Widget HTML (label produk)

Tampilkan postingan dengan label Informasi Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Kesehatan. Tampilkan semua postingan

4 Jenis Diet Terpopuler Sepanjang Masa


doktersehat-diet-vegan

Tipsehat – Diet adalah salah satu metode menurunkan berat badan yang menjadi pilihan terbaik bagi setiap orang, terutama wanita. Hal tersebut dikarenakan diet telah terbukti bisa mewujudkan impian wanita untuk memiliki berat badan ideal. Selain itu, diet pun terbilang cukup mudah dilakukan, yakni hanya membatasi pola makan secara baik dan sehat.

Tidak hanya mendapatkan berat badan impian saja, diet juga bisa memberikan kesehatan serta kebugaran jika dilakukan dengan benar. Pasalnya, saat melakukan diet, tubuh kita akan membuang segala macam kotoran serta racun penyebab datangnya berbagai macam penyakit. Maka dari itu, tak heran jika diet menjadi sangat populer.

Dengan kepopulerannya tersebut, muncul pula berbagai macam jenis diet sampai saat ini. Namun, dari begitu banyaknya jenis diet, tidak semuanya digemari karena berbagai macam alasan. Dilansir dari laman MedicalNewsToday, berikut adalah jenis diet terpopuler sepanjang masa:

1. Diet Mediterania

Jenis diet yang satu ini menganjurkan setiap pelakunya untuk mengonsumsi makanan nabati serta buah-buahan saja, tanpa nasi. Diet mediterania sendiri sangat populer di kalangan orang Yunani dan Italia Selatan sejak awal kemunculannya. Hal tersebut dikarenakan diet mediterania dianggap bisa mengusir lemak serta penyakit berbahaya di dalam tubuh.

2. Diet Vegan

Diet vegan tidak hanya populer di wilayah Eropa saja, tapi juga di Asia, termasuk Indonesia. Diet yang satu ini menerapkan pola makan yang hanya mengonsumsi sayuran saja, tanpa bahan hewani atau yang berasal dari hewan, seperti daging, telur, maupun susu.

3. Diet Ketogenik

Diet ketogenik dilakukan dengan mengurangi asupan makanan yang mengandung karbohidrat. Biasanya, diet ketogenik juga menambahkan asupan lemak baik yang digunakan sebagai pengganti energi karena karbohidrat telah berkurang. Adapun lemak baik tersebut bisa didapatkan dari makanan seperti apokat, kelapa, kacang, biji-bijian, dan sebagainya.

4. Diet Atkins

Diet atkins merupakan metode penurunan berat badan yang menekankan pada jumlah protein dan nutrisi yang dikonsumsi. Diet yang satu ini sangat banyak digunakan oleh orang yang ingin menurunkan berat badan.

Bahkan, pada pencarian laman Google, diet atkins memiliki traffic yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan jenis diet lainnya. Walaupun sangat populer, diet atkins tidak bisa sembarangan dilakukan, perlu pengawasan serta arahan dari dokter terlebih dahulu.




Memanfaatkan Bayam untuk Kulit yang Tampak Lebih Muda dan Sehat

manfaat-bayam-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

Tipsehat – Sayur bayam memang cukup populer karena mudah ditemukan dan kaya nutrisi. Sayur ini dianggap sebagai makanan fungsional karena kandungan nutrisi, antioksidan dan anti kanker yang terkandung di dalamnya. Dengan banyaknya kandungan nutrisi tersebut, tidak heran jika sayur ini juga akan bermanfaat untuk kulit Anda.

1. Menyembuhkan jerawat

Bayam merupakan bahan yang ampuh untuk membersihkan jerawat dan menjaga kulit tetap sehat. Anda bisa membuat masker bayam dengan mencampurkan bayam dengan sedikit air kemudian haluskan dalam blender. Oleskan campuran ini pada wajah dan diamkan selam 20 menit. Cara ini akan membersihkan wajah dari debu, minyak dan meredakan inflamasi pada kulit akibat jerawat. Hasilnya, kulit jadi lebih segar dari dalam.

Selain digunakan sebagai masker, Anda juga bisa membuat jus bayam dengan campuran sayur lainnya seperti 1/2 tomat, 1/4 mentimun, 1 wortel, 1 batang seledri, 1/2 paprika merah, 1/2 cangkir kubus, dan satu genggam bayam. Campur semua bahan ini menjadi jus dan minum setiap hari untuk penyembuhan kulit dengan cepat dan mencegah munculnya jerawat.

2. Melindungi kulit dari matahari

Bayam juga kaya vitamin B yang melindungi kulit dari bahaya sinar ultra violet. Paparan sinar ultraviolet dapat membahayakan kulit seperti kanker kulit hingga penuaan dini.

3. Manfaat anti panuaan

Bayam kaya antioksidan yang mampu menghancurkan radikal bebas di kulit Anda. Radikal bebas inilah yang dapat merusakn kulit sehingga menimbulkan masalah penuaan dini. Mengonsumsi bayam secara rutin akan menjaga kulit Anda tetap terlihat muda dan memperlamab degenerasi kulit.

4. Meningkatkan tampilan kulit

Vitamin K dan folat yang terkandung di dalam bayam akan membuat kulit tampak lebih bersih karena dapat meminimalkan munculnya jerawat, bekas luka, serta lingkaran hitam di sekitar mata. Vitamin dan mineral juga akan meredakan kulit kering dan gatal sehingga kulit Anda akan tampak lebih cerah dan sehat.




Cendo Mycos: Manfaat, Dosis, Efek Samping



cendo-mycos-doktersehat

Inkes – Cendo Mycos obat apa? Cendo Mycos adalah obat dengan kandungan Hydrocortisone acetate dan Chloramphenicol. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi mata akibat bakteri yang peka terhadap Chloramphenicol sekaligus membutuhkan terapi kortikosteroid.

Ketahui selengkapnya tentang Cendo Mycos mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Cendo Mycos

Nama ObatCendo Mycos
Kandungan ObatChloramphenicol dan Hydrocortisone acetate
Kelas ObatAntibiotik dan anti peradangan
KategoriObat resep
Manfaat ObatMengatasi infeksi mata
KontraindikasiHipersensitif
Sediaan ObatSalep mata, tetes mata

Cara Kerja Cendo Mycos

Cendo Mycos adalah obat untuk mengatasi infeksi mata. Cendo Mycos memiliki kandungan Chloramphenicol dan Hydrocortisone acetate. Chloramphenicol masuk ke dalam golongan obat antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi bakteri. Obat ini bersifat bakteriostatik, yaitu menyebabkan perkembangan bakteri bersifat tetap atau statis.

Sedangkan Hydrocortisone merupakan jenis obat kortikosteroid, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan yang diakibatkan oleh infeksi tersebut.

Manfaat Cendo Mycos

Secara umum, manfaat Cendo Mycos adalah untuk mengatasi infeksi bakteri dan peradangan pada mata. Beberapa kondisi yang umumnya dapat diatasi menggunakan obat mata Cendo Mycos adalah seperti berikut ini:

  • Uveitis
  • Konjungtivitis
  • Dakriosistitis
  • Keratitis

Selain kondisi di atas, Cendo Mycos juga mungkin digunakan untuk infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap Chloramphenicol.

Dosis Cendo Mycos

Obat mata Cendo Mycos tersedia dalam sediaan Cendo Mycos salep mata dan tetes mata. Cendo Mycos salep mata dan tetes mata memiliki kandungan Chloramphenicol 0.2% dan Hydrocortisone 0.5%.

Berikut adalah dosis Cendo Mycos yang disarankan:

  • Dosis Cendo Mycos salep mata: 3-4 kali per hari, dioleskan pada mata yang terinfeksi.
  • Dosis Cendo Mycos tetes mata: 1-2 tetes, digunakan 3-4 kali per hari pada mata yang terinfeksi.

Ikuti petunjuk dosis yang ada dalam kemasan obat. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis obat tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumya.

Petunjuk Penggunaan Cendo Mycos

Petunjuk penggunaan Cendo Mycos disesuaikan dengan sediaannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Cendo Mycos salep mata:

  • Sebelum menggunakan salep mata, bersihkan tangan menggunakan sabun.
  • Condongkan kepala ke belakang dan tarik kelopak mata bagian bawah dengan lembut.
  • Pegang tube salep dengan menggunakan tanga lainnya dan dekatkan dengan mata tanpa menyentuhnya.
  • Hindari kontak langsung antara ujung tube dengan mata, tangan, atau permukaan lainnya.
  • Oleskan salep ke kantong mata kira-kira sepanjang 1 cm.
  • Kedipkan mata secara perlahan, kemudian tutup mata Anda selama 1-2 menit.
  • Bersihkan sisa salep mata berlebih pada wajah.
  • Segera tutup kembali tube untuk menghindari kontaminasi obat.
  • Bersihkan tangan kembali.

Sedangkan petunjuk penggunaan Cendo Mycos untuk obat tetes mata adalah seperti berikut:

  • Condongkan kepala ke belakang dan tarik kelopak mata bagian bahwa dengan lembut.
  • Pegang tabung di atas mata dan lihat ke atas.
  • Tekan tabung hingga 1 tetes obat masuk ke kelopak mata. Jangan biarkan ujung tabung menyentuh mata. Jika menyentuh, maka sebaiknya buang 2 hingga 3 tetes obat, kemudian bilas ujung tabung.
  • Tutup mata selama satu atau dua menit.
  • Tekan dengan lembut sisi ujung mata dekat hidung untuk mencegah air mata.

Petunjuk Penyimpanan Cendo Mycos

Simpan obat mata Cendo Mycos sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Cendo Mycos yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Cendo Mycos pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat Cendo Mycos di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat Cendo Mycos dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Cendo Mycos dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Cendo Mycos

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Cendo Mycos. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan Cendo Mycos:

  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Iritasi
  • Infeksi sekunder
  • Penipisan kornea dan sklera
  • Reaksi alergi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek samping lainnya dari Cendo Mycos.

Interaksi Obat Cendo Mycos

Interaksi obat dapat terjadi ketika Cendo Mycos digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Cendo Mycos untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Cendo Mycos

Obat Cendo Mycos termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Cendo Mycos:

  • Jangan gunakan obat Cendo Mycos pada pasien yang hipersensitif terhadap Hydrocortisone acetate, Chloramphenicol, dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki kondisi seperti hipertensi dan diabetes.
  • Penggunaan Cendo Mycos pada ibu hamil masuk kategori C untuk ibu hamil yang artinya obat ini hanya dapat digunakan apabila manfaat yang didapatkan lebih besar dari efek samping yang mungkin terjadi.
  • Jangan hentikan penggunaan obat ini tanpa petunjuk dokter karena menghentikan penggunaan antibiotik sembarangan dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap obat.



