Widget HTML (label produk)

5 Tips Makan Nasi Untuk Penderita Diabetes


Nasi-doktersehat-1
Photo Credit: Flickr.com/stu_spivack

MediNetiz – Nasi adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan, ada sebagian orang yang masih menganggap belum makan jika belum makan nasi. Masalahnya adalah, ada banyak sekali penderita diabetes yang mengaku kesulitan untuk mengatur konsumsi nasi hariannya akibat kebiasaan ini.

Penyebab penderita diabetes harus membatasi konsumsi nasi

Penderita diabetes memang harus membatasi konsumsi nasi. Hal ini disebabkan oleh indeks glikemik di dalam nasi yang cukup tinggi, yakni mencapai angka 70. Memang, hal ini menandakan bahwa nasi bisa menjadi sumber energi yang baik, namun bagi penderita diabetes, indeks glikemik yang tinggi bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat.

Nasi juga termasuk dalam makanan dengan indeks beban glikemik yang tinggi, tepatnya di angka 29. Hal ini berarti, kadar karbohidrat yang diserap oleh tubuh cukup tinggi dan cepat. Hal inilah yang membuat setelah makan nasi kadar gula darah naik dengan sangat cepat.

Karena alasan inilah, penderita diabetes sebaiknya mulai menurunkan asupan nasi, tidak lagi memakannya tiga kali sehari seperti sebelumnya atau setidaknya mulai menurunkan porsinya setiap kali makan demi mencegah lonjakan kadar gula darah yang bisa saja meningkatkan risiko terkena komplikasi.

Tips makan nasi bagi penderita diabetes

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk memperhatikan asupan konsumsi nasi sehari-hari demi menjaga kondisi kesehatannya.

Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan sebelum mengonsumsinya.

  1. Makan secukupnya

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam British Medical Journal menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang sering makan nasi memang memililki risiko diabetes lebih tinggi. Penderita diabetes yang masih rajin makan nasi juga lebih rentan terkena komplikasi.

Jika kita memang sudah terbiasa mengonsumsinya, tak harus benar-benar berhenti makan nasi. Kita bisa mulai menurunkan porsinya setiap kali makan. Sebagai contoh, jika sebelumnya kita mengonsumsi nasi sebanyak 3 centong setiap kali makan, kita bisa menurunkannya menjadi satu centong saja.

Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan pengetahuan yang tepat tentang konsumsi nasi yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.

  1. Dinginkan nasi terlebih dahulu

Nasi hangat yang baru dikeluarkan dari magic jar memang sangat nikmat untuk dikonsumsi, namun indeks glikemiknya ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang sudah mendingin. Karena alasan inilah penderita diabetes diminta untuk mendinginkan nasi terlebih dahulu dengan cara membiarkannya untuk sementara waktu atau mengipasinya.

Nasi yang sudah mendingin akan memililki pati resisten yang membuat kadar gula darah tidak mudah naik dengan cepat. Hal ini tentu akan jauh lebih aman bagi kondisi penderita diabetes.

  1. Cermat memilih jenis beras

Nasi putih yang sering kita konsumsi ternyata memiliki indeks glikemik paling tinggi dibandingkan dengan nasi lainnya. Karena alasan inilah penderita diabetes lebih disarankan untuk menggantinya dengan beras jenis lainnya. Sebagai contoh, beras merah bisa menjadi pilihan karena indeks glikemiknya hanya 50. Selain itu, kadar seratnya juga jauh lebih tinggi.

Hal ini berarti, selain bisa mencegah kenaikan kadar gula darah dengan drastis, beras merah juga bisa membuat perut kenyang lebih lama sehingga bisa membantu penderita diabetes mengendalikan pola makan dengan lebih baik.

  1. Cek lauknya

Selain nasi, pastikan untuk mengecek lauk apa saja yang dikonsumsi demi mencegah lonjakan kadar gula darah. Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mengonsumsi sayuran yang ditumis, dikukus, atau direbus. Konsumsi juga makanan dengan kandungan protein tinggi seperti daging tanpa lemak, telur, dan ikan laut. Hanya saja, sebaiknya mereka tidak mengonsumsi gorengan karena kadar kalorinya cenderung tinggi.

  1. Kurangi konsumsi gula

Jangan sembarangan minum minuman manis seperti teh atau kopi manis. Selain itu, pastikan untuk tidak sembarangan ngemil demi mencegah lonjakan kadar gula darah.




10 Cara Menahan Ngantuk Selain Minum Kopi (Lebih Sehat Efektif)



cara-menahan-ngantuk-doktersehat

MediNetiz – Rasa kantuk adalah hal yang wajar sebagai reaksi ilmiah tubuh dan ‘sinyal’ bahwa tubuh Anda perlu untuk diistirahatkan sementara waktu setelah melakukan pelbagai aktivitas. Namun, apa jadinya jika ngantuk justru muncul di sela-sela Anda sedang berkegiatan? Tentu saja ini bukanlah hal yang menyenangkan karena berakibat pada terganggunya produktivitas. Lantas, bagaimana cara menahan ngantuk?

Minum Kopi: Cara Menahan Ngantuk paling Populer

But first, coffee”.

Kira-kira begitulah bunyi frasa awam yang kerap dijadikan pedoman bagi banyak kalangan (mungkin termasuk Anda salah satunya) ketika hendak memulai rutinitas sehari-hari. Ya, sudah sejak lama kopi dianggap sebagai cara menahan ngantuk yang acap kali muncul di sela-sela aktivitas.

