Widget HTML (label produk)

Penyebab dan Cara Mengatasi Pilek Hidung Meler

Inkes - Pilek adalah infeksi virus yang umum pada saluran pernapasan bagian atas, yang ditandai oleh gejala seperti hidung tersumbat, hidung meler, bersin, tenggorokan sakit, dan batuk ringan. 


Meskipun pilek umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya, penting untuk memahami penyebabnya agar kita dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Berikut ini beberapa penyebab umum pilek dan mengapa hidung kita menjadi meler.

Penyebab Pilek Hidung Meler

  1. Virus:
    Pilek disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus. Virus ini menyebar melalui tetesan udara yang dihasilkan saat seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk. Ketika virus masuk ke saluran pernapasan kita, mereka menyerang sel-sel di membran mukosa hidung dan sinus, menyebabkan peradangan. Ini menyebabkan produksi lebih banyak lendir atau ingus yang menyebabkan hidung kita menjadi meler.

  2. Peradangan Saluran Hidung:
    Infeksi virus menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan sinus. Ini mengakibatkan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah di membran mukosa hidung. Peradangan ini mempengaruhi produksi lendir oleh sel-sel di dalam hidung, yang menyebabkan hidung kita menjadi meler.

  3. Respons Imun:
    Ketika virus masuk ke tubuh kita, sistem kekebalan tubuh kita merespons dengan mengirim sel-sel imun untuk melawan infeksi. Sel-sel imun ini melepaskan zat kimia yang disebut sitokin, yang bertindak sebagai mediator peradangan. Sitokin memicu produksi lendir tambahan untuk membantu mengusir virus dari saluran pernapasan. Inilah sebabnya mengapa hidung kita seringkali menjadi meler selama pilek.

  4. Kontak dengan Virus:
    Pilek juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus yang ada di permukaan yang terkontaminasi, seperti tangan atau benda-benda yang terkena virus. Jika kita menyentuh hidung atau mulut setelah menyentuh benda yang terkontaminasi, virus dapat masuk ke tubuh kita dan menyebabkan pilek.

  5. Penurunan Kekebalan Tubuh:
    Kondisi tertentu, seperti kelelahan, stres, kurang tidur, dan pola makan yang buruk, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Ini membuat kita lebih rentan terhadap infeksi virus, termasuk pilek. Saat kekebalan tubuh menurun, virus lebih mudah menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan kita, yang dapat menyebabkan hidung kita meler.

Pilek disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus, yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas. Peradangan ini memicu produksi lendir tambahan dan menyebabkan hidung kita menjadi meler. 

Kontak dengan virus yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan pilek. Untuk mencegah pilek, penting untuk menjaga kebersihan pribadi, mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dengan orang yang pilek, dan menjaga kekebalan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Pilek adalah infeksi virus yang umum pada saluran pernapasan bagian atas. Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan pilek sepenuhnya, ada beberapa metode tradisional yang dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Berikut ini beberapa cara menyembuhkan pilek secara tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad.

Cara Mengatasi Pilek Hidung Meler Secara Tradisional

  1. Minum Banyak Cairan:
    Salah satu langkah penting dalam menyembuhkan pilek adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minumlah banyak cairan seperti air putih, jus buah segar, sup hangat, dan teh herbal. Cairan membantu menjaga lendir tetap encer, memfasilitasi pengeluaran lendir yang berlebihan, dan membantu menghidrasi sel-sel tubuh.

  2. Konsumsi Madu dan Lemon:
    Kombinasi madu dan lemon telah lama digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk pilek. Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu meredakan gejala tenggorokan yang sakit, sementara vitamin C dalam lemon membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Campurkan satu sendok makan madu segar dengan jus setengah lemon dalam segelas air hangat, dan minum secara teratur untuk meredakan gejala pilek.

  3. Teh Herbal:
    Beberapa jenis teh herbal memiliki sifat yang dapat membantu meredakan gejala pilek. Teh chamomile, teh peppermint, teh jahe, dan teh elderberry telah dikenal memiliki efek antiinflamasi dan menenangkan. Minum teh herbal hangat beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan, melegakan tenggorokan, dan mengurangi gejala pilek.

  4. Steam Inhalasi:
    Inhalasi uap hangat dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan peradangan pada saluran pernapasan. Isi mangkuk besar dengan air panas, tambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti minyak peppermint atau minyak eucalyptus (opsional), dan tekuk kepala Anda di atas mangkuk, menutupi kepala dengan handuk untuk menangkap uap. Bernapaslah melalui hidung selama beberapa menit. Uap hangat akan membantu mengencerkan lendir, memfasilitasi pengeluarannya, dan memberikan rasa lega pada hidung dan tenggorokan.

  5. Istirahat yang Cukup:
    Istirahat yang cukup adalah bagian penting dari proses penyembuhan. Memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih adalah kunci dalam melawan infeksi virus. Cobalah untuk tidur yang cukup, hindari aktivitas yang melelahkan, dan berikan waktu bagi tubuh Anda untuk memperbaiki diri.

  6. Konsumsi Makanan Bergizi:
    Penting untuk memberikan dukungan nutrisi yang optimal untuk tubuh selama pilek. Konsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, sumber protein, dan makanan yang kaya serat. Nutrisi yang cukup akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.