15 Cara Mengatasi Bibir Kering (Mudah dan Efektif)



cara-mengatasi-bibir-kering-doktersehat

MediNetiz – Setiap orang pasti pernah mengalami kekeringan pada bibirnya. Kondisi bibir kering ini tentunya menyebabkan ketidaknyamanan, bukan? Ditambah lagi, bibir yang kering mengurangi estetika bibir sehingga secara tidak langsung turut memengaruhi tingkat kepercayaan diri. Lantas, apa penyebab bibir kering? Bagaimana cara mengatasi bibir kering yang benar dan efektif?

Penyebab Bibir Kering

Bibir adalah bagian tubuh yang tidak memiliki kelenjar minyak. Oleh sebab itu, bibir tidak dapat melakukan proses pelumasan secara alami.

Fakta ini menjadikan bibir rentan mengalami kekeringan dan juga pecah-pecah. Penyebab bibir kering atau pecah-pecah lebh dikarenakan minimnya tingkat kelembaban bibir yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti udara, kurang cairan, atau tubuh sedang dalam kondisi sakit. Selain itu, paparan sinar matahari juga turut menyebabkan bibir menjadi kering.

Cara Mengatasi Bibir Kering

Bibir kering tergolong masalah kesehatan ringan. Akan tetapi, kondisi ini sangatlah mengganggu, baik kenyamanan maupun penampilan bibir. Terlebih lagi jika bibir sudah sampai mengalami pecah-pecah, bukan tidak mungkin bibir menjadi rentan berdarah.

Berikut ini ada sejumlah cara mengatasi bibir kering yang bisa Anda lakukan guna mengobati kondisi bibir kering tersebut.

1. Lip Balm

Lip balm memiliki fungsi untuk melembabkan bibir. Tentunya tak salah memanfaatkan produk ini sebagai cara mengobati bibir kering yang Anda alami. Penggunaan lip balm lebih ditujukan untuk melindungi bibir dari paparan sinar matahari maupun udara panas dan kering, yang mana hal ini merupakan salah satu penyebab bibir kering paling umum.

2. Petroleum Jelly

Berfungsi sebagai pelembab kulit, produk pelembab petroleum jelly juga bisa Anda gunakan sebagai cara menghilangkan bibir kering. Petroleum jelly efektif dalam menjaga kadar kelembaban bibir agar tetap ideal. Pun, petroleum jelly disebut-sebut dapat mengatasi masalah bibir pecah-pecah berikut luka yang ditimbulkan.

Oleskan petroleum jelly pada permukaan bibir Anda secara merata. Lakukan cara mengatasi bibir kering ini secara rutin 1 – 2 kali sehari sampai bibir kering sembuh.

3. Madu

Madu sudah lama dipercaya bisa efektif untuk mengatasi pelbagai masalah kesehatan, dari yang ringan hinga serius sekalipun, tak terkecuali sebagai cara mengobati bibir kering. Madu adalah pelembab alami yang diklaim efektif membuat bibir senantiasa terjaga kelembabannya sehingga tidak mudah kering apalagi sampai pecah-pecah.

Tak hanya itu, madu juga diperkaya dengan zat-zat yang bersifat anti-bakteri. Hal ini tentu saja membuat madu dapat melindungi bibir dan juga mulut dari serangan bakteri jahat yang bisa menyebabkan masalah pada mulut.

4. Lidah Buaya

Lidah buaya (aloe vera) diperkaya oleh pelbagai zat alami yang membuatnya bermanfaat untuk mencegah dan mengobati masalah kesehatan, termasuk bibir kering.

Anda juga bisa menjadikan gel lidah buaya sebagai cara mengatasi bibir kering yang sedang dialami. Oleskan gel lidah buaya pada bibir sesaat sebelum tidur. Lakukan cara ini secara rutin sampai hasilnya terlihat.

5. Mentimun

Menggunakan mentimun juga menjadi cara menghilangkan bibir kering secara alami yang efektivitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

Manfaat mentimun untuk mengobati bibir kering dan pecah-pecah tak lepas dari kandungan nutrisi dan vitamin di dalamnya, sebut saja vitamin C. Iris timun, kemudian olesi bibir Anda dengan irisannya tersebut secara perlahan. Diamkan selama kurang lebih 15 menit, kemudian bilas dengan air bersih. Lakkukan cara ini 2 – 3 kali sehari untuk hasil yang maksimal.

6. Tomat

Buah berwarna merah ini kaya akan air, vitamin A, vitamin C, likopen, dan sejumlah nutrisi penting lainnya. Atas dasar tersebut, tomat adalah alternatif obat bibir kering alami yang bisa Anda manfaatkan guna menghilangkan bibir kering maupun pecah-pecah.

Sama seperti poin sebelumnya, Anda hanya cukup memotong tomat menjadi beberapa irisan, kemudian oleskan irisan tersebut pada bibir secara merata. Tunggu selama kurang lebih 15 menit sebelum mencuci bibir dengan air bersih.

7. Lemon

Kandungan vitamin C dan air yang tinggi pada buah berkulit kuning ini sudah pasti sangat ampuh guna menghilangkan bibir kering dan pecah-pecah yang Anda alami.

Anda bisa mencampur lemon dan madu, kemudain mengoleskannya pada bibir secara merata sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari.

8. Minyak Zaitun

Semua mungkin sudah tidak asing dengan pelbagai manfaat yang dimiliki oleh minyak zaitun. Minyak yang berasal dari ekstraksi buah zaitun ini ternyata juga bisa menjadi cara mengobati bibir kering yang efektif.

Kandungan asam lemak yang dimiliki minyak zaitun disinyalir menjadi alasan mengapa minyak ini cocok digunakan oleh Anda yang sedang mengalami bibir kering atau pecah-pecah. Pun, minyak zaitun membuat bibir senantiasa lembut dan memiliki tingkat kekenyalan yang ideal.

Oleskan minyak zaitun secara merata pada bibir Anda sebanyak 2 – 3 kali dalam sehari. Tunggu sekitar 15 menit, kemudian cuci bibir dengan air bersih.

9. Penuhi Asupan Cairan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab bibir kering adalah kurangnya asupan cairan pada tubuh. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi yang berujung pada kondisi bibir tak terkecuali.

Jadi, cara agar bibir tidak kering sejatinya bisa Anda terapkan dengan senantiasa menjaga agar kebutuhan cairan harian tercukupi. Minumlah sekitar 8 – 10 gelas air putih setiap hari, terlebih lagi jika kebetulan banyak aktivitas di luar ruangan.

10. Konsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi juga menjadi cara mengatasi bibir kering yang paling efektif. Buah dan sayur—terutama yang mengandung vitamin C dan serat—adalah jenis makanan yang sudah selayaknya ada di dalam menu sehari-hari jika Anda ingin terhindar dari mengalami bibir kering, pun apabila sudah terlanjur mengalami bibir kering dan ingin mengobatinya.

11. Tidak Membasahi Bibir dengan Liur

Manakala mengalami bibir kering, umumnya Anda akan secara naluriah membasahi bibir dengan air liur, baik dengan cara menjilatinya dengan lidah, atau memasukkan bibir ke dalam mulut. Meskipun bibir menjadi basah, faktanya hal bukan merupakan cara mengatasi bibir kering yang benar, lho.

Membasahi bibir sebagai cara agar bibir tidak kering faktanya merupakan kegiatan yang tidak serta-merta membebaskan Anda dari masalah kesehatan yang satu ini. Pasalnya, air liur (saliva) memiliki sifat cepat menguap. Alih-alih bibir kering hilang, yang terjadi justru kondisi bibir kering dan bibir pecah-pecah menjadi bertambah parah.

12. Tidak Menggigit Bibir

Nah, Anda yang suka menggigit bibir juga baiknya hentikan kebiasaan tidak baik ini. Menghindari aktivitas menggigit bibir adalah cara agar bibir tidak kering. Pasalnya, menggigit bibir dapat menyebabkan rusaknya lapisan pelindung bibir, yang mana hal ini akan membuat bibir rentan mengalami kekeringan dan pecah-pecah.

13Tidak Menggunakan Lipstik Matte

Anda para wanita mungkin kerap menggunakan lipstik dengan warna matte. Pasalnya, lipstick jenis ini cenderung lebih tahan lama di bibir. Namun sayangnya, lipstik matte adalah lipstick yang tidak dilengkapi dengan pelembab. Alhasil, menggunakan lipstik ini berpotensi menyebabkan bibir menjadi kering.

Oleh sebab itu, cara agar bibir tidak kering yang juga sebaiknya Anda lakukan adalah dengan menghindari pemakaian lipstik matte ini. Kalaupun tetap ingin memakainya, pastikan saat membersihkan lipstik, gunakan pelembab bibir agar bibir tetap terhidrasi.

14. Hindari Pemicu Alergi (Alergen)

Khusus untuk Anda yang memiliki riwayat alergi, seperti alergi makanan atau bahan kimia tertentu, menghindari pemicu alergi (alergen) adalah cara agar bibir tidak kering yang bisa dilakukan. Pasalnya, alergen akan menyebabkan tubuh mengalami reaksi alergi, dan apabila reaksi alergi terjadi di area bibir dan mulut, hal ini dapat berakibat pada kondisi bibir kering.

15. Tidak Bernapas Melalui Mulut

Cara agar bibir tidak kering yang juga tak kalah penting adalah, tidak bernapas melalui mulut. Bernapas melalui mulut hanya akan membuat proses pengeringan bibir menjadi lebih cepat. Gunakanlah hidung yang memang sudah diciptakan sebagai saluran pernapasan utama tubuh.

Itu dia informasi mengenai cara mengatasi bibir kering yang perlu Anda ketahui. Bibir yang sehat dan menawan tentunya menjadi dambaan semua orang. Oleh sebab itu, jaga selalu kesehatan bibir Anda, ya. Semoga bermanfaat!




Gondongan: Penyebab, Gejala, Pengobatan Pencegahan



penyakit-gondongan-doktersehat

MediNetiz – Gondongan adalah infeksi virus menular yang biasa terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Gondongan biasanya ditandai dengan pembengkakan yang membesar dan menyakitkan di satu atau kedua sisi wajah bagian bawah telinga (kelenjar parotis). Kelenjar parotis adalah kelenjar yang memproduksi air liur. Gondongan adalah penyakit yang menular melalui beberapa cara.

Penyebab Gondongan

Penyakit gondongan (mumps) adalah suatu penyakit berupa benjolan pada leher yang disebabkan oleh infeksi virus (paromyxovirus) dan disertai rasa nyeri. Benjolan ini dapat bersifat unilateral (satu sisi) atau bilateral (kedua sisi). Virus ini dapat ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari bersin atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang telah terkontaminasi oleh ludah penderita.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemik atau epidemik, gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya. Cara mengobati gondongan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan lokasi penyebaran infeksi virus.

Gejala Gondongan

Awalnya seseorang yang terinfeksi oleh virus gondongan ini tidak memiliki tanda dan gejala apapun. Namun selama 2 sampai 3 minggu setelah terpapar infeksi virus ini, barulah gejala akan muncul.

Tanda khas dari penyakit gondongan ini adalah adanya pembengkakan keluar dari kelenjar liur atau ludah berupa benjolan antara pangkal pipi dan sudut rahang bawah. Gejala dan tanda yang lain yang biasa menyertai penyakit gondongan ini, antara lain berupa:

  • Rasa nyeri pada benjolan, akibat pembengkakan kelenjar ludah (dapat unilateral atau bilateral)
  • Rasa nyeri saat mengunyah dan menelan makanan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mudah merasa lemas dan kelelahan

Karena penyakit gondongan ini disebabkan oleh infeksi virus, biasanya gejala dan tanda infeksi ini akan menghilang dengan sendirinya setelah 4-8 hari kemudian, namun penanganan medis penting diberikan karena mengingat komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh infeksi ini.

Komplikasi Sakit Gondongan

Komplikasi penyakit gondongan cenderung terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak, adapun komplikasi yang perlu diwaspadai antara lain:

1. Orchitis

Testis mengalami peradangan, pembengkakan dan disertai rasa sakit; terjadi pada 1 dari 5 orang dewasa yang terjangkit penyakit gondongan. Pembengkakan pada umumnya mereda setelah 1 minggu setelah infeksi gondongan teratasi. Risiko terburuk dari komplikasi orchitis adalah kemandulan.

2. Meningitis

Terjadi ketika virus menyebar melalui sawar darah dan selaput pelindung dinding saraf tulang belakang dan otak.

3. Ensefalitis

Menyambung dari komplikasi meningitis, infeksi virus menyebar ke otak dan menyebabkan kerusakan dari sistem saraf pusat dan merupakan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

4. Pankreatitis

Infeksi virus menyerang organ pankreas dan biasanya dapat menyebabkan gejala seperti nyeri pada perut bagian atas, rasa mual dan muntah.

5. Kehilangan pendengaran

Komplikasi ini dapat terjadi pada satu atau kedua telinga, meskipun jarang namun kehilangan pendengaran akibat infeksi ini dapat bersifat permanen

6. Gangguan irama jantung

Komplikasi yang jarang terjadi, namun menurut penelitian infeksi virus gondongan ini dapat berhubungan dengan penyakit irama jantung dan penyakit dari otot jantung.

7. Keguguran

Ibu hamil yang terinfeksi virus gondongan ini terutama pada awal-awal usia kehamilan (trimester pertama), dapat meningkatkan kontraksi rahim sehingga dapat meningkatkan risiko untuk mengalami keguguran.

Cara Mengobati Gondongan

Telah disinggung sebelumnya, karena penyakit gondongan merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, biasanya infeksi ini akan sembuh dengan sendirinya 4-8 hari setelah infeksi terjadi. Sehingga tidak perlu obat gondongan atau pengobatan khusus untuk infeksi ini, dan penanganan biasanya hanya difokuskan untuk mengurangi gejala dan keluhan serta mencegah terjadinya komplikasi.

Pasien dengan infeksi gondongan ini, biasanya akan mengalami gejala berupa demam (suhu >37.5 derajat Celcius) dan penanganannya adalah dengan pemberian obat antipiretik atau penurun demam seperti paracetamol atau aspirin.

Berikut cara mengobati gondongan lainnya yang dapat mempercepat proses pemulihan akibat infeksi gondongan, antara lain:

  • Cukup istirahat, untuk membantu proses pemulihan sistem imun.
  • Mengonsumsi air lebih banyak, untuk menghindari keadaan dehidrasi yang dapat terjadi akibat demam.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang padat, karena proses mengunyah makanan dapat meningkatkan rasa sakit. Sebaiknya diganti dengan makanan yang bersifat encer seperti bubur saring atau oatmeal.
  • Hindari makanan atau minuman yang bersifat asam, seperti yogurt yang asam, karena dapat meningkatkan rasa nyeri.
  • Kompres dengan air dingin, untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari infeksi ini.
  • Menggunakan obat penahan sakit.

Penderita dengan infeksi gondongan ini, pria khususnya, yang telah mengalami orchitis, sebaiknya segera mengonsultasikan diri Anda ke dokter terdekat agar mendapatkan penanganan sedini mungkin, untuk mencegah perburukan komplikasi yang dapat terjadi dikemudian hari.

Kebanyakan orang yang menderita sakit gondongan tidak akan mengalami penyakit ini di lain waktu karena sistem imunitas tubuh sudah mengenali dan dapat mencegah infeksi.

Mencegah Penyakit Gondongan

Vaksin gondongan merupakan alternatif terbaik mencegah penyakit ini. Vaksin gondongan biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi, MMR (Measles, Mumps, Rubella), yang dimana dapat juga mencegah tubuh dari infeksi rubella dan campak. Vaksin MMR diberikan kepada anak-anak saat mereka berusia 1 tahun atau lebih. Anak-anak yang tidak mendapatkan vaksin MMR, biasanya memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi daripada yang telah mendapatkan vaksin.

Mencegah Penyebaran Gondongan

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran sakit gondongan, di antaraya:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun secara rutin
  • Tidak mengunjungi sekolah atau tempat kerja dan tempat umum lainnya hingga 5 hari setelah infeksi penyebab gondongan mulai memperlihatkan gejala
  • Menutup mulut dan hidung dengan masker

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terlalu Banyak Minum Air Kelapa Bisa Picu Serangan Jantung?



manfaat-air-kelapa-hijau-doktersehat

MediNetiz – Air kelapa termasuk dalam minuman yang digemari oleh siapa saja. Rasanya yang menyegarkan dan kemampuannya dalam menghilangkan dahaga membuatnya selalu dicari-cari banyak orang. Hanya saja, belakangan ini ada anggapan yang menyebut terlalu banyak mengonsumsi air kelapa bisa memicu serangan jantung. Apakah hal ini memang benar?

Bahaya minum air kelapa berlebihan

Meski bisa memberikan manfaat kesehatan, kandungan kalium di dalam air kelapa ternyata juga bisa memberikan efek samping bagi kesehatan jika terlalu banyak dikonsumsi. Hal ini diungkap oleh sebuah penelitian yang bertajuk Death by Coconut.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa kandungan kalium di dalam air kelapa bisa sampai 10 kali lipat jika dibandingkan dengan yang ada dalam minuman berolahraga. Masalahnya adalah karena rasanya yang nikmat dan menyegarkan, kita bisa mengonsumsi air kelapa dalam jumlah yang jauh lebih banyak.

Kaitan antara air kelapa dengan risiko serangan jantung

Pada penelitian yang hasilnya diunggah dalam jurnal berjudul Circulation, dihasilkan fakta bahwa minum air kelapa akan memicu asupan kalium dengan berlebihan atau yang disebut sebagai hyperkalemia. Penelitian ini juga mengungkap kasus kematian pria berusia 42 tahun akibat terlalu banyak mengonsumsi air kelapa.

Pria yang diketahui berada dalam kondisi sehat ini baru bermain tenis dan kemudian menghilangkan dahaga dengan minum air kelapa sebanyak 8 gelas besar atau sekitar 2,6 liter. Air kelapa sebanyak ini memiliki hampir 700 mg kalium. Setelahnya, sang pria jatuh pingsan hingga dilarikan ke rumah sakit.

Setelah diperiksa oleh dokter, barulah diketahui bahwa kandungan kalium di dalam tubuhnya mencapai 5.500 miligram atau jauh lebih tinggi dari normal, yakni sekitar 4.700 mg saja.

Jika sampai tubuh mengalami kelebihan kalium, maka kita akan mengalami gejala seperti nyeri pada perut, gangguan napas, munculnya keringat dingin, kepala pusing, hingga sensasi tidak nyaman pada dada dan lengan.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kalium dalam mempengaruhi otot, termasuk otot jantung. Karena alasan inilah kinerja jantung bisa terganggu dan akhirnya meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Kandungan air kelapa yang sebaiknya tidak sering dikonsumsi

Selain keberadaan kalium yang memang sebaiknya tidak dikonsumsi dengan berlebihan, pakar kesehatan menyebut adanya kandungan lain di dalam air kelapa yang sebaiknya memang tidak dikonsumsi dengan berlebihan.

Berikut adalah kandungan-kandungan tersebut.

  1. Sodium

Sodium adalah kandungan yang bisa kita temukan di dalam garam. Meski bisa membuat rasa makanan atau minuman menjadi lebih gurih, konsumsi sodium dengan berlebihan bisa memberikan beberapa dampak buruk bagi kesehatan seperti peningkatan tekanan darah. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika tekanan darah tinggi bisa berimbas buruk pada risiko terkena penyakit jantung atau stroke.

Di dalam satu gelas air kelapa, kita sudah mendapatkan 252 miligram sodium atau sekitar 17 persen dari batasan konsumsi asodium harian. Jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak, dikhawatirkan asupan sodium harian bisa menjadi berlebihan dan akhirnya membahayakan kesehatan tubuh.

  1. Gula

Air kelapa yang tidak diberi tambahan gula atau sirup memiliki kandungan 6 gram gula alami di setiap gelasnya. Masalahnya adalah seringkali produk air kelapa yang kita konsumsi sudah diberi tambahan gula. Sebagai contoh, banyak penjual air kelapa di pinggir jalan yang menambahkan gula merah atau sirup demi membuatnya memiliki rasa yang lebih segar.

Keberadaan gula tambahan ini membuat asupan kalori harian bisa meningkat sehingga akhirnya meningkatkan risiko terkena obesitas. Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga bisa meningkatkan risiko diabetes.

Karena alasan inilah sebaiknya kita mengonsumsi air kelapa yang tidak diberi tambahan apapun dan memastikan untuk tidak meminumnya dengan berlebihan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Penyakit ITP: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan



penyakit-ITP-doktersehat

MediNetiz – Idiopatik Trombositopenik Purpura atau disebut penyakit ITP, adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup platelet (trombosit). Trombosit adalah sel darah yang membantu menghentikan pendarahan dengan menempel bersama untuk membentuk gumpalan yang menutup luka kecil atau pecah.

Para peneliti percaya bahwa ITP adalah penyakit gangguan autoimun. Tubuh biasanya membuat antibodi melawan infeksi, tetapi dalam ITP antibodi ini menyerang dan menghancurkan trombosit sehat tubuh. Apa yang menyebabkan ini tidak diketahui. Penyakit ITP terjadi pada 50 hingga 150 orang per juta setiap tahun. Sekitar setengah dari orang yang terkena dampak adalah anak-anak. ITP dapat memengaruhi wanita 2 hingga 3 kali lebih sering daripada pria.

Penyebab ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura)

Istilah “idiopatik,” digunakan sebagai kondisi sebelumnya, berarti “penyebab yang tidak diketahui.” Sebelumnya, nama ini digunakan karena penyebab ITP tidak dipahami dengan baik. Namun, sekarang jelas bahwa sistem kekebalan tubuh memainkan peran penting dalam pengembangan penyakit ITP, dengan demikian namanya yang lebih baru, trombositopenia imun.

Dalam ITP, sistem kekebalan menghasilkan antibodi terhadap trombosit. Trombosit ini ditandai untuk dihancurkan dan dihilangkan oleh limpa, yang menurunkan jumlah trombosit. Sistem kekebalan tubuh juga mengganggu sel-sel yang bertanggung jawab atas produksi trombosit normal, yang selanjutnya dapat menurunkan jumlah trombosit dalam aliran darah.

Pada anak-anak, penyakit ITP biasanya berkembang akut setelah virus. Pada orang dewasa, ITP biasanya berkembang seiring waktu.

ITP juga dapat diklasifikasikan sebagai primer, terjadi sendiri, atau sekunder, terjadi bersamaan dengan kondisi lain. Sementara pemicu sekunder meliputi, penyakit autoimun, infeksi kronis, obat-obatan, kehamilan, dan kanker tertentu.

ITP adalah penyakit yang tidak menular dan tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Jenis ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura )

Penyakit Idiopatik Trombositopenik Purpura (ITP) terdiri dari dua jenis, berikut di antaranya:

1. ITP akut

Penyakit ITP akut adalah jenis ITP sementara atau jangka pendek. Biasanya berlangsung kurang dari 6 bulan. Ini adalah jenis ITP yang paling umum dan terjadi terutama pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, biasanya berusia antara 2 dan 4 tahun. Ini sering terjadi setelah seorang anak memiliki infeksi atau sakit dengan virus.

2. ITP kronis

Penyakit ITP kronis bersifat jangka panjang, biasanya menyebabkan gejala sakit ITP selama 6 bulan atau lebih. Sebagian besar memengaruhi orang dewasa, tetapi kadang-kadang remaja atau anak-anak dapat mengembangkannya.

Gejala ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura)

Pada penyakit ITP yang akut, gejalanya dapat timbul secara mendadak. Sementara pada stadium kronis, gejala sakit ITP akan timbul secara perlahan. Berikut gejalanya:

  • Bintik-bintik merah di kulit
  • Adanya darah dalam tinja dan urine
  • Perdarahan di gusi (misalnya, selama perawatan gigi)
  • Mimisan
  • Memar tanpa penyebab yang pasti
  • Menstruasi berat yang tidak normal
  • Perdarahan berkepanjangan dari luka

Diagnosis ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura)

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dan akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda dan obat-obatan yang diminum.

Dokter juga akan melakukan tes darah yang mencakup hitung darah lengkap. Tes darah juga dapat mencakup tes untuk mengevaluasi fungsi hati dan ginjal, tergantung pada gejala sakit ITP. Tes darah lanjutan yang memeriksa antibodi trombosit juga dapat direkomendasikan.

Dokter juga akan meminta apusan darah, di mana sebagian darah ditempatkan pada kaca slide dan dilihat di bawah mikroskop untuk memverifikasi jumlah dan penampilan trombosit yang terlihat dalam jumlah darah lengkap.

Jika Anda memiliki jumlah trombosit yang rendah, dokter juga dapat memesan tes sumsum pada tulang. Jika menderita ITP, sumsum tulang Anda akan normal. Ini karena trombosit Anda hancur dalam aliran darah dan limpa setelah mereka meninggalkan sumsum tulang. Jika sumsum tulang tidak normal, jumlah trombosit yang rendah kemungkinan akan disebabkan oleh penyakit lain, bukan ITP.

Pengobatan ITP (Idiopatik Trombositopenik Purpura)

Dokter akan memilih perawatan berdasarkan jumlah trombosit yang Anda miliki dan seberapa sering dan seberapa banyak mengalami pendarahan. Dalam beberapa kasus, perawatan tidak diperlukan. Misalnya, anak-anak yang mengembangkan ITP akut biasanya pulih dalam waktu enam bulan atau kurang tanpa perawatan apa pun.

Orang dewasa penderita ITP yang tidak terlalu parah mungkin juga tidak memerlukan perawatan. Namun, dokter tetap ingin memantau jumlah trombosit dan sel darah merah untuk memastikan Anda tidak memerlukan perawatan di masa depan.

Jumlah trombosit yang menjadi terlalu rendah membuat Anda berisiko mengalami perdarahan spontan di otak dan organ lainnya. Jumlah sel darah merah yang rendah juga bisa menjadi pertanda perdarahan internal.

1. Obat-obatan

Jika Anda atau anak Anda memerlukan perawatan, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan sebagai pengobatan pertama. Obat yang paling biasa digunakan untuk mengobati penyakit ITP di antaranya:

  • Kortikosteroid

Dokter mungkin meresepkan kortikosteroid, seperti prednison (Rayos), yang bisa meningkatkan jumlah trombosit dengan mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh.

  • Imunoglobulin Intravena (IVIg)

Jika perdarahan telah mencapai tingkat kritis atau akan menjalani operasi dan perlu meningkatkan jumlah trombosit dengan cepat, Anda mungkin diberikan imunoglobulin intravena (IVIg).

  • Imunoglobulin anti-D

Obat ini untuk orang yang memiliki darah Rh-positif. Seperti terapi IVIg, terapi ini dengan cepat meningkatkan jumlah trombosit, dan bekerja lebih cepat daripada IVIg. Namun, memiliki efek samping yang serius, sehingga individu harus dipilih dengan cermat untuk perawatan ini.

  • Rituximab (Rituxan)

Obat ini adalah terapi antibodi yang menargetkan sel-sel kekebalan tubuh yang bertanggung jawab untuk memproduksi protein yang menyerang trombosit. Ketika obat ini mengikat sel-sel kekebalan, yang dikenal sebagai sel B, mereka hancur. Ini berarti ada lebih sedikit sel B di sekitarnya, yang berarti lebih sedikit sel yang tersedia untuk membuat protein yang menyerang trombosit. Namun, tidak jelas apakah pengobatan ITP ini memiliki manfaat jangka panjang.

  • Agonis reseptor trombopoietin

Agonis reseptor trombopoietin, termasuk romiplostim (Nplate) dan eltrombopag (Promacta), membantu mencegah memar dan pendarahan dengan menyebabkan sumsum tulang memproduksi lebih banyak trombosit. Kedua obat ini telah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk pengobatan jumlah trombosit yang rendah karena ITP kronis.

Jika obat-obatan di atas tidak meningkatkan gejala sakit ITP Anda, dokter dapat memilih untuk meresepkan obat lain, termasuk:

  • Imunosupresan umum

Imunosupresan biasanya menghambat aktivitas keseluruhan sistem kekebalan tubuh. Mereka tidak menargetkan komponen spesifik sistem kekebalan yang terkait dengan ITP. Ini termasuk, cyclophosphamide (Cytoxan), Azathioprine (Imuran, Azasan), dan mycophenolate (CellCept).

Namun, obat tersebut tersebut memiliki efek samping yang signifikan. Begitu sering mereka digunakan hanya dalam kasus-kasus parah yang belum menanggapi perawatan lain.

  • Antibiotik

Helicobacter pylori merupakan bakteri yang menyebabkan sebagian besar tukak lambung, telah dikaitkan dengan ITP pada beberapa orang. Terapi antibiotik untuk menghilangkan H. pylori telah terbukti membantu meningkatkan jumlah trombosit pada individu tertentu.

2. Operasi

Jika mengalami ITP parah dan obat-obatan tidak meningkatkan gejala atau jumlah trombosit Anda, dokter mungkin menyarankan operasi untuk mengangkat limpa Anda. Ini disebut splenectomy. Limpa Anda terletak di perut kiri atas.

Splenectomy biasanya tidak dilakukan pada anak-anak karena tingginya tingkat pengurangan spontan, atau peningkatan yang tidak terduga. Memiliki splenectomy juga meningkatkan risiko infeksi bakteri tertentu di masa depan.

3. Perawatan darurat

Bahaya penyakit ITP yang parah atau meluas membutuhkan perawatan darurat. Kondisi ini biasanya termasuk transfusi trombosit pekat dan pemberian kortikosteroid intravena seperti metilprednisolon (Medrol), IVIg, atau perawatan anti-D.

4. Perubahan gaya hidup

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa perubahan gaya hidup demi pengobatan untuk Idiopatik Trombositopenik Purpura, termasuk di antaranya:

  • Hindarilah obat-obatan bebas tertentu yang dapat memengaruhi fungsi trombosit, termasuk aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), dan obat pengencer darah warfarin (Coumadin).
  • Batasi asupan alkohol karena mengonsumsi alkohol dapat memengaruhi pembekuan darah.
  • Pilih aktivitas yang berdampak rendah daripada olahraga berat yang berdampak tinggi lainnya untuk mengurangi risiko cedera dan pendarahan.



5 Tips Makan Nasi Untuk Penderita Diabetes


Nasi-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

MediNetiz – Nasi adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan, ada sebagian orang yang masih menganggap belum makan jika belum makan nasi. Masalahnya adalah, ada banyak sekali penderita diabetes yang mengaku kesulitan untuk mengatur konsumsi nasi hariannya akibat kebiasaan ini.

Penyebab penderita diabetes harus membatasi konsumsi nasi

Penderita diabetes memang harus membatasi konsumsi nasi. Hal ini disebabkan oleh indeks glikemik di dalam nasi yang cukup tinggi, yakni mencapai angka 70. Memang, hal ini menandakan bahwa nasi bisa menjadi sumber energi yang baik, namun bagi penderita diabetes, indeks glikemik yang tinggi bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat.

Nasi juga termasuk dalam makanan dengan indeks beban glikemik yang tinggi, tepatnya di angka 29. Hal ini berarti, kadar karbohidrat yang diserap oleh tubuh cukup tinggi dan cepat. Hal inilah yang membuat setelah makan nasi kadar gula darah naik dengan sangat cepat.

Karena alasan inilah, penderita diabetes sebaiknya mulai menurunkan asupan nasi, tidak lagi memakannya tiga kali sehari seperti sebelumnya atau setidaknya mulai menurunkan porsinya setiap kali makan demi mencegah lonjakan kadar gula darah yang bisa saja meningkatkan risiko terkena komplikasi.

Tips makan nasi bagi penderita diabetes

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk memperhatikan asupan konsumsi nasi sehari-hari demi menjaga kondisi kesehatannya.

Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan sebelum mengonsumsinya.

  1. Makan secukupnya

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam British Medical Journal menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang sering makan nasi memang memililki risiko diabetes lebih tinggi. Penderita diabetes yang masih rajin makan nasi juga lebih rentan terkena komplikasi.

Jika kita memang sudah terbiasa mengonsumsinya, tak harus benar-benar berhenti makan nasi. Kita bisa mulai menurunkan porsinya setiap kali makan. Sebagai contoh, jika sebelumnya kita mengonsumsi nasi sebanyak 3 centong setiap kali makan, kita bisa menurunkannya menjadi satu centong saja.

Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat tentang konsumsi nasi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

  1. Dinginkan nasi terlebih dahulu

Nasi hangat yang baru dikeluarkan dari magic jar memang sangat nikmat untuk dikonsumsi, namun indeks glikemiknya ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang sudah mendingin. Karena alasan inilah penderita diabetes diminta untuk mendinginkan nasi terlebih dahulu dengan cara membiarkannya untuk sementara waktu atau mengipasinya.

Nasi yang sudah mendingin akan memililki pati resisten yang membuat kadar gula darah tidak mudah naik dengan cepat. Hal ini tentu akan jauh lebih aman bagi kondisi penderita diabetes.

  1. Cermat memilih jenis beras

Nasi putih yang sering kita konsumsi ternyata memiliki indeks glikemik paling tinggi dibandingkan dengan nasi lainnya. Karena alasan inilah penderita diabetes lebih disarankan untuk menggantinya dengan beras jenis lainnya. Sebagai contoh, beras merah bisa menjadi pilihan karena indeks glikemiknya hanya 50. Selain itu, kadar seratnya juga jauh lebih tinggi.

Hal ini berarti, selain bisa mencegah kenaikan kadar gula darah dengan drastis, beras merah juga bisa membuat perut kenyang lebih lama sehingga bisa membantu penderita diabetes mengendalikan pola makan dengan lebih baik.

  1. Cek lauknya

Selain nasi, pastikan untuk mengecek lauk apa saja yang dikonsumsi demi mencegah lonjakan kadar gula darah. Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mengonsumsi sayuran yang ditumis, dikukus, atau direbus. Konsumsi juga makanan dengan kandungan protein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, dan ikan laut. Hanya saja, sebaiknya mereka tidak mengonsumsi gorengan karena kadar kalorinya cenderung tinggi.

  1. Kurangi konsumsi gula

Jangan sembarangan minum minuman manis seperti teh atau kopi manis. Selain itu, pastikan untuk tidak sembarangan ngemil demi mencegah lonjakan kadar gula darah.




10 Cara Menahan Ngantuk Selain Minum Kopi (Lebih Sehat Efektif)



cara-menahan-ngantuk-doktersehat

MediNetiz – Rasa kantuk adalah hal yang wajar sebagai reaksi ilmiah tubuh dan ‘sinyal’ bahwa tubuh Anda perlu untuk diistirahatkan sementara waktu setelah melakukan pelbagai aktivitas. Namun, apa jadinya jika ngantuk justru muncul di sela-sela Anda sedang berkegiatan? Tentu saja ini bukanlah hal yang menyenangkan karena berakibat pada terganggunya produktivitas. Lantas, bagaimana cara menahan ngantuk?

Minum Kopi: Cara Menahan Ngantuk paling Populer

But first, coffee”.

Kira-kira begitulah bunyi frasa awam yang kerap dijadikan pedoman bagi banyak kalangan (mungkin termasuk Anda salah satunya) ketika hendak memulai rutinitas sehari-hari. Ya, sudah sejak lama kopi dianggap sebagai cara menahan ngantuk yang acap kali muncul di sela-sela aktivitas.

Efektivitas kopi sebagai ‘obat penahan kantuk’ ini memang tak perlu diragukan lagi. Hal tersebut tak lepas dari kandungan kafein di dalam jenis minuman yang satu ini, yang mana menurut dosen Ilmu Kedokteran dari Harvard Medical School, Anthony L. Komaroff, M.D, mampu memicu tubuh untuk lebih aktif dan energik, pun menahan rasa kantuk yang menyerang.

Cara Menahan Ngantuk Selain Minum Kopi

Kendati mengonsumsi kopi adalah cara menahan kantuk yang efektif, faktanya minuman ini tidak lepas dari efek samping yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Efek samping kopi yang hampir pasti dialami seperti emosi dan detak jantung yang mengalami peningkatan, munculnya perasaan cemas atau gelisah, dan gangguan tidur (insomnia).

Oleh sebab itu, kiranya jangan hanya bergantung pada kopi sebagai cara menahan kantuk. Lagipula, ada kok sejumlah cara menahan ngantuk lainnya selain kopi. Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Minum Air Putih

Siapa sangka, air putih adalah minuman penahan kantuk selain kopi yang juga tak kalah efektif dalam mengusir rasa ngantuk. Pasalnya, salah satu penyebab ngantuk adalah kurangnya cairan di dalam tubuh (dehidrasi).

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah, pun pasokan oksigen menuju otak menjadi terhambat. Hal ini lantas mengakibatkan tubuh lebih mengalami kelelahan yang ditandai dengan rasa ngantuk. Maka dari itu, minum air putih dalam jumlah adalah cara menahan ngantuk yang ampuh mengusir kantuk yang tak tertahankan.

2. Sarapan

Anda sudah siap-siap beraktivitas di pagi hari, namun rasa ngantuk belum juga hilang? Ritual sarapan pagi yang terlewatkan mungkin saja menjadi penyebabnya. Faktanya, sarapan memiliki peran penting dalam membuat tubuh senantiasa bugar dan bebas dari rasa ngantuk sepanjang hari.

Hal ini karena sejatinya, sarapan berfungsi untuk memasok energi bagi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas selama seharian. Tubuh yang baru saja ‘dinyalakan’ setelah tidur semalaman membutuhkan bahan bakar baru sebelum kembali menjalankan tugas-tugasnya.

Jadi, sebelum berangkat ke kantor, sekolah, atau hendak melakukan rutinitas lainnya, jangan lupa sarapan dulu, ya.

3. Cuci Muka

Pada kasus di mana ngantuk muncul di siang atau sore hari ketika Anda sedang sibuk-sibuknya, cara menahan kantuk lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci muka. Berdasarkan studi yang dirilis oleh Journal of Personality and Social Psychology, air memiliki manfaat untuk meningkatkan mood, pun menghilangkan rasa ngantuk.

4. Olahraga

Tak perlu olahraga berat, cukup dengan olahraga ringan seperti push-up, jogging, atau sekedar meregangkan otot saja sejatinya dapat membantu Anda untuk mengusir rasa kantuk yang tak tertahankan.

Manakala ngantuk menyerang, luangkan sekitar 15 – 20 menit di sela-sela kesibukan Anda untuk melakukan olahraga ringan tersebut. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan cara menahan ngantuk lainnya, seperti minum air putih atau cuci muka agar hasilnya maksimal.

5. Sediakan Camilan

Rasa kantuk diakibatkan oleh tubuh yang kehabisan energi. Oleh sebab itu, pastikan tubuh Anda agar jangan sampai kekurangan energi secara berlebihan.

Sumber energi bisa didapatkan dari makanan maupun minuman. Akan tetapi, tentu Anda tidak bisa makan makanan berat tiap beberapa jam sekali, bukan? Terlebih jika kini sedang menjalani program diet. Solusinya, konsumsilah makanan ringan atau camilan guna menjaga agar tubuh tidak kehilangan banyak energi sehingga terhindar dari rasa ngantuk.

Pilihlah jenis camilan yang juga menyehatkan, seperti sereal gandum, yoghurt, buah-buahan segar, atau jus buah. Selain efektif sebagai ‘obat penahan kantuk’, makanan dan minuman tersebut juga menyehatkan dan tidak membuat gemuk, kok.

6. Rehat Sejenak dari Kesibukan

Menatap layar komputer berlama-lama juga kerap menjadi pemicu timbulnya rasa ngantuk di siang dan sore hari. Jika sudah begini, maka alih-alih minum kopi, cobalah untuk sejenak beranjak dari kursi Anda dan pergilah ke luar kantor barang sejenak untuk sekedar menghirup udara segar.

Atau, Anda bisa browsing situs-situs favorit, seperti media online. Cara ini efektif untuk mengusir rasa jenuh dihasilkan oleh aktivitas pekerjaan, di mana hal ini menyebabkan munculnya rasa ngantuk. Jika ngantuk dirasa sudah hilang, barulah lakukan pekerjaan Anda kembali.

7. Tidur Siang

Jika memang ngantuk sudah tidak bisa ditahan lagi, tak ada salahnya bagi Anda menuruti keinginan tubuh untuk beristirahat. Sama seperti pada poin sebelumnya, luangkan sedikit waktu untuk Anda memejamkan mata selang beberapa saat guna mengembalikan energi.

Namun ingat, jangan terlalu lama karena tidur siang yang berlebihan justru menambah rasa lelah yang diiringi oleh kepala pusing dan badan pegal-pegal.

8. Mendengarkan Musik

Sepertinya semua setuju kalau musik adalah salah satu cara menahan ngantuk yang paling menyenangkan dan efektif. Mendengarkan musik, apalagi musik kesayangan, mampu mengembalikan semangat pada diri sendiri, pun memperbaiki suasana hati (mood) yang sempat hilang akibat rasa ngantuk yang begitu besar. Pilihlah jenis musik yang memiliki irama cepat dan penuh semangat.

9. Berinteraksi dengan Orang Sekitar

Berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda, entah itu rekan kerja atau teman sekolah, adalah cara menghilangkan kantuk yang patut untuk dilakukan. Terlebih lagi jika Anda dan lawan bicara nantinya menemukan topik pembicaraan yang menarik, dijamin rasa ngantuk akan hilang seketika. Selain itu, aktivitas ini tentunya bermanfaat untuk menambah keakraban Anda dengan orang sekitar.

10. Menghirup Aromaterapi

Cara menahan ngantuk paling efektif terakhir yang bisa Anda coba adalah dengan menghirup aromaterapi, baik dalam bentuk lilin maupun medium lainnya. Aromaterapi terbukti dapat memberikan efek menenangkan sehingga memengaruhi suasana hati (mood) menjadi lebih baik. Mood yang baik tentu saja mencegah Anda dari mengalami yang namanya ngantuk saat beraktivitas.

Anda bisa memilih aromaterapi dengan aroma yang kuat, seperti aroma buah-buahan, peppermint, atau bunga lavender.