Efektivitas kopi sebagai ‘obat penahan kantuk’ ini memang tak perlu diragukan lagi. Hal tersebut tak lepas dari kandungan kafein di dalam jenis minuman yang satu ini, yang mana menurut dosen Ilmu Kedokteran dari Harvard Medical School, Anthony L. Komaroff, M.D, mampu memicu tubuh untuk lebih aktif dan energik, pun menahan rasa kantuk yang menyerang.

Cara Menahan Ngantuk Selain Minum Kopi

Kendati mengonsumsi kopi adalah cara menahan kantuk yang efektif, faktanya minuman ini tidak lepas dari efek samping yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Efek samping kopi yang hampir pasti dialami seperti emosi dan detak jantung yang mengalami peningkatan, munculnya perasaan cemas atau gelisah, dan gangguan tidur (insomnia).

Oleh sebab itu, kiranya jangan hanya bergantung pada kopi sebagai cara menahan kantuk. Lagipula, ada kok sejumlah cara menahan ngantuk lainnya selain kopi. Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Minum Air Putih

Siapa sangka, air putih adalah minuman penahan kantuk selain kopi yang juga tak kalah efektif dalam mengusir rasa ngantuk. Pasalnya, salah satu penyebab ngantuk adalah kurangnya cairan di dalam tubuh (dehidrasi).

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah, pun pasokan oksigen menuju otak menjadi terhambat. Hal ini lantas mengakibatkan tubuh lebih mengalami kelelahan yang ditandai dengan rasa ngantuk. Maka dari itu, minum air putih dalam jumlah adalah cara menahan ngantuk yang ampuh mengusir kantuk yang tak tertahankan.

2. Sarapan

Anda sudah siap-siap beraktivitas di pagi hari, namun rasa ngantuk belum juga hilang? Ritual sarapan pagi yang terlewatkan mungkin saja menjadi penyebabnya. Faktanya, sarapan memiliki peran penting dalam membuat tubuh senantiasa bugar dan bebas dari rasa ngantuk sepanjang hari.

Hal ini karena sejatinya, sarapan berfungsi untuk memasok energi bagi tubuh untuk dapat melakukan berbagai aktivitas selama seharian. Tubuh yang baru saja ‘dinyalakan’ setelah tidur semalaman membutuhkan bahan bakar baru sebelum kembali menjalankan tugas-tugasnya.

Jadi, sebelum berangkat ke kantor, sekolah, atau hendak melakukan rutinitas lainnya, jangan lupa sarapan dulu, ya.

3. Cuci Muka

Pada kasus di mana ngantuk muncul di siang atau sore hari ketika Anda sedang sibuk-sibuknya, cara menahan kantuk lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci muka. Berdasarkan studi yang dirilis oleh Journal of Personality and Social Psychology, air memiliki manfaat untuk meningkatkan mood, pun menghilangkan rasa ngantuk.

4. Olahraga

Tak perlu olahraga berat, cukup dengan olahraga ringan seperti push-up, jogging, atau sekedar meregangkan otot saja sejatinya dapat membantu Anda untuk mengusir rasa kantuk yang tak tertahankan.

Manakala ngantuk menyerang, luangkan sekitar 15 – 20 menit di sela-sela kesibukan Anda untuk melakukan olahraga ringan tersebut. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan cara menahan ngantuk lainnya, seperti minum air putih atau cuci muka agar hasilnya maksimal.

5. Sediakan Camilan

Rasa kantuk diakibatkan oleh tubuh yang kehabisan energi. Oleh sebab itu, pastikan tubuh Anda agar jangan sampai kekurangan energi secara berlebihan.

Sumber energi bisa didapatkan dari makanan maupun minuman. Akan tetapi, tentu Anda tidak bisa makan makanan berat tiap beberapa jam sekali, bukan? Terlebih jika kini sedang menjalani program diet. Solusinya, konsumsilah makanan ringan atau camilan guna menjaga agar tubuh tidak kehilangan banyak energi sehingga terhindar dari rasa ngantuk.

Pilihlah jenis camilan yang juga menyehatkan, seperti sereal gandum, yoghurt, buah-buahan segar, atau jus buah. Selain efektif sebagai ‘obat penahan kantuk’, makanan dan minuman tersebut juga menyehatkan dan tidak membuat gemuk, kok.

6. Rehat Sejenak dari Kesibukan

Menatap layar komputer berlama-lama juga kerap menjadi pemicu timbulnya rasa ngantuk di siang dan sore hari. Jika sudah begini, maka alih-alih minum kopi, cobalah untuk sejenak beranjak dari kursi Anda dan pergilah ke luar kantor barang sejenak untuk sekedar menghirup udara segar.

Atau, Anda bisa browsing situs-situs favorit, seperti media online. Cara ini efektif untuk mengusir rasa jenuh dihasilkan oleh aktivitas pekerjaan, di mana hal ini menyebabkan munculnya rasa ngantuk. Jika ngantuk dirasa sudah hilang, barulah lakukan pekerjaan Anda kembali.

7. Tidur Siang

Jika memang ngantuk sudah tidak bisa ditahan lagi, tak ada salahnya bagi Anda menuruti keinginan tubuh untuk beristirahat. Sama seperti pada poin sebelumnya, luangkan sedikit waktu untuk Anda memejamkan mata selang beberapa saat guna mengembalikan energi.

Namun ingat, jangan terlalu lama karena tidur siang yang berlebihan justru menambah rasa lelah yang diiringi oleh kepala pusing dan badan pegal-pegal.

8. