Widget HTML (label produk)

Rosacea: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan



acne-rosacea-doktersehat

MediNetiz – Apakah kulit wajah Anda terlihat kemerahan dan disertai benjolan-benjolan kecil seperti jerawat? Jika seperti itu kondisinya, maka ada kemungkinan Anda mengalami Rosacea. Banyak juga yang mengatakan bahwa itu adalah acne Rosacea.

Apakah benar penyakit Rosacea adalah penyakit kulit berjerawat? Apakah sah-sah saja untuk mengatakannya sebagai jerawat Rosacea? Temukan jawabannya melalui penjelasan ini.

Apa Itu Rosacea?

Rosacea adalah penyakit peradangan kulit kronis yang biasanya terjadi di bagian wajah tertentu. Penyakit Rosacea umumnya ditandai dengan kulit kemerahan dan benjolan kecil. Kemerahan pada wajah tersebut bisa menyebar ke bagian wajah lainnya.

Tidak hanya wajah, penyebaran Rosacea bahkan bisa mencapai telinga, dada, dan punggung. Penyakit Rosacea bisa menimpa siapa saja tetapi paling sering dialami oleh wanita berkulit putih. Orang berkulit gelap dan anak-anak jarang mengalaminya.

Prevalensi Rosacea terbilang tinggi, terutama di kalangan ras kulit putih. Namun, tak jarang dokter salah mendiagnosis, sehingga tingkat kejadian Rosacea bisa jadi lebih tinggi dari yang telah dilaporkan.

Apakah Rosacea termasuk jerawat?

Sering kali orang menyebut jerawat Rosacea, sehingga ada persepsi kalau Rosacea termasuk salah satu dari tipe jerawat wajah. Memang, ada Rosacea jenis tertentu yang sering kali disebut acne Rosacea.

Akan tetapi, suatu hal yang keliru jika menganggap Rosacea adalah jerawat, eksim, atau reaksi alergi kulit. Jadi, tidak tepat untuk menyebut acne Rosacea atau jerawat Rosacea karena Rosacea bukanlah sebuah jerawat meskipun gejala keduanya hampir mirip.

Jenis-jenis penyakit Rosacea

Penyakit Rosacea memiliki banyak jenis tetapi diantaranya terdapat 4 jenis Rosacea yang utama. Tidak menutup kemungkinan, seseorang bisa menderita lebih dari 1 jenis Rosacea. Setiap jenis Rosacea memiliki gejala yang agak berbeda.

Berikut ini adalah beberapa jenis Rosacea:

1. Erythematotelangiectatic Rosacea

Erythematotelangiectatic Rosacea juga dikenal sebagai Rosacea tipe 1. Orang yang mengalami Rosacea tipe ini, wajahnya akan nampak kemerahan, sehingga pembuluh darahnya terlihat.

2. Papulopustular Rosacea

Tipe kedua dari Rosacea adalah Papulopustular rosacea. Jenis kedua inilah yang mungkin sering kali disebut sebagai acne Rosacea karena memiliki gejalanya nampak seperti wajah berjerawat. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah jerawat.

3. Rhinophyma Rosacea

Ada juga jenis penyakit Rosacea yang disebut Rhinophyma Rosacea. Jenis ketiga ini cukup jarang terjadi tetapi sering kali dialami oleh kaum pria. Biasanya, penderita Rhinophyma Rosacea memiliki penebalan kulit di hidung, sehingga tekstur kulit seperti bergelombang.

4. Okular Rosacea

Dikatakan Okular Rosacea karena gejalanya terpusat di sekitar mata. Mata memerah, iritasi, dan kelopak mata membengkak.

Selain dari empat jenis penyakit Rosacea, masih ada 1 jenis lagi, yaitu Steroid Rosacea. Jenis ini memang tidak termasuk yang utama, tetapi Anda perlu tahu bahwa ada tipe Rosacea yang terjadi karena penggunaan obat kortikosteroid.

Penyebab Rosacea

Penyebab pasti penyakit Rosacea masih belum diketahui. Akan tetapi, kejadian Rosacea terkait dengan beberapa hal, seperti:

1. Riwayat keluarga

Penderita Rosacea biasanya juga memiliki anggota keluarga yang sebelumnya mengalami Rosacea. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika Rosacea diturunkan secara genetik.

2. Sistem kekebalan tubuh

Penelitian menemukan bahwa penderita Rosacea terkait bakteri tertentu. Bakteri tersebut menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan, sehingga timbulah kemerahan di wajah.

3. Bakteri

Penyebab Rosacea memiliki kaitan dengan kemunculan bakteri H. pylori di usus. Keberadaan bakteri tersebut mengundang respon terhadap hormon pencernaan yang berakibat kulit wajah menjadi kemerahan.

4. Tungau

Tungau bisa ada di kulit wajah. Serangga berukuran kecil ini sebenarnya tidak berbahaya jika masih berjumlah sedikit. Akan tetapi, bisa merugikan bila jumlahnya lebih banyak dari biasanya. Jumlah tungau yang berlebihan bisa mengiritasi kulit wajah dan munculah Rosacea.

5. Masalah pembuluh darah di wajah

Rosacea juga bisa terjadi karena terkait masalah pembuluh darah di wajah. Wajah yang terus terpapar sinar matahari bisa mengakibatkan pelebaran dan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga mudah terlihat.

6. Penggunaan cathelicidin

Cathelicidin adalah sebuah zat mengandung protein yang biasa digunakan untuk melindungi kulit dari infeksi. Pemakaiannya ternyata bisa menyebabkan Rosacea secara tidak langsung.

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko terjadinya Rosacea:

  • Wanita dewasa
  • Ras kulit putih (Eropa Utara) dan keturunannya
  • Sering terpapar sinar matahari
  • Berusia antara 30-50 tahun
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Riwayat keluarga Rosacea
  • Memiliki banyak jerawat, terlebih bila parah

Ada beberapa hal yang bisa memicu Rosacea menjadi lebih buruk. Hindarilah beberapa hal tersebut. Inilah beberapa pemicu yang bisa membuat Rosacea semakin buruk:

  • Makanan atau minuman panas
  • Makanan pedas
  • Minuman berkafein
  • Susu dan produk turunannya
  • Suhu ekstrim
  • Berjemur di bawah terik matahari
  • Stres, cemas, marah, malu
  • Olahraga berat dan intensitas tinggi
  • Mandi air panas
  • Pemakaian obat kortikosteroid
  • Mengonsumsi alkohol

Gejala Rosacea

Gejala yang umum terjadi pada kebanyakan penderita Rosacea adalah kulit kemerahan. Namun, setiap jenis Rosacea memiliki beberapa gejala yang khas.

Inilah beberapa gejala Rosacea berdasarkan jenisnya:

1. Gejala Erythematotelangiectatic Rosacea

Inilah beberapa gejala Erythematotelangiectatic Rosacea:

  • Kulit wajah kemerahan di bagian tertentu
  • Pembuluh darah di wajah terlihat
  • Kulit membengkak
  • Kulit menjadi sensitif
  • Sensasi terbakar atau tersengat
  • Kulit kering dan bersiisk
  • Kulit wajah mudah memerah

2. Gejala Papulopustular Rosacea

Beberapa gejala Papulopustular Rosacea atau yang biasa disebut acne Rosacea:

  • Terdapat banyak bintil kecil seperti jerawat
  • Pembuluh darah di wajah terlihat
  • Kulit bermintak
  • Ada sensasi terbakar atau tersengat
  • Kulit wajah bermintak
  • Timbul bercak-bercak di kulit

3. Gejala Rhinophyma Rosacea

Tipe Rhinophyma Rosacea terdiri dari:

  • Penebalan kulit terutama di bagian hidung dan diikuti di bagian lain
  • Tekstur kulit bergelombang
  • Nampak pembuluh darah yang pecah
  • Pori-pori wajah membesar
  • Kulit wajah berminyak

4. Gejala Okular Rosacea

Beberapa gejala Okular Rosacea:

  • Kulit memerah
  • Mata sangat kering dan gatal
  • Mata sensitif terhadap cahaya
  • Mata terasa seperti berpasir
  • Mata terasa terbakar atau tersengat
  • Terlihat pembuluh darah pecah di kelopak mata
  • Terdapat kista pada kelopak mata
  • Penurunan ketajaman penglihatan

Diagnosis Rosacea

Ada tindakan tertentu yang akan dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis Rosacea. Dokter akan mendiagnosis Rosacae dengan menggali informasi kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik kulit.

Jika diperlukan, pasien akan menjalani beberapa tes untuk mengeliminasi kemungkinan masalah dermatitis lainnya, seperti jerawat, eksim, alergi, psoriasis, dan lainnya. Apabila pasien mengalami Okular Rosacea, maka pemeriksaan mata perlu dilakukan.

Komplikasi Rosacea

Penderita Rosacea yang tidak segera menanganinya bisa mengalami beberapa komplikasi tertentu. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Pembesaran kelenjar minyak di wajah
  • Gangguan penglihatan pada Okular Rosacea
  • Perasaan frustrasi dan malu
  • Takut dan khawatir setiap kali ingin mengonsumsi atau menerapkan sesuatu karena bisa menjadi pemicu
  • Kurang percaya diri
  • Sulit mendapatkan pekerjaan atau bertahan di kantor
  • Depresi atau gangguan mental lainnya

Pengobatan Rosacea

Belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit Rosacea. Namun, meskipun tidak ada obat Rosacea, penderita tetap harus melakukan beberapa perawatan tertentu guna meredakan gejalanya agar tidak semakin buruk.

Inilah beberapa tindakan pengobatan bagi para penderita Rosacea:

1. Penggunaan obat Rosacea

Ada beberapa jenis obat Rosacea yang bersifat simptomatik, yaitu hanya meredakan gejalanya dan bukan menyembuhkan penyakitnya. Obat Rosacea (simptomatik) bisa berbentuk topikal dan oral.

Pada bentuk sediaan topikal, yaitu dalam bentuk gel. Cara menggunakannya dengan menerapkan di wajah. Ada obat yang bermanfaat untuk mengecilkan pembuluh darah dan ada pula obat untuk meredakan kulit kemerahan dan jerawat.

Obat oral yang digunakan adalah antibiotik yang bermanfaat untuk membunuh bakteri tertentu yang terkait dengan kejadian Rosacea, seperti bakteri H.pylori atau bakteri penyebab jerawat berlebih.

2. Terapi laser

Gejala Rosacea juga bisa diredakan dengan menempuh tindakan laser. Terapi laser bisa membantu mengurangi kemerahan pada kulit akibat pembuluh darah yang membesar.

Pencegahan Rosacea

Rosacea tidak bisa dicegah karena penyebabnya pun belum diketahui secara pasti. Hal yang bisa Anda lakukan adalah mencegah Rosacea berkembang semakin buruk, yaitu dengan segera melakukan beberapa perawatan dan menghindari pemicu agar penyakit Rosacea tidak berkembang semakin buruk.

 

 

Sumber:

  1. MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/symptoms-causes/syc-20353815 [diakses pada 16 Juli 2019]
  2. AAD: ROSACEA: SIGNS AND SYMPTOMS. https://www.aad.org/public/diseases/acne-and-rosacea/rosacea#symptoms [diakses pada 16 Juli 2019]
  3. MedicalNewsToday: What is rosacea? Christian Nordqvist. 2017. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160281.php [diakses pada 16 Juli 2019]
  4. MayoClinic: Rosacea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/diagnosis-treatment/drc-20353820 [diakses pada 16 Juli 2019]
  5. WebMD: What Is Rosacea? https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-rosacea-basics#1 [diakses pada 16 Juli 2019]
  6. Healthline: Rosacea: Types, Causes, and Remedies. https://www.healthline.com/health/skin/rosacea#types [diakses pada 16 Juli 2019]
  7. NHS: Rosacea. https://www.nhs.uk/conditions/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
  8. CanadianDermatologyAssociation: Rosacea. https://dermatology.ca/public-patients/skin/rosacea/ [diakses pada 16 Juli 2019]
  9. MedicineNet: Rosacea. Gary W. https://www.medicinenet.com/rosacea/article.htm#rosacea_facts [diakses pada 16 Juli 2019]



4 Manfaat Okra untuk Diabetes, Cara Mengonsumsi, dan Kandungannya



okra-untuk-mengatasi-diabetes-doktersehat
photo credit: Pexels

MediNetiz – Sayuran jenis okra mungkin belum terlalu umum di kawasan Indonesia. Tanaman yang masih satu famili dengan rosela ini ternyata memiliki cukup banyak manfaat untuk tubuh. Tidak mengherankan kalau di beberapa negara, okra sudah banyak diolah menjadi berbagai kuliner yang nikmat atau dibuat untuk campuran minuman.

Kandungan okra

Bagi yang tidak pernah mengetahui apa itu okra, tanaman ini memiliki ukuran cukup tinggi dan masuk dalam keluarga hibiscus atau kapas. Meski masuk dalam keluarga bunga sepatu serta kapas, kantong biji atau pod yang dihasilkan bisa dikonsumsi sebagai salah satu makanan yang bergizi.

Okra sendiri terdiri dari beberapa jenis. Ada yang memiliki kulit buah dengan warna hijau atau merah. Keduanya sama-sama bergizi dan mengandung cukup banyak nutrisi seperti:

  • Vitamin C
  • Vitamin B
  • Potasium
  • Asam folat
  • Kalsium

Memiliki kandungan nutrisi yang cukup besar ini okra cocok dikonsumsi setiap hari. Okra juga mengandung banyak serat yang membantu seseorang dalam buang air besar dan mengurangi penyerapan lemak dan gula. Dengan kemampuan menurunkan kadar gula yang diserap, okra akan sangat baik kalau digunakan untuk mengatasi gejala diabetes.

Manfaat okra untuk diabetes

Tahukah Anda kalau ada banyak manfaat okra untuk penderita diabetes? Ini dia khasiatnya:

  1. Sumber serat pangan

Serat pangan sangat penting untuk tubuh. Kalau kita tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan serat yang cukup, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada tubuh seperti gangguan buang air besar atau sembelit. Gangguan yang terjadi berkali-kali bisa memicu masalah yang cukup besar termasuk kanker.

Dengan mengonsumsi makanan dengan kadar serat tinggi seperti okra, serat yang terlarut di dalam usus akan membantu penurunan daya serat gula. Seperti yang kita tahu, gula yang berlebihan bisa menyebabkan gula darah jadi meningkat dan memicu banyak masalah seperti munculnya tanda diabetes dan sensitivitas insulin jadi anjlok.

  1. Bisa menurunkan stres di tubuh

Seseorang dengan kondisi diabetes tidak disarankan mengalami stres yang intens. Kalau stres terus terjadi, kemungkinan besar akan terjadi beberapa masalah seperti sering munculnya tanda diabetes. Gula darah di dalam tubuh juga mudah sekali meningkat sehingga tubuh menjadi sangat lemas dan tidak nyaman setiap harinya.

Salah satu cara untuk mengatasi stres dan inflamasi yang terjadi di dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi okra. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, terdapat antioksidan di dalam okra yang akan membantu mengatasi inflamasi dan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Membantu menurunkan kolesterol

Meski baru penelitian yang dilakukan pada hewan, okra diketahui mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh dengan maksimal. Penurunan ini akan membawa cukup besar pada tubuh. Kolesterol yang terjaga akan membuat kondisi tubuh tetap baik dan gejala diabetes yang kerap muncul tidak akan terjadi lagi.

Selama ini orang dengan kondisi diabetes cenderung memiliki masalah dengan kolesterolnya. Kondisi ini menyebabkan cukup banyak masalah kalau tanda diabetes muncul dan kolesterol mulai menyebabkan penebalan pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah hingga masalah yang terjadi di jantung bisa muncul.

  1. Mencegah tubuh mudah lelah

Salah satu gangguan yang kerap dialami oleh penderita diabetes adalah kelelahan yang berlebihan. Kelelahan yang berlebihan bisa menyebabkan kita semua sulit sekali bekerja dan melakukan aktivitas lainnya. Begitu melakukan aktivitas terlalu besar, tubuh akan menjadi lemas dan kondisi mengantuk muncul.

Dari studi yang dilakukan, pada penderita diabetes, mengonsumsi okra ternyata mampu membuat energi di dalam tubuh jadi lebih normal. Meski melakukan aktivitas yang terlalu berat sekalipun, tubuh tidak akan mudah drop dan Anda juga bisa dengan mudah mengembalikan energi dengan beristirahat.

Cara mengonsumsi okra yang benar

Okra bisa dikonsumsi menjadi berbagai jenis makanan atau minuman. Berikut beberapa cara mengonsumsi okra yang sering dilakukan banyak orang dan memaksimalkan fungsinya.

  1. Okra untuk infused water

Okra bisa dikonsumsi dalam bentuk infused water. Anda bisa memotong okra kecil-kecil setelah dicuci bersih. Selanjutnya okra dimasukkan ke dalam air lalu disimpan di dalam lemari es. Anda bisa menambahkan beberapa jenis buah seperti melon, lemon, atau buah apa pun dan daun mint secukupnya saja.

  1. Okra yang dikeringkan

Beberapa orang malas mengolah okra dalam bentuk segar dan ingin yang instan saja. Okra bisa dikonsumsi dalam bentuk kering. Kantong buah dikeringkan lalu dihancurkan menjadi serbuk. Nah, serbuk ini bisa digunakan langsung untuk campuran makanan atau dicampur untuk obat.

  1. Dimasak langsung

Okra bisa dimasak langsung menjadi berbagai jenis makanan. Biasanya sayuran ini dipotong kecil atau dibiarkan untuk kalau ukurannya kecil untuk menghindari keluarnya banyak lendir.

  1. Dibuat jus atau smoothies

Salah satu kekurangan dari okra yang harus diperhatikan dengan baik adalah lendir yang dihasilkan. Meski lendir ini bermanfaat untuk tubuh, ada beberapa orang yang tidak menyukainya, apalagi saat dikonsumsi dalam bentuk jus. Sensasi aneh mungkin akan terasa.

Beberapa orang menyarankan untuk merendam okra dahulu setelah dipotong kecil. Dengan melakukan ini jumlah lendir yang keluar bisa sedikit diminimalkan.

Inilah beberapa ulasan tentang manfaat dari okra khususnya untuk penderita diabetes yang ingin hidup sehat setiap saat. Mulai saat ini Anda mulai bisa mengonsumsi okra yang sudah mulai mudah didapatkan di pasaran. Anda bisa memakannya setiap hari agar kondisi diabetes menjadi stabil. Oh ya, kalau Anda sempat, coba tanam okra di depan rumah agar bisa memanennya kapan saja.




Terungkap! Ternyata Sakit Kepala Bukan Tanda Awal Hipertensi

cara-menghilangkan-sakit-kepala-doktersehat
Image by Robin Higgins from Pixabay

MediNetiz – Banyak orang yang menduga jika sakit kepala yang mereka idap adalah tanda dari masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan, ada orang yang langsung mengonsumsi mentimun atau minum obat penurun tekanan darah demi mengatasi hal ini. Padahal, menurut pakar kesehatan, sakit kepala belum tentu menandakan bahwa tekanan darah sedang tinggi.

Kaitan antara sakit kepala dengan hipertensi

Memang, beberapa kasus menunjukkan bahwa sakit kepala terkait dengan hipertensi, namun pakar kesehatan menyebut sekitar 70% dari total kasus sakit kepala disebabkan oleh hal-hal yang tidak diketahui dan tidak selalu terkait dengan tekanan darah tubuh.

Faktanya, hanya 5 persen pengidap hipertensi yang mengeluhkan sakit kepala. Hal ini berarti, kita tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa sakit kepala yang dialami sebagai tanda dari tekanan darah tinggi.

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas

Pakar kesehatan menyebut hipertensi sebagai masalah kesehatan yang tergolong sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Hal ini berarti, masalah kesehatan ini cenderung tidak menunjukkan gejala yang jelas hingga akhirnya memicu komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, atau masalah kesehatan lainnya. Karena alasan inilah kita diminta untuk rutin memeriksa tekanan darah demi mencegahnya.

Jika sampai tekanan darah naik dengan signifikan dan kita tidak mengubah gaya hidup untuk mengatasinya, maka risiko untuk terkena berbagai masalah kesehatan akan meningkat. Bahkan, bisa jadi hal ini bisa menyebabkan kematian mendadak.

Sekitar 90 persen penderita hipertensi diketahui tidak mengalami gejala apapun. Bahkan, kebanyakan kasus kesehatan ini ditemukan secara tidak sengaja saat melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan lainnya. Masalahnya adalah hal ini membuat banyak orang baru menyadarinya saat tekanan darah sudah dalam level berbahaya.

Pakar kesehatan menyarankan orang-orang dengan kondisi sehat di usia lebih dari 18 tahun untuk memeriksakan tekanan darahnya tiga hingga lima tahun sekali. Sementara itu, orang-orang dengan usia lebih dari 40 tahun setidaknya melakukan pemeriksaan tekanan darah satu tahun sekali demi membantu mencegah datangnya hipertensi.

Gejala hipertensi yang harus diwaspadai

Hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga membuat pengidapnya tidak benar-benar menyadarinya. Hanya saja, sebagian orang ada yang bisa mengalami perubahan pada kondisi tubuhnya saat tekanan darah meningkat hingga lebih dari 120/80 mmHg.

Berikut adalah beberapa gejala hipertensi yang umum dialami:

  • Mengalami sakit kepala yang intens
  • Gangguan penglihatan menjadi lebih buram
  • Mengalami sensasi nyeri pada dada
  • Mengalami sesak napas
  • Perubahan denyut jantung menjadi tidak teratur. Bahkan bisa jadi hal ini akan menyebabkan sensasi berdenyut pada dada, leher, dan telinga

Jika kita sudah mengalami beberapa gejala di atas, tak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi memastikan penyebab pastinya dan segera mengatasinya.

Tips Menurunkan Tekanan Darah

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah. Sebagai contoh, kita harus mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah dan menurunkan asupan makanan berlemak seperti daging-dagingan atau gorengan.

Jika perlu, kita juga sebaiknya menurunkan asupan garam dan minuman berkafein mengingat kedua kandungan ini bisa meningkatkan tekanan darah dengan signifikan. Kita juga harus berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol karena gaya hidup ini juga sangat buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah juga bisa diturunkan dengan rutin berolahraga atau lebih aktif bergerak. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi darah yang akan menjadi jauh lebih lancar.




11 Manfaat Olahraga Kardio, Bukan untuk Kesehatan Jantung Saja


manfaat-olahraga-kardio-doktersehat

MediNetiz – Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan olahraga kardio. Olahraga seperti berlari, berenang, dan bersepeda termasuk ke dalamnya. Meskipun umum dilakukan, tapi banyak orang yang belum mengenal apa itu olahraga kardio dan apa saja sebenarnya manfaat olahraga kardio untuk tubuh. Simak pengertian olahraga kardio dan manfaatnya untuk kesehatan berikut ini!

Apa Itu Olahraga Kardio?

Olahraga kardio adalah semua jenis olahraga yang dapat meningkatkan detak jantung. Latihan kardio pada dasarnya merupakan singkatan dari latihan kardiovaskular. Tujuan dari latihan kardio adalah untuk melatih jantung dan sistem peredaran darah.

Sebuah latihan dianggap sebagai latihan kardio apabila dilakukan paling tidak 10 menit dan dapat meningkatkan detak jantung 50-75% dari detak jantung maksimum. Ketika Anda bergerak dan mendapati bahwa jantung Anda berdebar kencang dan keras, itu tandanya Anda sedang melakukan latihan kardio.

Manfaat Olahraga Kardio

Terdapat banyak jenis olahraga kardio meliputi berlari, berenang, bersepeda, memanjat tangga, sepak bola, dan banyak olahraga lainnya. Olahraga kardio bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa lagi manfaat lain dari olahraga kardio?

Berikut adalah 11 manfaat olahraga kardio yang mungkin tidak Anda sangka!

1. Menguatkan jantung

Salah satu manfaat olahraga kardio yang paling utama adalah melatih kekuatan jantung.

Sama seperti otot pada bagian tubuh lainnya, otot jantung juga juga dilatih dengan cara berolahraga. Olahraga kardio dapat membantu jantung menjadi lebih kuat sehingga dapat bekerja dengan lebih efisien.

Jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan lebih efisien. Hal ini baik karena artinya jantung tidak harus bekerja sekeras biasanya. Detak jantung istirahat juga cenderung lebih rendah dan bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

2. Membantu menurunkan berat badan

Manfaat olahraga kardio adalah dapat membantu membakar kalori, meningkatkan metabolisme, dan menurunkan berat badan.

Ketika Anda berolahraga, tubuh membutuhkan energi yang dibakar dari kalori yang Anda konsumsi. Jika tubuh tubuh tidak menyediakan asupan kalori yang cukup dari makanan, tubuh akan membakar cadangan lemak sebagai alternatif bahan bakar untuk energi.

Berolahraga dengan perut kosong atau hampir kosong secara langsung dapat berkontribusi pada penurunan berat badan, namun berapa banyak kalori yang dibakar dan berapa besar penurunan berat tubuh tergantung pada intensitas olahraga kardio yang Anda lakukan.

Latihan kardio juga diketahui dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda, artinya tubuh membakar kalori dan lemak lebih banyak dari biasanya. Metabolisme yang meningkat juga meiingkinkan tubuh terus membakar lemak bahkan ketika Anda sedang tidak berolahraga.

3. Meningkatkan sirkulasi darah

Olahraga kardio juga membantu sirkulasi darah menjadi lebih baik.

Sirkulasi darah yang baik sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sirkulasi darah yang lancar membantu otot dan seluruh organ tubuh dapat bekerja dengan lebih efisien. Anda juga akan terhindari dari berbagai risiko penyakit yang dipicu oleh terhambatnya sirkulasi darah.

4. Menyehatkan paru-paru

Jika ingin sistem pernapasan sehat, salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah latihan kardio secara teratur.

Manfaat olahraga kardio untuk paru-paru, kurang lebih sama dengan manfaat olahraga kardio untuk jantung. Olahraga dapat membuat paru-paru semakin terlatih dan semakin kuat, sehingga paru-paru juga dapat bekerja dengan lebih efisien.

5. Meningkatkan kualitas tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah salah satu kunci dari hidup yang sehat.

Olahraga kardio adalah salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan kualitas tidur Anda di malam hari. Pertama, karena olahraga membuat energi Anda tersalurkan dengan tepat dan ketika Anda lelah, Anda dengan lebih mudah tertidur.

Alasan kedua adalah karena olahraga memicu produksi berbagai senyawa kimia di otak, di antaranya terdapat senyawa yang dapat membantu mengatur keinginan dan waktu tidur Anda.

6. Mengurangi stres dan membuat lebih bahagia

Jika Anda mengalami stres, depresi, atau kecemasan, latihan kardio dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasinya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa manfaat senam kardio adalah dapat merangsang pelepasan berbagi senyawa kimia di otak. Di antara beberapa senyawa kimia tersebut, terdapat dopamin dan serotonin, kedua senyawa ini dapat memengaruhi perasaan bahagia seseorang.

7. Meningkatkan kemampuan kognitif

Manfaat olahraga kardio lainnya adalah dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Ketika melakukan olahraga kardio, jumlah alirah darah, oksigen, dan nutrisi yang dikirimkan ke seluruh tubuh meningkat. Hal ini juga tentunya berpengaruh pada otak. Olahraga dapat memicu otak memproduksi lebih banyak neuron, yaitu sel-sel otak yang mengirim dan menerima sinyal yang menentukan setiap fungsi tubuh dan menentukan proses berpikir.

Jumlah neuron sangat berpengaruh pada fungsi otak. Semakin banyak neuron, maka semakin baik juga fungsi otak.

8. Melatih otot

Latihan beban berkontribusi banyak dalam pembentukan otot, tapi bukan berarti latihan kardio tidak memberikan kontribusi dalam melatih otit.

Setiap jenis latihan kardio juga dapat membantu latihan otot. Berlari dapat melatih kekuatan kaki, bersepeda dapat meningkatkan kekuatan kaki dan bagian tengah tubuh, berenang dapat memperkuat seluruh otot tubuh.

9. Baik untuk kesehatan tulang

Selain dapat melatih otot, olahraga kardio juga baik untuk kesehatan tulang.

Tidak semua jenis kardio dapat melatih kekuatan tulang, tapi beberapa di antaranya yang termasuk ke dalam latihan menahan beban sangat baik untuk tulang. Jenis olahraga kardio yang termasuk sebagai latihan menahan beban adalah seperti berlari, melompat-lompat, dan bersepeda.

10. Meningkatkan sistem imun

Manfaat olahraga kardio selanjutnya yang tidak boleh Anda lewatkan adalah meningkatnya sistem imun tubuh.

Latihan kardio secara teratur diketahui dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa sel darah putih merupakan komponen utama dari sistem kekebalan tubuh.

Maka dari itu, jumlah sel darah putih yang tetap terjaga dalam tubuh tentunya akan sangat membantu tubuh melawan berbagai macam patogen yang menyerang tubuh.

11. Meningkatkan kepercayaan diri

Banyak yang percaya bahwa latihan kardio dapat membantu Anda untuk lebih percaya diri.

Hal ini tentunya memang benar. Ketika Anda dalam keadaan sehat dan bugar, kepercayaan diri Anda juga akan meningkatkan. Selain itu, Anda juga lebih percaya pada kemampuan diri Anda yang dapat melakukan latihan kardio secara rutin untuk mencapai tingkat kebugaran yang Anda inginkan.

Ketika Anda melakukan olahraga kardio secara rutin dan mendapatkan bentuk tubuh ideal yang Anda inginkan, tentunya hal ini juga akan membuat kepercayaan diri Anda meningkat.

Itu dia berbagai manfaat olahraga kardio untuk kesehatan tubuh. Jadi, tunggu apalagi? Mari mulai hidup sehat dengan latihan kardio secara teratur mulai hari ini!

 

 

Sumber:

  1. Everything You Need to Know About Cardio – https://www.verywellfit.com/everything-you-need-to-know-about-cardio-1229553 diakses 16 Juli 2019
  2. From Head to Toe: The Benefits of a Cardio Workout – https://health.clevelandclinic.org/head-toe-benefits-cardio-workout-infographic/  diakses 16 Juli 2019
  3. 14 Benefits of Cardio That Will Have Your Heart Pounding – https://www.fitandme.com/benefits-of-cardio/  diakses 16 Juli 2019



10 Bahaya Patah Hati bagi Kesehatan Cara Cepat Move On!



efek-patah-hati-doktersehat

MediNetiz – Menjalin hubungan memang menyenangkan jika dijalani dengan baik, sehingga kondisi tubuh Anda tetap bugar. Namun, jika hubungan berujung perpisahan akan membuat Anda patah hati. Nah, efek patah hati inilah yang berisiko menganggu kesehatan.

Sebenarnya, patah hati adalah hal wajar yang pasti dialami oleh setiap orang. Namun, sebagai orang yang bijaksana, alangkah baiknya Anda tidak terlalu lama dalam kesedihan tersebut sebab akibat patah hati bisa menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan Anda. Apa saja dampaknya? simak selengkapnya di bawah ini.

Bahaya Patah Hati bagi Kesehatan

Berikut ini kondisi yang terjadi pada tubuh ketika mengalami patah hati atau putus cinta dari pasangan:

1. Gangguan mental

Ketika seseorang sedang patah hati, maka mental pun akan menjadi kacau. Akibatnya, timbul rasa kesedihan, kekecewaan, kekhawatiran, serta kebencian yang dalam pada diri. Jika tidak segera diredam, maka seluruh keluh kesah tersebut akan berdampak sangat buruk bagi mental seseorang. Maka dari itu, buatlah diri Anda bahagia agar terhindar dari masalah mental efek sakit hati.

2. Kerontokan rambut

Ternyata, rambut rontok tidak hanya karena gangguan hormon pada kulit kepala. Rambut rontok juga akibat patah hati yang berlarut-larut. Hal itu dikarenakan sebuah reaksi yang disebut telogen effluvium, yakni kerontokan yang disebabkan ketika otak stres dan kacau.

Pada fase normal, kerontokan rambut tidak begitu berarti, namun jika dibiarkan, maka akan mengakibatkan kebotakan yang sulit diatasi.

3. Gangguan hormon

Tubuh memiliki begitu banyak hormon di dalamnya, salah satu hormon yang berhubungan langsung dengan otak adalah dopamine. Ya, hormon ini adalah salah satu hormon yang bisa membuat seseorang menjadi bahagia dan nyaman.

Namun, ketika patah hati, reproduksi hormon dopamine akan mengalami penurunan yang signifikan, akibat patah hati membuat Anda sama sekali tidak merasa bahagia. Jika dibiarkan, maka Anda akan mengalami depresi berat yang sulit disembuhkan.

4. Masalah pencernaan

Efek patah hati mungkin membuat Anda tidak memiliki nafsu makan, atau Anda dapat makan secara kompulsif. Bahkan mungkin mengalami mual, gangguan pencernaan, sakit parah dan kram, atau bahkan sakit maag.

Ketika emosional sedang kacau, usus Anda biasanya menyerap banyak dampaknya. Ini terutama terjadi pada orang yang menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaannya, dan memilih untuk memendam perasaan mereka.

5. Insomnia

Patah hati dan susah tidur tampaknya saling terkait, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat gangguan tidur. Mungkin Anda begadang karena merenungkan putus cinta.

Efek patah hati ini membuat tubuh Anda lelah, tetapi pikiran dan jiwa Anda tidak akan beristirahat. Sayangnya, insomnia dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.

Kondisi ini juga akannmeningkatkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

6. Rentan terhadap penyakit

Stres berat akibat patah hati sebenarnya telah terbukti membahayakan sistem kekebalan tubuh Anda. Akibatnya, ketika jantung rentan dan juga tubuh. Sistem kekebalan yang lemah membuat Anda rentan terhadap infeksi virus, bakteri, dan kekeliruan hormon.

7. Berat badan turun

Efek patah hati mungkin membuat Anda tidak lapar. Namun ketika makan, Anda tidak bisa menikmati makanan atau tidak memiliki rasa. Nafsu makan Anda yang hilang adalah dari hormon yang melonjak dalam tubuh.

Saat Anda sangat tertekan, kadar kortisol meningkat yang memengaruhi selera makan. Ketika Anda cemas dan makanan tampaknya tidak dapat dicerna dengan baik, tetapi ingat, tubuh Anda membutuhkan makanan untuk tetap berenergi.

8. Tidak fokus

Stres, susah tidur, dan gejolak emosi akibat patah hati dapat menyebabkan kinerja otak melambat. Mungkin Anda tidak dapat fokus dalam menyelesaikan tugas, dan merasa lebih lambat dari biasanya. Sebagai solusinya, pastikan Anda cukup tidur dan menjaga pola makan sehat sehat. Saat tubuh dan hati pulih, pikiran Anda akan mulai kembali fokus.

9. Sakit kepala

Banyak jenis sakit kepala, terutama sakit kepala tegang dan migrain, diduga disebabkan atau diperparah oleh stres. Bagi mereka yang memiliki pikiran kacau, kelelahan mental dan insomnia dapat menambah masalah ini.

Bahaya patah hati yang menimbulkan depresi meyebabkan pola makan, olahraga, dan kebiasaan tidur yang buruk – juga dapat mengakibatkan sakit kepala.

10. Nyeri dada

Kebanyakan orang menyebutnya patah hati karena suatu alasan. Bahaya patah hati ini bisa menyakitkan seolah-olah Anda patah lengan atau kaki.

Nyeri dada adalah respons fisik yang umum terhadap stres ekstrem. Ini mungkin indikasi sebagai rasa sakit yang tajam, ketegangan, stres, atau bahkan jantung berdebar. Mungkin Anda merasa seolah-olah mengalami serangan jantung.

Cara Mengatasi Patah Hati

Berikut ini adalah beberapa tips cara mengatasi efek patah hati yang bisa Anda terapkan agar cepat move on:

1. Menangislah

Tidak masalah untuk bersedih karena putus cinta dan membuang-buang waktu. Jangan merasa Anda perlu untuk membendung air mata Anda. Cobalah curahkan pada teman yang Anda percaya, dan biarkan semuanya keluar.

2. Menerima keadaan

Menerima keadaan adalah langkah pertama untuk menyembuhkan patah hati dan sebagai cara cepat move on. Berdamai dengan perpisahan akan membantu Anda untuk mengatasinya. Karena tidak menerima keadaan akan memperburuk patah hati Anda, yang menyebabkan lebih banyak rasa sakit.

3. Mengubah penampilan

Tidak ada salahnya merubah penampilan Anda menjadi yang baru untuk meningkatkan suasana hati atau mood Anda. Manjakan diri Anda dengan merunah gaya rambut atau gaya berpakaian Anda mungkin. Cara ini akan membuat Anda merasa percaya diri, dan hasilnya Anda menjadi terlihat lebih baik.

4. Memanjakan diri

Berikan diri Anda waktu untuk bersenang-senang dan tertawa, entah itu nonton film komedi, drama atau  hiburan lainnya yang membuat Anda tertawa lepas. Tertawa dipercaya sebagai obat terbaik untuk memperbaiki mood Anda.

6. Menghilangkan kebiasaan saat bersama mantan

Jika Anda dan mantan terbiasa melakukan sesuatu seperti bersepeda, berolahraga atau berbagi hobi, nah, sekaranglah saatnya untuk mengubah semua kebiasaan itu.

7. Menemukan kembali jati diri Anda

Mungkin tidak sedikit hal pada diri Anda hilang dalam suatu hubungan, karena orang cenderung memengaruhi orang lain.

Kondisi ini bisa menimbulkan perasaan buntu setelah putus cinta, di mana Anda tidak tahu siapa Anda tanpa orang lain.

Nah, sekarang adalah waktunya untuk menemukan kembali siapa diri Anda. Misalnya Anda pergi ke gym jika ingin, mengikuti kursus, bertemu orang baru, menekuni hobu baru, atau traveling.

8. Putus kontak dengan mantan

Tips move on berikutnya jangan menyimpan nomor mantan atau media sosial. Anda harus memutuskan semua hubungan dengannya untuk melanjutkan hidup Anda.

Masih berhubungan dengan mantan hanya akan menghambat upaya Anda untuk move on dan mungkin saja kembali menjalin hubungan yang berisiko.

Diam-diam stalking mantan melalui media sosial juga akan membuat dirimu frustrasi karena mungkin Anda berpikir dia bersenang-senang saat Anda berjuang untuk sembuh dari patah hati.




10 Hal Tentang Kenikmatan dan Rasa Sakit Saat Berhubungan Seks



rasa-sakit-saat-seks-doktersehat

MediNetiz  – Seks adalah aktivitas yang umum dilakukan oleh pria dan wanita khususnya mereka yang sudah memiliki pasangan dan menikah. Seks akan memberikan rasa nikmat pada pasangan seperti orgasme. Meski demikian, kita tidak boleh mengabaikan kalau seks juga akan memberikan rasa sakit pada beberapa orang dengan intensitas tertentu.

Hal terkait sakit dan nikmat dalam seks

Seks yang dilakukan oleh pasangan memang diharapkan memberikan rasa nikmat yang cukup besar. Namun, pada kondisi tertentu, seks memang bisa menyebabkan rasa sakit baik disengaja atau tidak. Berikut beberapa hal terkait seks yang harus kita ketahui.

  1. Seks pertama selalu sakit

Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki oleh wanita sebelum melakukan seks yang pertama kali adalah rasa sakit. Akhirnya, saat seks pertama kali dilakukan, wanita jadi merasa panik dan akhirnya seks yang dialami tidak berjalan dengan baik dan menjadi jauh lebih sakit dari sebelumnya.

Seks pertama terasa sakit adalah hal yang wajar. Namun, setiap orang akan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sakitnya intens atau tidak. Ukuran penis pasangan juga bisa menentukan apakah rasa sakit yang dialami besar atau tidak. Rasa sakit, mengalami perdarahan, dan tidak nyaman adalah hal wajar dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

  1. Hanya wanita yang merasakan sakit saat seks

Pernyataan ini salah kaprah. Pasalnya tidak hanya wanita saja yang akan mengalami sakit saat seks. Pria pun juga akan mengalaminya Apalagi seks dilakukan tanpa pemanasan yang intens. Vagina bisa saja masih kering sehingga gesekan yang diterima penis juga akan sangat besar.