Nah, itu dia beberapa tips atau cara menahan ngantuk selain minum kopi yang perlu Anda ketahui dan coba terapkan ketika sedang ngantuk. Bagaimana, tidak melulu kopi untuk membuat mata tetap terjaga di siang hari, bukan? Selamat mencoba!




9 Penyebab Perut Kembung (Plus Cara Mengatasinya)

penyebab-perut-kembung-doktersehat

MediNetiz – Anda semua pasti pernah mengalami yang namanya perut kembung, bukan? Kondisi ini ditandai dengan perut yang terasa penuh, mual, dan ingin buang angin, baik itu melalui lubang anus (kentut), atau mulut (sendawa). Perut kembung adalah kondisi yang identik dengan gangguan pada sistem pencernaan. Namun, apa penyebab perut kembung tersebut sebenarnya? Simak informasinya berikut ini.

Penyebab Perut Kembung (Karena Makanan?)

Sebelum membahas lebih lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu bahwa yang dimaksud perut kembung adalah ketika saluran pencernaan diisi oleh gas atau udara dalam jumlah yang melebihi batas normal. Lantas, apa yang memicu terjadinya peningkatan jumlah gas atau udara tersebut?

Berikut adalah penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui.

1. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau jika diterjemahkan berarti refluks asam lambung, adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab perut kembung dan mual.

GERD, sesuai dengan namanya, menyerang organ lambung. Penyakit ini dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebih, pun ditambah menurunnya fungsi katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Perut kembung menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung atau GERD ini, di samping sejumlah gejala khas lainnya seperti:

  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada (heartburn)
  • Mulut terasa pahit
  • Tenggorokan sakit
  • Cegukan

2. Makanan

Sejumlah jenis makanan disinyalir sebagai penyebab perut sering kembung. Predikat ‘penyebab perut kembung’ yang disematkan pada makanan-makanan tersebut didasari fakta bahwa mengonsumsinya dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh sehingga berujung pada kondisi perut kembung.

Makanan-makanan yang dimaksud di antaranya:

  • Apel
  • Plum
  • Kacang polong
  • Kubis
  • Brokoli
  • Makanan yang mengandung gula buah (fruktosa)
  • Makanan yang mengandung gula alkohol (sorbitol)

3. Intoleransi Laktosa

Perut kembung yang sering dialami mungkin saja disebabkan oleh sistem pencernaan Anda yang kesulitan dalam mencerna jenis-jenis makanan yang mengandung laktosa. Kondisi yang dikenal sebagai intoleransi laktosa ini pun menjadi salah satu penyebab perut kembung yang paling umum.

Intoleransi laktosa sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh National Institute of Child Health and Human Development, diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi enzim laktosa. Apabila Anda mengalami perut kembung pasca mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa seperti susu dan produk olahannya, maka itu berarti Anda mengalami intolerasi laktosa tersebut.

4. Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Konstipasi atau biasa kita menyebutnya dengan istilah ‘sembelit’ adalah kondisi di mana tubuh kesulitan untuk mengeluarkan feses alias buang air besar (BAB). Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang serat, salah makan, hingga stres.

Selain sulit buang air besar, perut kembung adalah salah satu gejala sembelit yang dirasakan oleh penderitanya.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit di mana terjadi iritasi pada usus besar sehingga menyebabkan usus besar tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendorong feses keluar secara optimal.

IBS atau iritasi usus besar menjadi salah satu penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Selain perut kembung, IBS juga ditandai oleh gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Perut kram
  • Perut nyeri
  • Mual
  • Kentut terus-menerus
  • Lemas

IBS adalah penyakit yang bisa dialami siapa saja, namun perempuan dewasa memliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit ini.

6. Celiac

Penyakit celiac adalah penyebab perut sering kembung lainnya yang cukup serius. Penyakit ini menyebabkan tubuh penderitanya tidak dapat menyerap nutrisi makanan dengan sempurna.

Selain perut kembung, beberapa gejala lainnya yang lazim dirasakan oleh penderita celiac adalah:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Berat badan menurun
  • Perubahan warna feses

7. Cara Makan yang Salah

Ini mungkin menjadi penyebab perut kembung yang jarang kita sadari. Faktanya, cara Anda makan juga turut andil dalam memicu terjadinya perut kembung. Lantas, seperti apa cara makan yang memicu perut kembung?

Ada beberapa kesalahan dalam menyantap makanan yang disinyalir menjadi penyebab perut sering kembung, yaitu:

  • Makan terlalu cepat
  • Makan terlalu banyak
  • Makan sambil berbicara
  • Minum air di sela-sela makan

Apabila keempat cara makan di atas sudah jadi kebiasaan Anda, jangan heran kalau perut sering merasa kembung. Baiknya mulai dari sekarang hindari hal-hal tersebut jika ingin perut terasa nyaman sepanjang hari.

8. Masuk Angin

Masuk angin atau dalam istilah medis disebut sebagai aerofagia adalah kondisi di mana udara yang masuk ke dalam tubuh—baik ketika berbicara, menelan makanan atau minuman, hingga tertawa—terlalu banyak.

Masuk angin ini lantas menyebabkan tubuh mengalami sejumlah gejala, seperti perut kembung, sering bersendawa, dan kentut.

9. Stres

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, yang mana kondisi ini dipicu oleh pelbagai faktor, entah itu masalah pekerjaan, keluarga, asmara, dan sebagainya. Nah, perut kembung adalah salah satu gejala yang lumrah dirasakan manakala Anda sedang stres. Hal ini berkaitan dengan peningkatan asam lambung di dalam tubuh ketika sedang dilanda rasa stres, cemas, maupun gelisah.

Stres memang tidak bisa dihindari, namun kondisi ini bisa dikendalikan agar jangan sampai berlarut-larut dan bisa berdampak bukan saja pada perut kembung, namun munculnya sejumlah penyakit.

Bagaimana Cara Mengatasi Perut Kembung?

Perut kembung tergolong kondisi yang ringan, dan bisa diatasi dengan sejumlah cara sederhana. Beberapa cara mengatasi perut kembung yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Banyak minum air putih
  • Minum sebelum makan
  • Konsumsi minuman probiotik
  • Mengenakan pakaian longgar
  • Olahraga

Penjelasan lengkap mengenai cara mengatasi perut kembung bisa dilihat di sini.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan simtomatis yang bertujuan untuk menurunkan kadar gas di dalam tubuh. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

Itu dia informasi mengenai perut kembung dan penyebabnya. Kendati perut kembung umumnya bukan kondisi serius, namun hal in tetap saja membuat perut terasa tidak nyaman sehingga sebisa mungkin harus segera diatasi. Semoga bemanfaat!




Penderita Diabetes Tak Boleh Makan Wortel? Ini Faktanya



kandungan-nutrisi-wortel-doktersehat

MediNetiz – Wortel termasuk dalam sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayangnya, karena rasanya yang cenderung manis, ada sebagian penderita diabetes yang mengaku khawatir untuk mengonsumsinya. Sebenarnya, apakah mereka masih bisa mengonsumsi wortel?

Dampak makan wortel bagi penderita diabetes

Sebagaimana kita ketahui, penderita diabetes memang harus menghindari makanan dan minuman yang manis. Kandungan gula atau kalori yang tinggi di dalam makanan dan minuman manis berpotensi mengacaukan kadar gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi.

Beruntung, meskipun wortel juga memiliki rasa yang manis, tidak termasuk dalam pantangan bagi penderita diabetes. Sebagaimana sayur pada umumnya, wortel masih bisa dikonsumsi secara rutin oleh mereka.

Wortel juga termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan nutrisi. Selain itu, jika kita mengonsumsi wortel dengan ukuran sedang, hanya akan mendapatkan karbohidrat sebanyak 4 gram, jumlah yang cukup rendah dan aman bagi penderita diabetes.

Indeks glikemik wortel juga sangat rendah sehingga tidak akan memicu kenaikan kadar gula darah. Hal ini berarti, sering mengonsumsinya juga tidak akan memberikan dampak buruk bagi penderita diabetes.

Beberapa nutrisi sehat yang ada di dalam wortel

Wortel dikenal luas sebagai makanan yang baik bagi kesehatan mata. Padahal, dalam realitanya ada banyak sekali nutrisi sehat dari sayuran dengan warna oranye ini.

Berikut adalah berbagai nutrisi sehat tersebut.

  1. Memiliki kandungan vitamin A yang tinggi

Kandungan vitamin A di dalam wortel tak hanya akan membantu penglihatan tetap prima, namun juga bisa membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang menggunakan tikus percobaan.

Tikus-tikus yang kekurangan asupan vitamin A cenderung mengalami gangguan sel beta pankreas yang berimbas pada terganggunya sekresi insulin, hormon yang memetabolisme gula darah menjadi energi. Jika sampai sekresi insulin tidak lancar, kadar gula darah akan terus meningkat dan akhirnya memicu dampak buruk bagi penderita diabetes.

Rutin mengonsumsi wortel juga bisa mencegah kondisi hiperglikemia, salah satu komplikasi diabetes yang tidak bisa disepelekan.

  1. Memiliki kandungan vitamin B6 yang tinggi

Vitamin B6 memiliki peran besar dalam memperlancar proses metabolisme tubuh. Hal ini tentu akan berpengaruh dalam pengendalian kadar gula darah dan penurunan risiko terkena komplikasi diabetes dengan signifikan.

  1. Tinggi kandungan serat

Sebagaimana sayuran pada umumnya, wortel juga tinggi kandungan serat. Kandungan ini tak hanya akan membantu pencernaan berjalan dengan lancar, melainkan juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

Beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari penderita diabetes

Jika wortel termasuk aman dan bahkan direkomendasikan bagi penderita diabetes, pakar kesehatan justru menyarankan penderita penyakit ini untuk berhati-hati dalam mengonsumsi beberapa jenis sayuran berikut ini.

  1. Kentang

Meskipun tergolong sebagai sayuran, dalam realitanya kentang sebenarnya adalah makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti nasi. Padahal, penderita diabetes harus membatasi asupan karbohidrat demi menjaga kadar gula darah, bukan?

Alih-alih makan kentang, penderita diabetes lebih direkomendasikan untuk makan gandum atau oatmeal yang tinggi serat dan bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

  1. Ubi jalar

Ubi jalar tinggi kandungan karbohidrat dan indeks glikemik. Mengonsumsinya bisa memicu kenaikan kadar gula darah. Karena alasan inilah sayuran ini sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh penderita diabetes.

  1. Kacang-kacangan

Beberapa jenis kacang-kacangan, khususnya yang diolah dengan garam, atau diberi tambahan tepung seperti kacang atom dan kacang telur memiliki kandungan tinggi kalori yang bisa membahayakan penderita diabetes.

