vulnerable to long-term damage. To protect your kidneys, it is wise to limit your intake of red meat.

Other Habits That Can Damage Your Kidneys

Beyond excessive meat consumption, several other common habits can jeopardize your kidney health. Here are the behaviors you should avoid:

1. Frequent Consumption of Processed Foods

Processed foods are typically high in phosphorus and sodium. While these minerals are necessary in small amounts, consuming them in excess can lead to kidney damage. Limit your intake of sausages, canned vegetables, cookies, packaged snacks, nuggets, and fast food.

2. Misusing Painkillers

Common over-the-counter pain relievers such as ibuprofen, aspirin, and acetaminophen are easily accessible. However, taking these medications frequently or without professional guidance can make the kidneys more prone to failure over time.

3. Dehydration (Lack of Water)

Health experts recommend drinking at least 2 liters of water daily to support overall health and ease the kidneys' workload. Busy schedules often lead to chronic dehydration, a condition that directly contributes to kidney strain and damage.

4. Excessive Salt Intake

A high-sodium diet does more than just raise your blood pressure; it also increases the risk of kidney disease. High blood pressure reduces blood flow to the kidneys, impairing their function while simultaneously forcing them to work harder to excrete the excess sodium.

5. Lack of Sleep

Poor sleep patterns disrupt the body’s circadian rhythm, which plays a role in regulating kidney function. When this rhythm is out of sync, the workload on the kidneys increases, making them more susceptible to damage.

6. Alcohol Consumption

Alcohol places a significant strain on kidney function. Research indicates that regular drinkers have a much higher risk of developing chronic kidney disease.

7. High Sugar Intake

Consuming foods and drinks high in sugar increases the risk of diabetes. Since diabetes is a leading cause of kidney failure, managing your sugar intake is essential for protecting these vital organs.

Would you like me to create a summary of "Kidney-Friendly Habits" based on this article for a 

quick reference guide?

Stop! 6 Popular Drinks That Are Secretly Ruining Your Iftar

soda-buruk-untuk-kesehatan-doktersehat
photo credit: Pexels



Don’t Break Your Fast with These 6 Drinks: Here’s Why

After a long day of fasting, it is natural to crave something cold and refreshing. However, health experts warn that many popular drinks consumed during Iftar (breaking of the fast) can actually have a negative impact on your health, especially when consumed on an empty stomach.

Drinks to Avoid Immediately When Breaking Your Fast
Many traditional Iftar drinks are high in sugar or acidity. While they quench your thirst instantly, frequent consumption can lead to various health issues. Here are the drinks you should be cautious of:

1. Tea
Similar to coffee, tea is not recommended as the first thing you drink when breaking your fast. Its acidic nature and caffeine content can trigger a spike in stomach acid or cause heartburn (dyspepsia) when the stomach is empty.

2. Excessive Plain Water
Wait—water is healthy, right? The issue here is quantity. Drinking too much water all at once immediately upon breaking your fast can lead to bloating or a feeling of "fullness" (begah) that prevents you from eating a nutritious meal. It is best to drink moderate amounts in intervals.

3. Coffee
Coffee is highly acidic and can irritate the stomach lining if consumed before eating. Furthermore, coffee is a diuretic, meaning it encourages urination. Instead of rehydrating your body after a day of fasting, coffee might cause you to lose even more fluids.

4. Full Cream Milk
While nutrient-dense, full-cream milk has a high fat content. Consuming heavy fats on an empty stomach can slow down digestion and cause discomfort. Experts suggest waiting until after you have eaten a light meal before enjoying a glass of milk.

5. Carbonated Drinks (Soda)
Sodas are often high in carbonation (gas), which leads to immediate bloating. They are also highly acidic and loaded with sugar. Regular consumption can cause tooth decay, bad breath, and dangerous spikes in blood sugar levels—especially for those with pre-diabetes or diabetes.

6. Ice Cream
The extreme cold temperature of ice cream can "shock" your digestive system after it has been inactive all day. This often results in stomach cramps, bloating, and indigestion.