Pria dengan ukuran penis lebih besar biasanya sedikit tersiksa kalau melakukan penetrasi di vagina yang sangat sempit. Tekanan yang besar dan diterima oleh penis bisa membuat pria tidak nyaman. Bahkan, mereka bisa kehilangan ereksinya karena rasa nikmat yang dialami sangat sedikit atau malah tidak ada.

  1. Rasa sakit masih bisa dinikmati

Beberapa orang menganggap kalau rasa sakit akan mematikan gairah seks seseorang. Namun, tidak semua orang mengalaminya. Beberapa orang justru menikmati rasa sakit yang dialami oleh tubuh. Pria dan wanita bisa menikmati rasa sakit ini dan tetap merasa terangsang dan menikmati seks yang dijalankan.

Dalam seks, ada pasangan yang suka melakukan BDSM. Seks dengan jenis ini dilakukan dengan cara yang agak kasar. Ada pihak yang akan mendominasi dan pihak yang menjadi penerima saja. Umumnya seks ini dilakukan dengan menyakiti pasangan dan mendapatkan kepuasan dari sana.

  1. Rasa sakit bisa diminimalkan

Seks memang bisa menyebabkan rasa sakit. Namun, rasa sakit ini bisa diminimalkan dengan menggunakan pelumas tambahan. Secara umum wanita memang menghasilkan pelumas di dalam vagina. Namun, pada kondisi tertentu, pelumas tidak bisa dihasilkan secara maksimal.

Wanita yang sedang menopause biasanya tidak menghasilkan pelumas dalam jumlah banyak. Akhirnya pelumas dengan bahan air, minyak, atau silikon bisa digunakan untuk membantu melicinkan liang vagina.

  1. Posisi seks penting untuk menghindari sakit

Rasa sakit saat seks juga dipengaruhi oleh posisi yang dipilih oleh pasangan. Misal pria memiliki penis yang panjang dan memilih gaya seks yang membuat penetrasi terjadi lebih dalam. Wanita akan cenderung merasakan sakit yang intens daripada melakukan gaya seks untuk penetrasi dangkal.

Pasangan diharapkan mampu memiliki posisi seks yang bisa memberikan kenikmatan pada kedua belah pihak. Kalau salah satu tidak bisa menikmati kenikmatan seks, aktivitas ini tidak akan berjalan dengan baik. Pasalnya pasangan bisa saja menghindarinya.

  1. Pemanasan akan meminimalkan rasa sakit

Pemanasan adalah hal yang paling penting dalam seks. Anda harus melakukan pemanasan dengan intens agar tubuh siap. Pemanasan dilakukan untuk meningkatkan gairah dan menurunkan peluang terjadi sakit pada kemaluan akibat tidak relaks.

  1. Melakukan seks oral yang tidak sakit

Seks oral disarankan pakai kondom atau dental dalam. Seks juga harus dilakukan dengan perlahan agar tidak melukai penis atau vagina. Gigitan atau gesekan dengan gigi bisa menyebabkan perdarahan.

  1. Melakukan seks vaginal yang aman

Seks vaginal tidak terlalu banyak aturan yang harus dilakukan. Asal melakukan pemanasan yang intens, pelumas akan keluar. Kalau pelumas tidak keluar maksimal, pasangan bisa menggunakan pelumas tambahan. Kondom diperlukan kalau ada risiko penyakit menular seksual.

  1. Melakukan seks anal yang aman

Seks secara anal memang berisiko menyebabkan rasa sakit hingga merobek dinding anus. Cara yang aman untuk melakukannya adalah perlahan-lahan, selalu menggunakan kondom, dan wajib menggunakan pelumas yang banyak untuk menurunkan gesekan.

  1. Hal yang harus diperhatikan dari seks

Dalam seks kita selalu memikirkan masalah nikmat dan sakit saja. Padahal ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik. Seks bisa menyebabkan beberapa masalah pada tubuh kalau tidak dilakukan dengan aman. Misal seks dilakukan dengan tanpa pengaman atau dengan orang yang berisiko tinggi memiliki penyakit.

Selain masalah penyakit yang bisa menular, Anda juga harus memperhatikan hubungan atau kedekatan emosional. Terkadang seseorang dengan kedekatan emosional tinggi bisa mendapatkan seks yang hebat. Sebaliknya, meski pasangan sudah menikah kalau melakukan seks asal-asalan saja, rasa sakit tetap terasa.

Inilah beberapa hal terkait dengan seks yang sering sekali kita abaikan meski sering terjadi setiap hari. Dari ulasan di atas kita bisa mendapatkan informasi kalau seks bisa saja menyebabkan sakit. Namun, rasa sakit kadang tidak selalu berhubungan dengan tidak nikmat. Beberapa pasangan justru mendapatkan kenikmatan dari rasa sakit itu, misal mereka yang melakukan BDSM. Bagaimana dengan pendapat Anda?

 




Gangguan Somatoform: Penyebab, Jenis, Gejala, Pengobatan



gangguan-somatoform-doktersehat

MediNetiz Somatoform disorder atau gangguan somatoform adalah kondisi psikologis yang menyebabkan satu atau banyak gejala pada tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan dan mengganggu aktivitas sehari-hari dari penderitanya. Ketahui selengkapnya tentang gangguan somatoform mulai dari penyebab, jenis, gejala, dan pengobatannya!

Apa Itu Gangguan Somatoform?

Gangguan gejala somatik atau gangguan somatoform adalah serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan satu atau lebih gejala pada tubuh, seperti rasa sakit atau kelelahan. Gejala ini dapat sangat menyusahkan dan dapat terkait atau tidak terkait dengan kondisi medis, gangguan mental atau kondisi penyalahgunaan zat.

Gangguan somatoform ditandai dengan fokus berlebihan terhadap gejala fisik yang dialami. Gejala somatoform disorder dapat menyebabkan stres dan kecemasan serta membuat penderitanya menghabiskan banyak waktu untuk berpikir atau bertindak sebagai respons terhadap gejala yang dialaminya.

Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan seseorang terhadap lingkungan sekitarnya mulai dari keluarga, sekolah, pekerjaan, dan pertemanannya.

Penyebab Gangguan Somatoform

Penyebab gangguan somatoform tidak diketahui dengan jelas, namun beberapa faktor diduga menjadi pemicunya. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi pemicu gangguan gejala somatik atau somatoform disorder:

  • Faktor genetik dan biologis, seperti hipersensitivitas terhadap rasa sakit.
  • Pengaruh keluarga, dapat bersifat genetik atau dapat disebabkan faktor lingkungan, atau kombinasi dari keduanya.
  • Sifat kepribadian negatif, kondisi ini dapat memengaruhi cara seseorang mengidentifikasikan dan merasakan penyakit dan gejala tubuh.
  • Penurunan kesadaran atau masalah memproses emosi, menyebabkan fokus pada gejala fisik dibandingkan masalah emosional.
  • Perilaku yang dipelajari, usaha untuk mendapatkan perhatian lebih dan manfaat lain dari gejala penyakit yang dialami, seperti tidak harus melakukan kegiatan tertentu karena dianggap dapat memperparah gejala.