  1. Jagung

Jagung yang sering dijadikan campuran sayuran lainnya tinggi kandungan kalori sehingga konsumsinya juga harus dibatasi oleh penderita diabetes.




Cuka Pempek Berbahaya bagi Kesehatan, Benarkah?



pempek-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Kevinaria_J

MediNetiz – Salah satu makanan khas Indonesia yang digemari banyak orang adalah pempek. Makanan khas Sumatera Selatan ini memang sangat unik karena disiram dengan campuran antara cuka dan kecap. Ada sebagian orang yang menganggap cuka pempek kurang baik bagi kesehatan. Apakah hal ini memang benar?

Dampak makan cuka pempek

Pakar kesehatan menyebut cuka pempek memiliki sifat yang cenderung asam. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsinya terlalu sering, dikhawatirkan akan membuat gigi menjadi mudah rapuh.

Memang, asalkan gigi dirawat dengan baik, kekuatannya akan terjaga, namun jika kita juga cenderung malas menjaga kesehatan gigi dan sering mengonsumsi makanan dengan sifat asam seperti cuka pempek, dikhawatirkan akan membuat gigi mudah keropos.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang konsumsi cuka pempek tidak dilakukan dengan berlebihan. Selain itu, jika kita hobi makan pempek, tak ada salahnya untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi ke dokter.

Dampak makan cuka bagi kesehatan

Cuka sebenarnya adalah asam asetat hasil dari fermentasi beberapa bahan. Selain dijadikan bahan makanan, cuka juga bisa dipakai di industri-industri lainnya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi yang wajar, cuka sebenarnya bisa bermanfaat, namun jika dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, bisa jadi akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak buruk tersebut.

  1. Bisa memicu iritasi pada lambung

Cuka memiliki sifat asam yang cukup tinggi. Hal ini berarti, semakin banyak kita makan cuka, semakin tinggi pula asam yang masuk ke dalam perut. Hal ini tentu akan membuat lambung lebih rentan terkena iritasi. Selain itu, sifat cuka juga cenderung panas sehingga kita pun akan lebih rentan mengalami kenaikan asam lambung atau iritasi dinding lambung dengan sensasi perih pada perut.

  1. Bisa memicu iritasi usus

Selain bisa membuat iritasi pada dinding lambung, cuka ternyata juga bisa menyebabkan dampak yang sama pada dinding usus. Apalagi usus cenderung lebih lunak dibandingkan dengan dinding lambung. Jika sampai hal ini terjadi, maka produksi enzim di dalam usus juga akan terganggu sehingga akhirnya mengganggu kinerja pencernaan secara keseluruhan.

  1. Membuat darah menjadi lebih asam

Apa yang kita konsumsi memang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini juga berlaku jika kita mengonsumsi cuka dengan berlebihan. Jika kita melakukannya, tingkat keasaman darah akan semakin meningkat dan akhirnya bisa mengganggu sirkulasi darah dan pengiriman nutrisi serta oksigen ke berbagai jaringan atau organ tubuh.

  1. Menurunkan kinerja jantung

Cuka yang bersifat asam juga bisa membuat pembuluh darah di jantung semakin menyempit sehingga akhirnya mengganggu kinerja jantung dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat organ ini tidak mampu memompa darah dengan maksimal.

  1. Bisa membuat mual dan muntah

Bagi sebagian orang, tingkat keasaman cuka yang tinggi bisa membuat perut mual dan sakit perut. Selain itu, peningkatan asam lambung juga bisa menyebabkan muntah-muntah dan tubuh lemas.

  1. Bisa memicu diare

Adanya iritasi pada lambung dan usus ternyata bisa mempengaruhi kinerja pencernaan secara keseluruhan. Jika kita berlebihan dalam makan cuka, hal ini bisa jadi akan memicu datangnya diare yang cukup merepotkan dan akhirnya membuat kita bolak-balik ke toilet.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi cuka, termasuk yang ada di dalam pempek agar tidak berlebihan.




10 Tips Menjadi Tua dengan Sehat dan Jarang Penyakitan


menua-dengan-sehat-doktersehat

MediNetiz – Menjadi tua adalah hal yang wajar. Siapa saja akan menjadi tua dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tubuh akan mengalami penurunan fungsi perlahan-lahan seperti otot yang tidak lagi kuat dan tenaga tubuh secara menyeluruh akan anjlok. Namun, kita bisa menua dengan normal dan tetap sehat tanpa harus sering mengalami sakit.

Tips menjadi tua dengan sehat

Menjadi tua adalah hal yang wajar dan pasti dialami oleh semua orang. Namun, menjadi tua dengan sehat belum tentu bisa dilakukan oleh banyak orang. Karenanya kita harus tahu bagaimana cara menua dengan sehat dan menikmati pertambahan usia tanpa harus sering berteman dengan rumah sakit.

  1. Tetap melakukan olahraga

Salah satu aktivitas fisik yang sering sekali kita tinggalkan adalah olahraga. Apalagi saat sudah bekerja dengan keras dan tubuh kelelahan. Olahraga lebih jarang dilakukan lagi sehingga daya tahan tubuh mengalami penurunan. Akhirnya kita malah sering mengalami sakit dan gangguan tubuh lainnya.

Meski sudah tua sekali pun Anda tetap disarankan untuk melakukan olahraga sebanyak 150 menit setiap minggu. Jenis olahraga yang bisa Anda lakukan ada banyak mulai dari aerobik untuk kesehatan jantung hingga angkat beban untuk kesehatan otot dan juga tulang.

  1. Memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh

Apa yang kita makan akan menentukan kondisi kesehatan tubuh yang kita miliki. Kalau Anda selama masih muda makan apa saja tanpa memperhatikan kandungan nutrisinya bisa saja tubuh mengalami obesitas atau malah kekurangan nutrisi. Oleh karena itu perhatikan apa saja makanan yang masuk agar gizinya cukup.

Kalau Anda makan sembarangan dan mengalami obesitas, kemungkinan besar akan mudah mengalami penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi hingga diabetes. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan diet yang seimbang dan memasak sendiri makanan yang disantap setiap harinya.

  1. Menjaga kesehatan mental

Jaga kesehatan mental dengan rutin memeriksakan diri ke dokter. Kalau Anda merasa sedang ada masalah dengan pikiran dan menyebabkan tubuh jadi sakit atau tidak produktif, jangan diam saja. Pikiran yang sehat akan menentukan fisik yang Anda miliki agar lebih sehat dan tidak mudah sakit.

  1. Sebisa mungkin untuk menghindari stres berlebihan

Stres bisa terjadi karena banyak hal mulai dari masalah yang terjadi di rumah hingga masalah pekerjaan di kantor. Seseorang yang mengalami stres akan cenderung menghasilkan kortisol yang memicu inflamasi di tubuh. Kalau inflamasi terus terjadi, kemungkinan besar menyebabkan masalah pada pola tidur hingga daya tahan tubuh yang anjlok.

Lakukan pelesir kalau memang butuh hiburan. Selain itu kalau kondisi tertekan sering terjadi, coba tenangkan diri dengan baik. Lakukan meditasi selama beberapa menit agar tubuh lebih mudah dikendalikan.

  1. Batasi atau setop merokok dan minum alkohol

Rokok dan alkohol adalah dua kombinasi yang paling sering menyebabkan masalah pada tubuh. Kalau Anda sering merokok, racun akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan banyak sekali masalah mulai dari masalah paru-paru, gangguan pada sistem reproduksi, gangguan kemampuan seks, hingga memicu kanker.

Alkohol pun juga demikian, kalau Anda sering sekali menggunakan alkohol, tubuh akan mudah mengalami obesitas. Hal ini akan meningkatkan gula darah dan memicu penyakit diabetes untuk muncul. Jauhi keduanya dan Anda akan lebih sehat.

  1. Tidur yang cukup

Tidurlah yang cukup setiap harinya. Kita disarankan untuk tidur sebanyak 7-9 jam setiap harinya. Dengan waktu tidur yang cukup banyak, tubuh akan mudah mengistirahatkan pikiran dan fisik. Anda akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan jarang sekali sakit.

  1. Menjalin hubungan yang baik

Disadari atau tidak, hubungan yang baik antara diri sendiri dengan pasangan serta orang lain akan memberikan sumbangsih pada kesehatan. Kalau orang yang ada di sekitar Anda cenderung baik dan tidak menyebabkan masalah, gangguan pada pikiran atau mood tidak akan terjadi. Dampaknya, Anda menjadi jauh lebih sehat.

  1. Minum air yang cukup

Selalu penuhi kebutuhan air setiap harinya. Kalau Anda bisa memenuhi kebutuhan air yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan besar fungsi organ di tubuh akan berjalan dengan baik. Kulit dan fungsi pencernaan berjalan dengan lancar dan kita juga tidak akan mengalami dehidrasi Minum sebanyak 6-8 gelas air setiap harinya.

  1. Menjaga kesehatan kulit dan mulut

Kulit adalah organ pertama dari tubuh yang dihinggapi dan dijadikan jalan infeksi oleh penyakit. Kalua kulit sering mengalami gangguan atau cenderung tidak sehat, kemungkinan besar, kita akan sulit menjaga kesehatan. Apalagi kalau sudah sampai muncul kanker.

Selanjutnya, mulut juga merupakan tempat masuknya bakteri dan juga patogen berbahaya lainnya. Begitu patogen masuk ke dalam mulut dan menginfeksi, kita akan mengalami gangguan yang cukup besar. Jadi, cek kesehatan mulut juga secara rutin.

  1. Cek kesehatan secara rutin

Poin terakhir ini sering sekali tidak kita lakukan lantaran menganggap tubuh sedang sehat dan tidak mengalami masalah. Padahal kita tidak tahu kondisi terkini dari tubuh. Biasa saja kita terlihat biasa saja, tapi di dalam sedang ada masalah dan tandanya tidak langsung muncul.

Menghindari penyakit-penyakit berbahaya yang justru menyebabkan masalah di kemudian hari, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali. Dengan melakukan ini Anda akan selalu waspada dan menjaga kondisi tubuh hingga tua.

Inilah beberapa ulasan tentang cara menua dengan sehat dan tubuh tidak mudah penyakitan. Kalau kita melakukan beberapa tips di atas, masa tua akan berjalan dengan lancar. Bahkan, perubahan usia tidak akan berpengaruh besar pada aktivitas. Nah, dari beberapa tips di atas, adakah yang pernah Anda lakukan sebelumnya?


Milia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan


milia-doktersehat

MediNetiz – Bintik putih yang muncul di wajah, paling sering di sekitar mata, disebut dengan milia. Kondisi ini adalah kondisi kulit yang sangat umum dan dapat menyerang siapa saja. Milia tidak berbahaya, tapi dapat mengganggu penampilan apabila muncul dalam jumlah banyak. Ketahui selengkapnya tentang milia melalui artikel ini!