Vicki Hull’s Lipedema Transformation: How Surgery Removed 22 Liters of Fat



kaki_bengkak_doktersehat_1
Photo Source: Caters News/Story Trender

InkesMedik – Beyond Weight Loss: The Incredible Transformation of Vicki Hull and Her Battle with Lipedema

When we think of weight gain, we often think of calories in versus calories out. But for 31-year-old Vicki Hull from Southampton, England, her body was fighting a battle that no amount of dieting could win. For 15 years, Vicki watched in horror as her legs grew to a disproportionate size, eventually reaching a point where her lower body felt like a heavy anchor, weighing 70 kg more than it should.

This isn’t just a story about surgery; it is a deep dive into a widely misunderstood medical condition called Lipedema, and the woman who fought to get her life back.

What is Lipedema? The Silent Condition Behind the Swelling

For years, Vicki struggled with the mystery of her changing body. While she admitted to a period of unhealthy snacking, something didn't add up. Even when she switched to a strict, healthy lifestyle and committed to regular exercise, her legs continued to balloon.

The diagnosis finally came five years ago: Lipedema.

Lipedema is a chronic medical condition characterized by a symmetric buildup of adipose tissue (fat) in the legs and arms. Unlike typical obesity, lipedema fat is "stubborn." It is often painful to the touch and, most importantly, it is resistant to diet and exercise. For Vicki, the condition was so advanced that her legs became completely disproportionate to the rest of her body, leading to physical pain and severe emotional distress.

The Physical and Emotional Toll

"My legs were much larger than the rest of my body," Vicki recalled. The physical weight—an extra 70 kg—made daily movement a struggle. However, the psychological weight was even heavier. Living with a visible, misunderstood condition led Vicki into a deep depression. In a society that often equates leg size with a lack of discipline, Vicki felt judged for a condition she couldn't control.

As her legs continued to swell, Vicki knew she needed a permanent solution. The answer was a specialized surgery to remove the diseased fat cells, but there was a catch: the procedure came with a price tag of £20,000.

A Community Rallies: The Journey to Surgery

Determined to reclaim her mobility and her happiness, Vicki turned to the community. Through a crowdfunding campaign, she managed to raise the necessary funds in a remarkably short time. This support was the lifeline she needed to undergo a life-altering transformation.

During the surgery, doctors performed a massive extraction, removing 22 liters of fat and excess skin from her arms and legs. The results were immediate and staggering. Within just two months, Vicki’s body weight was reduced by half.

A New Lease on Life

Today, Vicki Hull is a different woman. The physical transformation is obvious, but the mental shift is even more profound. "I feel much happier with my body shape now," she says. While she faces one final surgery next year to complete the process, the "heavy" days are behind her.

Vicki remains realistic about the future. Lipedema is a chronic condition, and there is always a fear of the fat returning. However, she is committed to a healthy lifestyle to maintain her results and serves as an inspiration for thousands of other women suffering from undiagnosed lipedema.

Key Takeaways: Recognizing the Signs of Lipedema

Vicki’s story highlights the importance of medical awareness. If you or someone you know experiences the following, it may be lipedema rather than standard weight gain:

 * Symmetrical swelling in the legs or arms, but not the feet or hands.

 * Fat that feels "nodular" or like small marbles under the skin.

 * Tenderness, pain, or easy bruising in the affected areas.

 * Weight that does not drop in the legs even with a calorie deficit.

Vicki Hull’s journey from depression to recovery is a powerful reminder that sometimes, the struggle isn't about willpower—it's about getting the right diagnosis.


Can Nearsightedness Be Cured? 6 Natural Ways to Reduce Myopia



mengobati-mata-minus-doktersehat

InkesMedik – Here is the comprehensive English translation of the article, followed by SEO-optimized titles and descriptions to ensure it performs well in search engines.

Can Myopia Be Cured? Understanding Causes, Risk Factors, and Natural Recovery

Can nearsightedness be treated? Can "minus eyes" return to normal? These are common questions for those suffering from Myopia, the medical term for nearsightedness. The good news is that with the right habits and interventions, there are ways to improve your vision and reduce dependence on glasses.