Jenis Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform terbagi menjadi beberapa bentuk. Berikut adalah jenis gangguan somatoform yang paling umum:

  • Gangguan somatisasi: Gangguan ini berkembang sebelum usia 30 dan berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi ini menyebabkan banyak gejala yang biasanya merupakan kombinasi dari rasa sakit, gangguan pencernaan, masalah neurologis, hingga disfungsi seksual.
  • Undifferentiated somatoform disorder: Melibatkan gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan yang berlangsung paling tidak selama 6 bulan, namun tidak memenuhi ambang diagnostik untuk gangguan somatisasi.
  • Gangguan konversi: Gangguan ini melibatkan defisit neurologis dalam gerakan atau persepsi sensorik yang tidak dapat dijelaskan yang mungkin disebabkan faktor psikologis.
  • Gangguan nyeri: Nyeri merupakan gejala utama dalam gangguan ini. Faktor psikologis berkontribusi dalam serangan, keparahan, dan kelanjutannya.
  • Hipokondriasis: Kondisi ini menyebabkan individu merasa ketakutan akan memiliki penyakit serius tertentu hanya karena satu atau dua gejala yang dirasakannya.
  • Body dysmorphic disorder: Fokus berlebihan pada cacat yang dirasakan pada penampilan fisik atau bagian tubuh tertentu.
  • Gangguan gejala somatik tidak spesifik terkait lainnya: Gangguan yang diagnosisnya ditemukan banyak gejala, namun tidak dapat memenuhi gangguan somatoform. Gangguan yang termasuk adalah seperti gangguan gejala somatik singkat, gangguan kecemasan penyakit singkat, dan gangguan kecemasan penyakit tanpa perilaku yang berhubungan dengan kesehatan yang berlebihan.

Gejala Gangguan Somatoform

Gejala gangguan somatoform tidak dapat dijelaskan dengan kondisi medis atau neurologis yang konkret. Gejala ini juga dapat muncul sebagai gejala tunggal maupun banyak gejala. Tingkat keparahan gejala juga beragam mulai dari yang ringan hingga berat.

Nyeri merupakan gejala gangguan somatoform yang paling umum. Kondisi ini biasanya disertai dengan pikiran, emosi, dan tindakan yang terakit dengan rasa sakit tersebut.

Pikiran, emosi, dan perilaku yang terkait gangguan somatoform meliputi:

  • Kekhawatiran terus-menerus tentang kemungkinan penyakit.
  • Melihat sensasi fisik normal sebagai tanda penyakit fisik parah.
  • Khawatir bahwa gejala yang dialami adalah gejala serius, bahkan ketika tidak terbukti.
  • Menganggap sensasi fisik mengancam atau berbahaya.
  • Merasa evaluasi medis dan perawatan medis yang dijalani belum memadai.
  • Khawatir aktivitas fisik dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh.
  • Berulang-ulang memeriksakan kelainan tubuh/
  • Kunjungan perawatan kesehatan sering kali tidak menghilangkan kekhawatiran atau malah memperburuknya.
  • Tidak responsif terhadap perawatan medis atau terlalu sensitif terhadap efek samping obat.
  • Memiliki gangguan yang lebih parah daripada yang biasanya ada pada kondisi medis tertentu

Diagnosis Gangguan Somatoform

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan pemeriksaan lainnya yang akan mendukung diagnosis gangguan somatoform. Dokter juga akan membantu menentukan apakah terdapat kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan,

Dokter juga dapat merujuk pada profesional mental akan melakukan:

  • Evaluasi psikologis untuk membicarakan gejala, ketakutan atau kekhawatiran, situasi penuh tekanan, masalah hubungan, situasi yang Anda hindari, dan riwayat keluarga.
  • Bertanya tentang sudahkan Anda mengisi penilaian diri atau kuesioner psikologis.
  • Menanyakan tentang alkohol, narkoba, atau penggunaan obat terlarang lainnya.

Kriteria diagnosis untuk gangguan somatoform

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, menekankan beberapa pin dalam diagnosis gangguan somatoform meliputi:

  • Anda memiliki satu atau lebih gejala somatik – seperti rasa sakit atau kelelahan – yang menyedihkan dan menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari Anda.
  • Anda memiliki pikiran yang berlebihan dan terus-menerus tentang betapa serius gejala yang Anda alami, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi tentang kecemasan atau gejala Anda, atau Anda menghabiskan terlalu banyak waktu dan energi untuk gejala atau masalah kesehatan Anda.
  • Anda terus memiliki gejala yang membuat Anda khawatir, biasanya selama lebih dari enam bulan, gejalanya dapat bervariasi.

Pengobatan Gangguan Somatoform

Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi gejala dan meningkatkan kemampuan Anda agar dapat beraktivitas dengan normal. Berikut adalah pengobatan gangguan somatoform yang mungkin dilakukan:

1. Psikoterapi

Psikoterapi, khususnya terapi perilaku kognitif dapat membantu unruk meringankan gejala. Berikut adalah yang dapat dilakukan dalam terapi perilaku kognitif:

  • Memeriksa dan menyesuaikan keyakinan dan harapan Anda tentang kesehatan dan gejala fisik.
  • Mempelajari cara mengurangi stres.
  • Mempelajari cara mengatasi gejala fisik.
  • Mengurangi kesibukan dengan gejala
  • Mengurangi penghindaran situasi dan aktivitas karena sensasi fisik yang tidak nyaman
  • Meningkatkan fungsi sehari-hari di rumah, tempat kerja, dan hubungan dan situasi sosial/
  • Mengatasi depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Selain terapi perilaku kognitif, dapat dilakukan juga terapi keluarga untuk membantu memeriksa hubungan keluarga dan meningkatkan dukungan dan fungsi keluarga.

2. Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan antidepresan untuk membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan depresi dan rasa sakit. Apabila satu obat tidak bekerja, dokter mungkin akan meresepkan obat lain atau mengombinasikan dengan obat lain untuk meningkatkan efektivitas obat.

Obat-obatan mungkin baru akan menunjukkan hasil setelah beberapa minggu penggunaan. Anda bisa berdiskusi dengan dokter tentang efek samping dan risiko dari penggunaan obat.

 

Sumber:

  1. Somatic Symptom and Related Disorders – https://www.webmd.com/mental-health/somatoform-disorders-symptoms-types-treatment#2 diakses 16 Juli 2019
  2. Somatoform Disorders – https://www.therecoveryvillage.com/mental-health/somatoform-disorders/#gref diakses 16 Juli 2019
  3. Treating somatoform disorders – https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/treating-somatoform-disorders diakses 16 Juli 2019