Apa Itu Milia?

Milia adalah kondisi di mana terdapat keratin atau sel kulit mati yang terjebak di bawah permukaan kulit hingga membentuk benjolan kecil berwarna putih di kulit.

Milia paling sering muncul pada bayi baru lahir. Menurut penelitian, sekitar 40% dari jumlah bayi baru lahir memiliki milia. Meskipun begitu, milia dapat juga muncul pada anak-anak hingga orang dewasa.

Milia umumnya memiliki ukuran 1-2 mm dan paling sering muncul di wajah seperti bagian pipi dan kelopak mata. Milia juga dapat muncul di bagian kulit lain selain wajah tapi kondisi ini relatif jarang terjadi.

Milia adalah kondisi kulit yang umum dan tidak berbahaya. Kondisi ini juga tidak menimbulkan peradangan pada kulit dan tidak juga menimbulkan rasa sakit atau gatal. Namun milia di wajah yang jumlahnya banyak memang dapat mengganggu penampilan dan terkadang menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Penyebab Milia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, secara umum penyebab milia adalah karena keratin atau sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit. Milia jenis ini dikenal sebagai milia primer. Sedangkan milia yang dipicu oleh kondisi lain disebut dengan milia sekunder. Kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab milia adalah seperti berikut ini:

  • Penggunaan make up atau produk yang mengandung parafin, petroleum,dan lanolin.
  • Efek samping dari pengobatan dari penyakit kulit lain atau dari trauma.
  • Paparan sinar matahari berlebihan.

Gejala Milia

Setiap penyakit ditandai dengan berbagai gejala spesifik yang berbeda-beda, begitu juga dengan milia. Berikut adalah gejala yang umumnya menandakan Milia:

  • Bintik berbentuk bulat warna putih pada wajah di pipi, kelopak mata, hidung. Dapat muncul di bagian tubuh lain, namun lebih jarang terjadi.
  • Bintik milia tidak menimbulkan inflamasi dan tidak terasa sakit ataupun gatal.

Diagnosis Milia

Dokter akan melakukan komunikasi atau anamnesis dengan pasien secara menyeluruh untuk memastikan diagnosis milia. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga mungkin akan memeriksa riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan diagnosis banding pada penyakit lain yang memiliki gejala sama untuk memastikan gejala tersebut adalah milia.

Pengobatan Milia

Milia bukan merupakan kondisi yang berbahaya, kebanyakan pengobatan milia di wajah di wajah dilakukan karena alasan estetika saja. Jumlah milia di wajah memang terkadang tidak sedikit sehingga dapat memengaruhi penampilan seseorang.

Milia pada bayi umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan apapun. Pada orang dewasa, berikut adalah pilihan cara menghilangkan milia yang umumnya dilakukan:

1. Obat topikal

Cara menghilangkan milia di wajah yang pertama adalah dengan menggunakan krim retinoid (turunan vitamin A) seperti tretinoin dan adapalene.

Tujuan penggunaan krim retinoid adalah untuk mempercepat regenerasi kulit. Penggunaannya harus dengan resep dokter dan perawatannya umumnya membutuhkan jangka waktu yang cukup panjang.

Penggunaan krim retinoid umumnya dilakukan malam hari, karena retinoid tidak boleh terkena sinar matahari. Apabila digunakan pada siang hari, maka harus dikombinasikan dengan sunblock dengan SPF minimal 30.

2. Facial wajah

Tindakan facial wajah juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan milia.

Sebelum melakukan facial untuk mengatasi milia, pastikan Anda memilih klinik terbaik dan tindakan ini dilakukan oleh seorang ahli kecantikan profesional yang memang berkapasitas untuk melakukan facial untuk mengatasi milia.

Ahli kecantikan akan menusuk bintik milia menggunakan alat kemudian mengeluarkan keratin yang terjebak di bawah kulit tersebut. Apabila tidak dilakukan dengan benar, tindakan ini dapat menimbulkan bekas berupa noda hitam pada kulit. Selain itu, milia juga dapat tumbuh lagi apabila tidak dikeluarkan dengan maksimal.

3. Chemical peeling

Metode ketiga yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi milia adalah chemical peeling.

Chemical peeling adalah metode penggunaan cairan dengan kadar pH asam untuk membantu pengelupasan atau eksfoliasi kulit. Milia akan ikut terangkat oleh kulit yang terkelupas tersebut. Setelah itu kulit akan beregenerasi dan membentuk lapisan kulit baru yang lebih rata.

4. Kauterisasi

Kauterisasi adalah terapi menggunakan listrik yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan luka.

Kauterisasi untuk mengatasi milia akan membuat milia berubah menjadi bintik hitam atau koreng yang kemudian akan mengering dan terlepas dari kulit. Penggunaan krim anti iritasi mungkin diperlukan untuk mencegah terjadinya iritasi setelah terapi ini dilakukan.

5. Cryotherapy

Cryotherapy adalah terapi yang menggunakan nitrogen cair yang diaplikasikan pada jaringan kulit yang ingin diangkat.

Terapi ini termasuk salah satu cara menghilangkan milia yang paling umum dilakukan. Nitrogen cair digunakan untuk membekukan milia sehingga milia akan mengering dan dapat terlepas dari kulit. Terapi ini dapat menyebabkan lepuh dan bengkak pada kulit yang umumnya dapat hilang dalam waktu beberapa hari.

Pencegahan Milia

Milia primer tidak memiliki pencegahan, tapi milia sekunder masih dapat dicegah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah milia:

  • Hindari penggunaan krim kental dan produk berbasis minyak
  • Lakukan eksfoliasi kulit antara 2 hingga 3 kali seminggu.
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Penggunaan retinoid topikal sebelum chemical peeling karena prosedur chemical peeling juga sering kali dapat menyebabkan milia. Namun cara satu ini berpotensi menimbulkan noda hitam dan iritasi pada kulit.

 

Sumber:

  1. Milium Cysts in Adults and Babies – https://www.healthline.com/health/milia diakses 18 Juni 2019
  2. How can I get rid of milia? – https://www.medicalnewstoday.com/articles/320953.php diakses 18 Juni 2019



Manfaat Olahraga Lompat Tali Bagi Tubuh


Doktersehat-Manfaat-Olahraga-Lompat-Tali-Bagi-Tubuh
Photo Credit: Flickr.com/Matt Saunders

Inkes – Bagi Anda yang gemar berolahraga tentu tidak asing dengan olahraga lompat tali atau skipping. Meski olahraga ini terlihat lebih ringan ketimbang lari, ternyata manfaat yang didapatkan sama dengan olahraga lainnya.

Salah satu manfaat lompat tali yang bisa Anda dapatkan adalah meningkatnya fungsi jantung dan pembuluh darah. Lompat tali termasuk ke dalam kelompok olahraga yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kekuatan otot secara maksimal.

baca juga: Diet Dengan Cara Melompat Tali

Selain kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan yang baik adalah ciri fisik lain yang menonjol dari orang-orang yang rutin melakukan olahraga ini. Berikut ini adalah manfaat skipping yang bisa didapatkan oleh tubuh, di antaranya:

  1. Membakar kalori

Olahraga lompat tali atau skipping yang dilakukan selama 30 menit dapat membakar 600 hingga 800 kalori. Hal ini tentu saja sangat membantu program penurunan berat badan yang sedang Anda lakukan. Semakin lama Anda melakukan lompat tali maka akan semakin banyak kalori yang terbakar.

Lompat tali juga membakar lebih banyak kalori dibanding jumlah kalori yang terbakar ketika Anda berlari selama delapan menit. Bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan sambil melatih otot tubuh bagian atas dan bawah, lompat tali dapat menjadi salah satu pilihan olahraga yang baik.

  1. Melatih otot

Olahraga lompat tali dilakukan dengan melibatkan berbagai otot tubuh diantaranya, otot lengan, bahu, dada, betis dan otot lutut. Hebatnya, lompat tali adalah salah satu latihan yang dapat melatih otot bagian atas dan bagian bawah tubuh secara bersamaan.

Selain membentuk banyak otot tubuh bagian atas dan bawah, manfaat lompat tali juga menambah daya tahan tubuh, melatih koordinasi, serta meningkatkan kebugaran kardiovaskular.

  1. Mengurangi risiko osteoporosis

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Osteoporosis Society di Inggris, diketahui bahwa olahraga lompat tali yang dilakukan rutin selama masa hidup akan membuat orang tersebut memiliki risiko yang kecil untuk mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis. Lompat tali bisa dilakukan 2 sampai 5 menit setiap harinya.

  1. Meningkatkan stamina, kelenturan, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Olahraga seperti lompat tali jika dilakukan secara rutin akan berkontribusi dalam peningkatan stamina, kelenturan, koordinasi dan keseimbangan tubuh seseorang.

  1. Mengombinasikan irama gerakan dan ketepatan waktu

Manfaat skipping yang bisa didapatkan adalah membuat otak bekerja cepat dan tepat dalam mengkalkulasi gerakan dan waktu yang tepat untuk melompat. Dengan melakukan olahraga lompat tali maka Anda akan melatih otak agar terbiasa bekerja cepat dan tepat.

Dengan kata lain, olahraga lompat tali akan meningkatkan kemampuan koordinasi tubuh, memperbaiki kemampuan refleks dan keseimbangan tubuh.

baca juga: Lompat Tali, Olahraga Sederhana yang Bermanfaat Bagi Tubuh

Cara Melakukan Lompat Tali yang Benar

  • Pastikan Anda tidak menderita nyeri lutut.
  • Pastikan tidak menderita cedera akut pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Lakukan pemanasan seperti jogging atau bersepeda selama 5-10 menit sebelumnya.
  • Harus dilakukan pada permukaan yang baik untuk memperoleh pendaratan yang ideal. Anda bisa melakukannya di lantai yang tidak licin atau lantai kayu, bukan tanah, beton, aspal, rumput, atau karpet. Jika di dalam ruangan, pastikan langit-langit ruangan yang cukup jauh jaraknya dari kepala Anda ketika melompat (sekitar 25-30 cm).
  • Menyiapkan tali dan sepatu olahraga yang layak. Untuk pemula, pilihlah tali bermanik-manik plastik karena lebih mudah dikendalikan dan terjaga bentuknya.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batasan pergerakan dan kebugaran kardiovaskular yang ideal bagi kondisi tubuh Anda.

Meski lompat tali memberikan banyak manfaat bagi tubuh, Anda juga harus memantau terus detak jantung dan kondisi tubuh Anda. Walau termasuk latihan berisiko rendah bagi lutut dan kaki, lompat tali termasuk latihan intensitas tinggi bagi organ kardiovaskular.