  7. Garam Air Hangat untuk Berkumur:
    Berkumur dengan larutan garam air hangat dapat membantu mengurangi peradangan pada tenggorokan dan membersihkan lendir yang terperangkap. Campurkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, aduk rata, dan berkumurlah dengan larutan tersebut beberapa kali sehari. Ini dapat membantu meredakan gejala tenggorokan yang sakit dan mengurangi peradangan.

Meskipun tidak ada obat ajaib untuk menyembuhkan pilek, metode tradisional ini dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Penting untuk diingat bahwa setiap orang bereaksi secara berbeda, dan jika gejala pilek Anda berlanjut atau memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan. 

Selain itu, menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara teratur, dan menghindari kontak dengan orang yang pilek juga penting untuk mencegah penyebaran virus pilek.

Cuka Pempek Berbahaya bagi Kesehatan, Benarkah?



pempek-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Kevinaria_J

MediNetiz – Salah satu makanan khas Indonesia yang digemari banyak orang adalah pempek. Makanan khas Sumatera Selatan ini memang sangat unik karena disiram dengan campuran antara cuka dan kecap. Ada sebagian orang yang menganggap cuka pempek kurang baik bagi kesehatan. Apakah hal ini memang benar?

Dampak makan cuka pempek

Pakar kesehatan menyebut cuka pempek memiliki sifat yang cenderung asam. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsinya terlalu sering, dikhawatirkan akan membuat gigi menjadi mudah rapuh.

Memang, asalkan gigi dirawat dengan baik, kekuatannya akan terjaga, namun jika kita juga cenderung malas menjaga kesehatan gigi dan sering mengonsumsi makanan dengan sifat asam seperti cuka pempek, dikhawatirkan akan membuat gigi mudah keropos.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang konsumsi cuka pempek tidak dilakukan dengan berlebihan. Selain itu, jika kita hobi makan pempek, tak ada salahnya untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi ke dokter.

Dampak makan cuka bagi kesehatan

Cuka sebenarnya adalah asam asetat hasil dari fermentasi beberapa bahan. Selain dijadikan bahan makanan, cuka juga bisa dipakai di industri-industri lainnya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi yang wajar, cuka sebenarnya bisa bermanfaat, namun jika dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, bisa jadi akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak buruk tersebut.

  1. Bisa memicu iritasi pada lambung

Cuka memiliki sifat asam yang cukup tinggi. Hal ini berarti, semakin banyak kita makan cuka, semakin tinggi pula asam yang masuk ke dalam perut. Hal ini tentu akan membuat lambung lebih rentan terkena iritasi. Selain itu, sifat cuka juga cenderung panas sehingga kita pun akan lebih rentan mengalami kenaikan asam lambung atau iritasi dinding lambung dengan sensasi perih pada perut.

  1. Bisa memicu iritasi usus

Selain bisa membuat iritasi pada dinding lambung, cuka ternyata juga bisa menyebabkan dampak yang sama pada dinding usus. Apalagi usus cenderung lebih lunak dibandingkan dengan dinding lambung. Jika sampai hal ini terjadi, maka produksi enzim di dalam usus juga akan terganggu sehingga akhirnya mengganggu kinerja pencernaan secara keseluruhan.

  1. Membuat darah menjadi lebih asam

Apa yang kita konsumsi memang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini juga berlaku jika kita mengonsumsi cuka dengan berlebihan. Jika kita melakukannya, tingkat keasaman darah akan semakin meningkat dan akhirnya bisa mengganggu sirkulasi darah dan pengiriman nutrisi serta oksigen ke berbagai jaringan atau organ tubuh.

  1. Menurunkan kinerja jantung

Cuka yang bersifat asam juga bisa membuat pembuluh darah di jantung semakin menyempit sehingga akhirnya mengganggu kinerja jantung dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat organ ini tidak mampu memompa darah dengan maksimal.

  1. Bisa membuat mual dan muntah

Bagi sebagian orang, tingkat keasaman cuka yang tinggi bisa membuat perut mual dan sakit perut. Selain itu, peningkatan asam lambung juga bisa menyebabkan muntah-muntah dan tubuh lemas.

  1. Bisa memicu diare

Adanya iritasi pada lambung dan usus ternyata bisa mempengaruhi kinerja pencernaan secara keseluruhan. Jika kita berlebihan dalam makan cuka, hal ini bisa jadi akan memicu datangnya diare yang cukup merepotkan dan akhirnya membuat kita bolak-balik ke toilet.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi cuka, termasuk yang ada di dalam pempek agar tidak berlebihan.




10 Tips Menjadi Tua dengan Sehat dan Jarang Penyakitan


menua-dengan-sehat-doktersehat

MediNetiz – Menjadi tua adalah hal yang wajar. Siapa saja akan menjadi tua dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tubuh akan mengalami penurunan fungsi perlahan-lahan seperti otot yang tidak lagi kuat dan tenaga tubuh secara menyeluruh akan anjlok. Namun, kita bisa menua dengan normal dan tetap sehat tanpa harus sering mengalami sakit.

Tips menjadi tua dengan sehat

Menjadi tua adalah hal yang wajar dan pasti dialami oleh semua orang. Namun, menjadi tua dengan sehat belum tentu bisa dilakukan oleh banyak orang. Karenanya kita harus tahu bagaimana cara menua dengan sehat dan menikmati pertambahan usia tanpa harus sering berteman dengan rumah sakit.

  1. Tetap melakukan olahraga

Salah satu aktivitas fisik yang sering sekali kita tinggalkan adalah olahraga. Apalagi saat sudah bekerja dengan keras dan tubuh kelelahan. Olahraga lebih jarang dilakukan lagi sehingga daya tahan tubuh mengalami penurunan. Akhirnya kita malah sering mengalami sakit dan gangguan tubuh lainnya.

Meski sudah tua sekali pun Anda tetap disarankan untuk melakukan olahraga sebanyak 150 menit setiap minggu. Jenis olahraga yang bisa Anda lakukan ada banyak mulai dari aerobik untuk kesehatan jantung hingga angkat beban untuk kesehatan otot dan juga tulang.

  1. Memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh

Apa yang kita makan akan menentukan kondisi kesehatan tubuh yang kita miliki. Kalau Anda selama masih muda makan apa saja tanpa memperhatikan kandungan nutrisinya bisa saja tubuh mengalami obesitas atau malah kekurangan nutrisi. Oleh karena itu perhatikan apa saja makanan yang masuk agar gizinya cukup.

Kalau Anda makan sembarangan dan mengalami obesitas, kemungkinan besar akan mudah mengalami penyakit berbahaya seperti tekanan darah tinggi hingga diabetes. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk melakukan diet yang seimbang dan memasak sendiri makanan yang disantap setiap harinya.

  1. Menjaga kesehatan mental

Jaga kesehatan mental dengan rutin memeriksakan diri ke dokter. Kalau Anda merasa sedang ada masalah dengan pikiran dan menyebabkan tubuh jadi sakit atau tidak produktif, jangan diam saja. Pikiran yang sehat akan menentukan fisik yang Anda miliki agar lebih sehat dan tidak mudah sakit.

  1. Sebisa mungkin untuk menghindari stres berlebihan

Stres bisa terjadi karena banyak hal mulai dari masalah yang terjadi di rumah hingga masalah pekerjaan di kantor. Seseorang yang mengalami stres akan cenderung menghasilkan kortisol yang memicu inflamasi di tubuh. Kalau inflamasi terus terjadi, kemungkinan besar menyebabkan masalah pada pola tidur hingga daya tahan tubuh yang anjlok.

Lakukan pelesir kalau memang butuh hiburan. Selain itu kalau kondisi tertekan sering terjadi, coba tenangkan diri dengan baik. Lakukan meditasi selama beberapa menit agar tubuh lebih mudah dikendalikan.

  1. Batasi atau setop merokok dan minum alkohol

Rokok dan alkohol adalah dua kombinasi yang paling sering menyebabkan masalah pada tubuh. Kalau Anda sering merokok, racun akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan banyak sekali masalah mulai dari masalah paru-paru, gangguan pada sistem reproduksi, gangguan kemampuan seks, hingga memicu kanker.

Alkohol pun juga demikian, kalau Anda sering sekali menggunakan alkohol, tubuh akan mudah mengalami obesitas. Hal ini akan meningkatkan gula darah dan memicu penyakit diabetes untuk muncul. Jauhi keduanya dan Anda akan lebih sehat.

  1. Tidur yang cukup

Tidurlah yang cukup setiap harinya. Kita disarankan untuk tidur sebanyak 7-9 jam setiap harinya. Dengan waktu tidur yang cukup banyak, tubuh akan mudah mengistirahatkan pikiran dan fisik. Anda akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan jarang sekali sakit.

  1. Menjalin hubungan yang baik

Disadari atau tidak, hubungan yang baik antara diri sendiri dengan pasangan serta orang lain akan memberikan sumbangsih pada kesehatan. Kalau orang yang ada di sekitar Anda cenderung baik dan tidak menyebabkan masalah, gangguan pada pikiran atau mood tidak akan terjadi. Dampaknya, Anda menjadi jauh lebih sehat.

  1. Minum air yang cukup

Selalu penuhi kebutuhan air setiap harinya. Kalau Anda bisa memenuhi kebutuhan air yang dimiliki oleh seseorang, kemungkinan besar fungsi organ di tubuh akan berjalan dengan baik. Kulit dan fungsi pencernaan berjalan dengan lancar dan kita juga tidak akan mengalami dehidrasi Minum sebanyak 6-8 gelas air setiap harinya.

  1. Menjaga kesehatan kulit dan mulut

Kulit adalah organ pertama dari tubuh yang dihinggapi dan dijadikan jalan infeksi oleh penyakit. Kalua kulit sering mengalami gangguan atau cenderung tidak sehat, kemungkinan besar, kita akan sulit menjaga kesehatan. Apalagi kalau sudah sampai muncul kanker.

Selanjutnya, mulut juga merupakan tempat masuknya bakteri dan juga patogen berbahaya lainnya. Begitu patogen masuk ke dalam mulut dan menginfeksi, kita akan mengalami gangguan yang cukup besar. Jadi, cek kesehatan mulut juga secara rutin.

  1. Cek kesehatan secara rutin

Poin terakhir ini sering sekali tidak kita lakukan lantaran menganggap tubuh sedang sehat dan tidak mengalami masalah. Padahal kita tidak tahu kondisi terkini dari tubuh. Biasa saja kita terlihat biasa saja, tapi di dalam sedang ada masalah dan tandanya tidak langsung muncul.

Menghindari penyakit-penyakit berbahaya yang justru menyebabkan masalah di kemudian hari, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali. Dengan melakukan ini Anda akan selalu waspada dan menjaga kondisi tubuh hingga tua.

Inilah beberapa ulasan tentang cara menua dengan sehat dan tubuh tidak mudah penyakitan. Kalau kita melakukan beberapa tips di atas, masa tua akan berjalan dengan lancar. Bahkan, perubahan usia tidak akan berpengaruh besar pada aktivitas. Nah, dari beberapa tips di atas, adakah yang pernah Anda lakukan sebelumnya?


Batuk Kronis: Penyebab, Gejala, Obat, dan Pencegahan



batuk-kronis-doktersehat

MediNetiz – Apa itu batuk kronis? Batuk kronis adalah batuk yang sudah berlangsung lebih dari 2 bulan pada orang dewasa atau 1 bulan pada anak-anak. Meski terlihat sepele, batuk kronis dapat membuat kelelahan dan menganggu waktu tidur Anda. Batuk kronis dapat menghilang begitu penyebabnya bisa diatasi. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, obat batuk kronis, dll di bawah ini.

Penyebab Batuk Kronis

Karena batuk kronis bisa terjadi di segala usia, perlu Anda ketahui bahwa batuk kronis pada orang dewasa sering kali disebabkan oleh TBC atau kebiasaan merokok. Sementara pada anak-anak, batuk kronis sering disebabkan oleh asma.

Beberapa penyebab-penyebab umum dari batuk kronis termasuk asma, rinitis alergi, persoalan-persoalan sinus (contohnya infeksi sinus), dan pengaliran balik ke esophagus (esophageal reflux) dari isi-isi lambung.

Pada kejadian-kejadian yang jarang, batuk kronis adalah akibat dari penghisapan dari benda-benda asing kedalam paru-paru (biasanya pada anak-anak). Jika batuk kronis hadir melakukan prosedur x-ray adalah sesuatu yang penting.

Berikut adalah penyebab umum batuk kronis yang harus Anda kenali, di antaranya:

1. Merokok

Memiliki kebiasaan merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis. Bahkan jika Anda hanya menjadi perokok pasif, Anda juga bisa terjangkit bronkitis kronis. Bronkitis kronis sendiri memiliki gejala batuk kronis yang dapat timbul dan biasanya akan berlangsung lama.

2. Asma

Penyebab batuk kronis berikutnya adalah terkait dengan penyakit asma. Asma sendiri adalah penyakit paru-paru kronis di mana saluran udara di paru-paru rentan terhadap inflamasi dan pembengkakan. Pemicu asma setiap orang berbeda-beda, ada yang dipicu oleh udara, asap rokok, pilek, makanan tertentu dan olahraga.

Sementara itu, beberapa penderita asma ada yang mempunyai batuk kronis sebagai gejala mereka satu-satunya. Kondisi ini sering kali dirujuk sebagai asma varian-batuk. Gejala-gejala asma dapat diperburuk oleh udara dingin, paparan polutan atau aroma minyak wangi.

3. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease adalah suatu penyakit dari kerongkongan dan lambung yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat dari menurunnya fungsi katup. Gejala umum dari GERD adalah mulas, nyeri dada dan mengi. Selain itu, GERD sendiri merupakan penyebab umum dari berkembangnya batuk kronis.

4. Infeksi

Infeksi seperti bronkitis atau pneumonia dapat menyebabkan batuk kronis. Infeksi-infeksi sendiri dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Sementara itu, infeksi virus tidak merespon pada antibiotik.

Pada pasien dengan asma, batuk akut, dan kronis, infeksi-infeksi virus pernapasan bagian atas sering kali berakibat pada batuk yang berkepanjangan bahkan setelah infeksinya telah hilang.

5. Obat-obatan

Obat ACE inhibitor adalah obat yang umum digunakan untuk mengobati gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Pada beberapa orang, batuk kronis dapat bertahan selama beberapa minggu setelah Anda berhenti minum obat ACE inhibitor.

Meski begitu, Anda tidak harus berhenti mengambil obat resep ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan ACE inhibitor dan kaitannya dengan batuk kronis.

6. Pertusis

Pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dengan gejala pilek, sedikit demam dan batuk hebat yang bisa membuat sulit untuk bernapas. Dikenal kenal dengan sebutan batuk rejan, banyak orang yang pada tahap awal tidak mengalami demam–namun batuk kronis yang menyertainya bisa berlangsung berminggu-minggu.

7. Sinus

Jika Anda memiliki masalah sinus dan belum ditangani dengan baik, hal itu bisa menyebabkan lendir tersumbat dan tidak bisa dikeluarkan. Lendir bisa mengalir ke belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk. Kondisi ini juga dikenal dengan upper airway cough syndrome (UACS).

8. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab batuk kronis adalah PPOK. PPOK umum terjadi ketika saluran udara dan kantung udara di paru-paru menjadi meradang atau rusak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 45 tahun dan memiliki kebiasaan merokok.

Pada penderita PPOK, paru-paru akan menghasilkan lendir berlebih, yang kemudian secara refleks tubuh akan mencoba mengeluarkannya dengan batuk.

Gejala Batuk Kronis

Selain batuk kronis yang bisa berlangsung lama, gejala batuk kronis lainnya tergantung kepada penyebabnya. Gejala yang bisa menyertai batuk kronis di antaranya:

  • Sesak napas.
  • Ulu hati terasa nyeri.
  • Rasa pahit pada mulut.
  • Suara serak.
  • Dahak tenggorokan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pilek dan hidung tersumbat.