Typically, myopia occurs when we spend too much time focusing on objects at a close distance. When this happens, the eye muscles responsible for focusing become "locked" into this state. Relying solely on glasses can sometimes worsen the condition because it forces the muscles to adapt to an artificial correction rather than training them to focus naturally.

Root Causes of Declining Vision

Before exploring treatments, it is essential to understand why our vision declines. Key factors include:

 * Poor Diet: Excessive intake of simple carbohydrates, highly processed foods, and stress-eating.

 * Bad Reading Habits: Reading while lying down or in poorly lit environments.

 * Environmental Pollutants: Chemicals and preservatives in air, water, and food.

 * Lifestyle Choices: Excessive sugar consumption, lack of sunlight, and poorly configured workspaces.

 * Digital Strain: High screen time (TV and poor-quality computer monitors).

Understanding Risk Factors

Several factors can increase the likelihood of developing myopia:

 * Genetics: If one or both parents are nearsighted, your risk increases significantly.

 * Close-Up Work: Extensive reading, writing, or computer work—including gaming—is a major contributor.

 * Lack of Outdoor Time: Research suggests that spending time outdoors can lower the risk of developing myopia.

When to See a Professional

If distant objects appear blurry or your quality of life is affected, consult an eye specialist. Seek immediate medical attention if you experience:

 * Sudden appearance of numerous floaters (spots in your vision).

 * Flashes of light in one or both eyes.

 * A shadow-like curtain over your field of vision.

 * Note: These may be signs of retinal detachment, a rare but serious medical emergency.

How to Reduce Myopia: Practical Tips and Eye Exercises

You can manage and potentially reduce your eye prescription through self-care and eye gymnastics:

1. Habits to Improve Vision

 * Remove glasses whenever possible to let your eyes work naturally.

 * Shift focus: Regularly look at objects at varying distances.

 * Blink naturally: Avoid staring; keep a steady blinking rhythm.

 * Palming: Close your eyes and cover them with your palms, applying very light pressure to relax the muscles.

 * Nutrition: Consume carrots, orange-colored fruits, and acidic fruits high in vitamins.

 * Nature Therapy: Spend time looking at green mountains, wide fields, or the vast sea to relax eye focus.

2. Eye Gymnastics (Exercises)

Eye exercises help stimulate and contract eye muscles effectively. This can alleviate "eye stress" or fatigue, which often leads to myopia or hyperopia (farsightedness). Regular practice may help you eventually break free from the cycle of constantly increasing prescriptions and the annoyance of contact lenses.


5 Essential Eyebrow Threading Tips for Perfect Brows



InkesMedik – Here is the translation of the article into English, followed by SEO-optimized titles and descriptions.

Thinking of Eyebrow Threading? Here Are 5 Things You Must Know First

Neat and perfectly shaped eyebrows are a dream for many women. Well-groomed brows act as a frame for your face, instantly enhancing your natural features. Threading is one of the most popular and precise methods to shape your brows. However, before you head to the salon, here are several important things you should consider.

1. Choose an Experienced Salon

Threading is an art that requires precision and experience. Always visit a professional salon for this procedure. Look for practitioners who are certified and well-trained. A professional touch ensures that your eyebrows are shaped perfectly to complement your unique face shape.

2. Communication is Key

Don't just sit in the chair and stay silent. Discuss the exact look you want before the thread touches your skin. Do you prefer a low, medium, or high arch? Should the brows be thick, natural, or thin? Bringing a reference photo is helpful, but an experienced practitioner will also give advice on what suits your facial structure best.

3. Redness is Completely Normal

It is common for the skin around your eyebrows to appear red immediately after the procedure. Don't panic; this is a normal inflammatory response and usually subsides within a few hours. If your skin feels sensitive, you can apply a cold compress to the area to soothe it.

4. Avoid Products Immediately After

Once the threading is done, your pores are open and vulnerable. Resist the urge to apply moisturizer, cleanser, or makeup to the brow area for at least two hours. This waiting period prevents bacteria from entering the pores and reduces the risk of breakouts or irritation.