Jika batuk kronis disertai beberapa gejala seperti berikut, sebaiknya Anda harus segera menemui dokter, seperti:

  • Berkeringat di malam hari.
  • Berat badan menurun.
  • Rasa nyeri di dada.
  • Muncul demam.
  • Batuk darah.

Obat Batuk Kronis

Pada dasarnya, perawatan batuk kronis ditentukan oleh penyebabnya. Bagaimanapun, pasien-pasien mungkin memperoleh pembebasan simptomatik dari obat-obat batuk bebas resep yang mengandung guaifenesin atau dextromethorphan, minum air yang banyak, menghirup uap panas, dan menggunakan obat batuk yang berupa tablet (lozenges). Pada kasus-kasus yang parah dokter mungkin meresepkan codeine.

Berikut adalah beberapa penanganan yang sesuai dengan penyebabnya, seperti:

1. Asma

Bronchodilators dan steroid-steroid yang dihirup diberikan untuk mengurangi peradangan dari saluran-saluran udara. Pada beberapa kasus-kasus, steroid-steroid oral jangka pendek diresepkan.

2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Perawatan termasuk menghindari makanan-makanan yang meningkatkan reflux (aliran balik), menghindari makan-makan sebelum berbaring, menaikan kepala ketika tidur, dan meminum obat-obat seperti famotidine (Pepcid), cimetidine (Tagamet), atau ranitidine (Zantac) untuk mengurangi keasaman lambung.

3. Sinus dan tetesan postnasal

Penggunaan decongestants seperti pseudoephedrine (Sudafed) atau antihistamines seperti diphenhydramine (Benadryl) mungkin memperbaiki gejala-gejala dari tetesan postnasal. Steroid-steroid hidung yang dihirup adalah sangat efektif dalam merawat rinitis alergi, penyebab yang umum dari batuk.

Sebagai tambahan, inhaler hidung lain seperti ipratropium bromide (Atrovent) dapat membebaskan tetesan postnasal. Antibiotik mungkin diresepkan jika penyebab yang ditentukan adalah sinusitis.

4. Infeksi

Pneumonia bakteri dan bronkitis secara khas dirawat dengan antibiotik seperti cephalosporins dan azithromycin (Zithromax). Jika pneumonia dekat pada dinding dada perdangan dari permukaan paru, hal itu dapat menyebabkan nyeri–dan dikenal sebagai pleurisy. Analgesik dapat digunakan untuk mengatasi hal ini.

Penekan-penekan batuk harus digunakan dengan hati-hati dalam situasi ini karena cara ini bisa ‘membersihkan’ paru dari lendir yang terinfeksi.

5. Konsumsi obat-obatan

Beberapa orang menggunakan obat batuk expectorant yang mengandung guaifenesin dalam mengurangi ketidaknyamanan. Adakalanya sulit untuk membedakan bronkitis virus dari bronkitis bakteri, dan antibiotik yang diresepkan.

Selain itu, obat-obatan yang lebih baru dari ACE inhibitor seperti obat-obat yang disebut ARB’s (Angiotensin receptor blockers), contohnya valsartan (Diovan), losartan (Cozaar), dapat digunakan sebagai alternatif karena mempunyai potensi yang lebih rendah untuk menyebabkan batuk kronis.

Pada beberapa kasus, asmatik-asmatik dapat menghasilkan lendir hijau yang terlihat terinfeksi. Dokter bisa memeriksakan lendir untuk menentukan apakah infeksi hadir.

Pencegahan Batuk Kronis

Selain dapat membantu meredakan gejala, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan untuk mencegah batuk kronis:

  • Menghindari alergen atau bahan-bahan atau lingkungan yang mungkin menjadi pemicu gejala alergi di tubuh Anda.
  • Konsultasikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risiko dari obat ACE inhibitor.
  • Jangan merokok, karena merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis.
  • Bicara pada dokter anda tentang mengendalikan asma, hidung yang meler (postnasal drip), atau GERD anda untuk menghindari gejala-gejala batuk.
  • Jaga jarak dari orang-orang lain yang diketahui sakit bronkitis atau pneumonia.
  • Makan buah. Penelitian menyarankan bahwa diet-diet yang tinggi dalam serat buah dan flavonoids mungkin mencegah batuk produktif yang kronis.
  • Perbanyak minum air putih. Air putih membantu ‘menenangkan’ peradangan yang terjadi pada tenggorokan. Jika terdapat lendir, air putih juga membantu melancarkan sekresi pada tenggorokan.

Ketika seseorang sudah merasakan bahwa batuk kronis nya mengganggu aktivitas makan, tidur dan bekerja, mulailah untuk mengonsumsi obat pereda batuk. Tujuan obat pereda batuk agar penderita bisa beristirahat, makan dan bekerja dengan tenang meski hanya sementara.




Gejala, Penyebab, Cara Mengobati Usus Buntu Secara Alami

MediNetiz - Tahukah anda tentang penyakit usus bantu ?. Penyakit usus buntu (Apendistis) merupakan sebuah penyakit yg dipicu oleh meradangnya usus buntu, mengalami luka, dan pecah. Jika sudah begitu maka usus buntu akan terasa sakit dlm waktu yang tidak sebentar sehingga tak jarang yg membuat tubuh Anda menjadi lemah terbaring di atas ranjang kamar perawatan di rumah sakit. Umumnya, penyakit usus buntu diatasi dgn jalan operasi.


Jika Anda belum mengenal atau tidak paham mengenai penyakit ini, mari kita bahas satu persatu mengenai gejala usus buntu, penyebab usus buntu, dan cara mencegah usus buntu. Berikut ini akan sya coba ulas satu persatu setiap subtopik dari penyakit usus buntu agar Anda bisa melakukan berbagai tindakan pencegahan setelah mengetahui apa saja penyebab usus buntu.

Gejala Penyakit Usus Buntu


Sbelum terlambat, kenali gejala awal penyakit usus buntu yang acap kali di rasakan oleh seseorang yang mungkin akan terserang penyakit usus buntu.

1. Sakit di bagian pusar

Seperti yang dilansir dari laman Health Me Up, gejala paling umum yg dirasakan oleh penderita adalah terasa sakit di bagian pusar (bukan sakit perut) sehingga mmbuat tubuh dalam kondisi tak nyaman akibat rasa sakit itu. Tanpa disadari rsa sakit ini akan menjalar ke bagian perut bawah secara perlahan.

2. Rasa sakit yang semakin parah

Awalnya trasa biasa sakitnya, namun lama kelamaan akan terasa semakin parah sakitnya. Di saat seperti ini si penderita akan kesulitan utk melakukan berbagai aktivitas karena rasa sakit yang sangat parah pada bagian perut.

3. Demam

Banyak penyakit yg ditandai dengan demam, tak terkecuali usus buntu. Secara bersamaan demam akan Anda alami disaat perut jg kesakitan. Dalam situasi dan kondisi yg semakin parah, suhu tubuh Anda akibat demam pun akan semakin tinggi.

4. Mual dan muntah

Ketika demam tak jarang Anda jg merasa mual dan mengalami muntah-muntah. Memang terlihat biasa di awal, nmun jika hal ini berlangsung selama lebih dari 12 jam, Anda harus ke dokter utk menanyakannya.

5. Diare

Dari beberapa studi kasus usus buntu yg diderita seseorang, rasa sakit perut juga dibarengi dengan diare. Kotoran yg dikeluarkanpun berbentuk lendir, dan jika Anda sdh mengalami ini, segera periiksakan pada dokter.

Penyebab Penyakit Usus Buntu


Setiap penyakit psti ada gejala dan penyebabnya, jadi sekarang Anda juga hrus tahu apa saja penyebab usus buntu yg akhirnya bisa menyerang setiap orang tanpa terkecuali dokter.

1. Infeksi pda usus akibat bakteri
2. Terjadi penyumbatan pda lapisan lumen (saluran) appendiks yang disebabkan oleh tumpukan tinja/feces yang keras (fekalit)
3. Terjadi pembesaran atau hyperplasia pda jaringan limfoid
4. Terlalu sering mengonsumsi cabai bersama bijinya, atau bisa jg akibat mengonsumsi jambu klutuk langsung dgn bijinya sehingga sulit dicerna tubuh, akibatnya sampah ini akan dimanfaat oleh bakteri utk berkembang biak dan menyebabkan infeksi yg berujung pda radang usus buntu.
5. Adanya cacing yg masuk kedalam usus buntu sehingga menyebabkan penyakit usus buntu.

Cara Mengobati Penyakit Usus Buntu


Langkah pengobatan sdh pasti harus melakukan operasi, namun sebenarnya ada jg cara mencegah penyakit usus buntu, yaitu menggunakan ramuan tradisional yg diminum langsung oleh kita, ramuan ini terbuat dari beberapa bahan alami yg mudah ditemukan di pasar.

Berikut ini cara membuat ramuan tradisional utk mencegah penyakit usus buntu:

Bahan:
- Segelas air panas
- 2 ruas kunyit
- 2 sdm air perasan jeruk nipis
- Gula merah secukupnya, dan
- Garam dapur secukupnya

Cara membuat ramuan:
1. Kupas kulit kunyit, cuci dan parut semuanya.
2. Peras setiap ruas kunyit agar sarinya keluar, dan pisahkan sarinya pd sebuah wadah.
3. Diamkan beberapa menit sampai sari kunyit mengendap.
4. Gunakan air bening (bukan yang mengendap) dgn cara diminum sehari sekali selama 7 hari berturut-turut. Sebelum meminum, pastikan utk mencampur semua bahan yang belum diolah pada ramuan.

Usai sdh pembahasan mengenai gejala usus buntu, penyebab usus buntu, dan cara mencegah usus buntu. Semoga dgn adanya artikel ini, Anda lebih terbantu utk melakukan pola hidup sehat agar tubuh tak rentan menderita penyakit berbahaya semacam ini.

Demikianlah informasi tentang gejala, penyebab dan cara mengobati penyakit usus buntu secara alami. Semoga bermanfaat.

Milia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan


milia-doktersehat

MediNetiz – Bintik putih yang muncul di wajah, paling sering di sekitar mata, disebut dengan milia. Kondisi ini adalah kondisi kulit yang sangat umum dan dapat menyerang siapa saja. Milia tidak berbahaya, tapi dapat mengganggu penampilan apabila muncul dalam jumlah banyak. Ketahui selengkapnya tentang milia melalui artikel ini!

Apa Itu Milia?

Milia adalah kondisi di mana terdapat keratin atau sel kulit mati yang terjebak di bawah permukaan kulit hingga membentuk benjolan kecil berwarna putih di kulit.

Milia paling sering muncul pada bayi baru lahir. Menurut penelitian, sekitar 40% dari jumlah bayi baru lahir memiliki milia. Meskipun begitu, milia dapat juga muncul pada anak-anak hingga orang dewasa.

Milia umumnya memiliki ukuran 1-2 mm dan paling sering muncul di wajah seperti bagian pipi dan kelopak mata. Milia juga dapat muncul di bagian kulit lain selain wajah tapi kondisi ini relatif jarang terjadi.

Milia adalah kondisi kulit yang umum dan tidak berbahaya. Kondisi ini juga tidak menimbulkan peradangan pada kulit dan tidak juga menimbulkan rasa sakit atau gatal. Namun milia di wajah yang jumlahnya banyak memang dapat mengganggu penampilan dan terkadang menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Penyebab Milia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, secara umum penyebab milia adalah karena keratin atau sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit. Milia jenis ini dikenal sebagai milia primer. Sedangkan milia yang dipicu oleh kondisi lain disebut dengan milia sekunder. Kondisi lain yang mungkin menjadi penyebab milia adalah seperti berikut ini:

  • Penggunaan make up atau produk yang mengandung parafin, petroleum,dan lanolin.
  • Efek samping dari pengobatan dari penyakit kulit lain atau dari trauma.
  • Paparan sinar matahari berlebihan.

Gejala Milia

Setiap penyakit ditandai dengan berbagai gejala spesifik yang berbeda-beda, begitu juga dengan milia. Berikut adalah gejala yang umumnya menandakan Milia:

  • Bintik berbentuk bulat warna putih pada wajah di pipi, kelopak mata, hidung. Dapat muncul di bagian tubuh lain, namun lebih jarang terjadi.
  • Bintik milia tidak menimbulkan inflamasi dan tidak terasa sakit ataupun gatal.

Diagnosis Milia

Dokter akan melakukan komunikasi atau anamnesis dengan pasien secara menyeluruh untuk memastikan diagnosis milia. Dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga mungkin akan memeriksa riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan diagnosis banding pada penyakit lain yang memiliki gejala sama untuk memastikan gejala tersebut adalah milia.

Pengobatan Milia

Milia bukan merupakan kondisi yang berbahaya, kebanyakan pengobatan milia di wajah di wajah dilakukan karena alasan estetika saja. Jumlah milia di wajah memang terkadang tidak sedikit sehingga dapat memengaruhi penampilan seseorang.

Milia pada bayi umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan penanganan apapun. Pada orang dewasa, berikut adalah pilihan cara menghilangkan milia yang umumnya dilakukan:

1. Obat topikal

Cara menghilangkan milia di wajah yang pertama adalah dengan menggunakan krim retinoid (turunan vitamin A) seperti tretinoin dan adapalene.

Tujuan penggunaan krim retinoid adalah untuk mempercepat regenerasi kulit. Penggunaannya harus dengan resep dokter dan perawatannya umumnya membutuhkan jangka waktu yang cukup panjang.

Penggunaan krim retinoid umumnya dilakukan malam hari, karena retinoid tidak boleh terkena sinar matahari. Apabila digunakan pada siang hari, maka harus dikombinasikan dengan sunblock dengan SPF minimal 30.

2. Facial wajah

Tindakan facial wajah juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan milia.

Sebelum melakukan facial untuk mengatasi milia, pastikan Anda memilih klinik terbaik dan tindakan ini dilakukan oleh seorang ahli kecantikan profesional yang memang berkapasitas untuk melakukan facial untuk mengatasi milia.

Ahli kecantikan akan menusuk bintik milia menggunakan alat kemudian mengeluarkan keratin yang terjebak di bawah kulit tersebut. Apabila tidak dilakukan dengan benar, tindakan ini dapat menimbulkan bekas berupa noda hitam pada kulit. Selain itu, milia juga dapat tumbuh lagi apabila tidak dikeluarkan dengan maksimal.

3. Chemical peeling

Metode ketiga yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi milia adalah chemical peeling.

Chemical peeling adalah metode penggunaan cairan dengan kadar pH asam untuk membantu pengelupasan atau eksfoliasi kulit. Milia akan ikut terangkat oleh kulit yang terkelupas tersebut. Setelah itu kulit akan beregenerasi dan membentuk lapisan kulit baru yang lebih rata.

4. Kauterisasi

Kauterisasi adalah terapi menggunakan listrik yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan luka.

Kauterisasi untuk mengatasi milia akan membuat milia berubah menjadi bintik hitam atau koreng yang kemudian akan mengering dan terlepas dari kulit. Penggunaan krim anti iritasi mungkin diperlukan untuk mencegah terjadinya iritasi setelah terapi ini dilakukan.

5. Cryotherapy

Cryotherapy adalah terapi yang menggunakan nitrogen cair yang diaplikasikan pada jaringan kulit yang ingin diangkat.

Terapi ini termasuk salah satu cara menghilangkan milia yang paling umum dilakukan. Nitrogen cair digunakan untuk membekukan milia sehingga milia akan mengering dan dapat terlepas dari kulit. Terapi ini dapat menyebabkan lepuh dan bengkak pada kulit yang umumnya dapat hilang dalam waktu beberapa hari.

Pencegahan Milia

Milia primer tidak memiliki pencegahan, tapi milia sekunder masih dapat dicegah. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah milia:

  • Hindari penggunaan krim kental dan produk berbasis minyak
  • Lakukan eksfoliasi kulit antara 2 hingga 3 kali seminggu.
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Penggunaan retinoid topikal sebelum chemical peeling karena prosedur chemical peeling juga sering kali dapat menyebabkan milia. Namun cara satu ini berpotensi menimbulkan noda hitam dan iritasi pada kulit.

 

Sumber:

  1. Milium Cysts in Adults and Babies – https://www.healthline.com/health/milia diakses 18 Juni 2019
  2. How can I get rid of milia? – https://www.medicalnewstoday.com/articles/320953.php diakses 18 Juni 2019



Manfaat Olahraga Lompat Tali Bagi Tubuh


Doktersehat-Manfaat-Olahraga-Lompat-Tali-Bagi-Tubuh
Photo Credit: Flickr.com/Matt Saunders

Inkes – Bagi Anda yang gemar berolahraga tentu tidak asing dengan olahraga lompat tali atau skipping. Meski olahraga ini terlihat lebih ringan ketimbang lari, ternyata manfaat yang didapatkan sama dengan olahraga lainnya.

Salah satu manfaat lompat tali yang bisa Anda dapatkan adalah meningkatnya fungsi jantung dan pembuluh darah. Lompat tali termasuk ke dalam kelompok olahraga yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kekuatan otot secara maksimal.

baca juga: Diet Dengan Cara Melompat Tali

Selain kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan yang baik adalah ciri fisik lain yang menonjol dari orang-orang yang rutin melakukan olahraga ini. Berikut ini adalah manfaat skipping yang bisa didapatkan oleh tubuh, di antaranya:

  1. Membakar kalori

Olahraga lompat tali atau skipping yang dilakukan selama 30 menit dapat membakar 600 hingga 800 kalori. Hal ini tentu saja sangat membantu program penurunan berat badan yang sedang Anda lakukan. Semakin lama Anda melakukan lompat tali maka akan semakin banyak kalori yang terbakar.

Lompat tali juga membakar lebih banyak kalori dibanding jumlah kalori yang terbakar ketika Anda berlari selama delapan menit. Bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan sambil melatih otot tubuh bagian atas dan bawah, lompat tali dapat menjadi salah satu pilihan olahraga yang baik.

  1. Melatih otot

Olahraga lompat tali dilakukan dengan melibatkan berbagai otot tubuh diantaranya, otot lengan, bahu, dada, betis dan otot lutut. Hebatnya, lompat tali adalah salah satu latihan yang dapat melatih otot bagian atas dan bagian bawah tubuh secara bersamaan.

Selain membentuk banyak otot tubuh bagian atas dan bawah, manfaat lompat tali juga menambah daya tahan tubuh, melatih koordinasi, serta meningkatkan kebugaran kardiovaskular.

  1. Mengurangi risiko osteoporosis

Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Osteoporosis Society di Inggris, diketahui bahwa olahraga lompat tali yang dilakukan rutin selama masa hidup akan membuat orang tersebut memiliki risiko yang kecil untuk mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis. Lompat tali bisa dilakukan 2 sampai 5 menit setiap harinya.

  1. Meningkatkan stamina, kelenturan, koordinasi dan keseimbangan tubuh

Olahraga seperti lompat tali jika dilakukan secara rutin akan berkontribusi dalam peningkatan stamina, kelenturan, koordinasi dan keseimbangan tubuh seseorang.

  1. Mengombinasikan irama gerakan dan ketepatan waktu

Manfaat skipping yang bisa didapatkan adalah membuat otak bekerja cepat dan tepat dalam mengkalkulasi gerakan dan waktu yang tepat untuk melompat. Dengan melakukan olahraga lompat tali maka Anda akan melatih otak agar terbiasa bekerja cepat dan tepat.

Dengan kata lain, olahraga lompat tali akan meningkatkan kemampuan koordinasi tubuh, memperbaiki kemampuan refleks dan keseimbangan tubuh.

baca juga: Lompat Tali, Olahraga Sederhana yang Bermanfaat Bagi Tubuh

Cara Melakukan Lompat Tali yang Benar

  • Pastikan Anda tidak menderita nyeri lutut.
  • Pastikan tidak menderita cedera akut pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Lakukan pemanasan seperti jogging atau bersepeda selama 5-10 menit sebelumnya.
  • Harus dilakukan pada permukaan yang baik untuk memperoleh pendaratan yang ideal. Anda bisa melakukannya di lantai yang tidak licin atau lantai kayu, bukan tanah, beton, aspal, rumput, atau karpet. Jika di dalam ruangan, pastikan langit-langit ruangan yang cukup jauh jaraknya dari kepala Anda ketika melompat (sekitar 25-30 cm).
  • Menyiapkan tali dan sepatu olahraga yang layak. Untuk pemula, pilihlah tali bermanik-manik plastik karena lebih mudah dikendalikan dan terjaga bentuknya.
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui batasan pergerakan dan kebugaran kardiovaskular yang ideal bagi kondisi tubuh Anda.

Meski lompat tali memberikan banyak manfaat bagi tubuh, Anda juga harus memantau terus detak jantung dan kondisi tubuh Anda. Walau termasuk latihan berisiko rendah bagi lutut dan kaki, lompat tali termasuk latihan intensitas tinggi bagi organ kardiovaskular.