5. Put Down the Razor

Avoid using a razor on your brows before your threading appointment. Razors only cut hair at the surface, which can lead to coarse regrowth and painful ingrown hairs. Furthermore, shaving makes it difficult for the threading professional to catch the hair from the root, often resulting in an uneven finish.

By understanding these five tips, you can achieve the perfect brow shape while minimizing the risk of infection or unwanted results.

Happy grooming!



Sanprima (Cotrimoxazole): Uses, Dosage, and Side Effects

obat-sanprima-doktersehat

InkesMedik – Here is the comprehensive English translation of the medical article about Sanprima, followed by SEO-optimized titles and metadata.

What is Sanprima? Uses, Dosage, Side Effects, and Drug Interactions

Sanprima is a medication containing Cotrimoxazole, a combination antibiotic consisting of Trimethoprim and Sulfamethoxazole. This medication is specifically designed to treat various infections caused by bacteria.

How Sanprima Works

Sanprima combines two active ingredients that work synergistically to eliminate bacteria:

 * Trimethoprim: Acts as a bactericide, which directly kills bacteria.

 * Sulfamethoxazole: Acts as a bacteriostatic agent, which inhibits the growth and reproduction of bacteria.

This combination is effective against both Gram-positive and Gram-negative bacteria. Note: Sanprima is an antibiotic and is not effective for treating viral or fungal infections.

Benefits and Uses

Sanprima is generally prescribed to treat bacterial infections, including:

 * Respiratory tract infections

 * Otitis media (middle ear infections)

 * Urinary tract infections (UTI)

 * Brucellosis

 * Cholera

 * Pertussis (Whooping cough)

Dosage and Administration

Sanprima is available in three forms: Syrup, Tablet, and Forte Caplet. Dosage varies depending on the patient's age and the severity of the infection.

1. Sanprima Syrup (Trimethoprim 40 mg / Sulfamethoxazole 200 mg per 5 ml)

 * Infants (2–6 months): ½ measuring spoon (2.5 ml), twice daily.

 * Children (6 months – 5 years): 1 measuring spoon (5 ml), twice daily.

 * Children (5–12 years): 2 measuring spoons (10 ml), twice daily.

2. Sanprima Tablet (Trimethoprim 80 mg / Sulfamethoxazole 400 mg)

 * Children (1–5 years): ½ tablet, twice daily.

 * Children (5–12 years): 1 tablet, twice daily.

 * Adults: 2 tablets, twice daily.

3. Sanprima Forte Caplet (Trimethoprim 160 mg / Sulfamethoxazole 800 mg)

 * Adults: 1 caplet, twice daily. The dose may be increased for severe infections.

Usage Instructions

 * Take with food: It is recommended to consume Sanprima during or after a meal.

 * Consistency: Take the medication at the same time every day.

 * Missed Dose: Take it as soon as you remember. If it is close to the next dose, skip the missed one. Do not double the dose.

 * Consultation: Inform your doctor if the effects feel too strong or too weak.

Side Effects

While not everyone experiences them, possible side effects include:

 * Nausea and vomiting

 * Diarrhea

 * Fever

 * Muscle or joint pain

 * Allergic reactions (rash, itching)

If you experience signs of a severe allergic reaction, stop use immediately and contact a healthcare professional.

Drug Interactions

Sanprima may interact with several other drugs, reducing effectiveness or increasing side effects. Common drugs that may interact include:

 * Painkillers/NSAIDs: Aspirin, Ibuprofen.

 * Antibiotics: Amoxicillin, Ciprofloxacin.

 * Others: Methotrexate, Folic Acid, Omeprazole, Paracetamol, and various blood pressure medications (Amlodipine, Lisinopril).

 * Avoid alcohol during treatment as it may trigger adverse interactions.

Warnings and Precautions

 * Prescription Only: Sanprima is a potent drug and must be used under medical supervision.

 * Contraindications: Not for patients with hypersensitivity to Cotrimoxazole, severe liver/kidney impairment, or porphyria.

 * Pregnancy/Nursing: Categorized as Category C by the FDA. Use only if clearly needed and the benefits outweigh the risks. Consult your doctor if you are pregnant or breastfeeding.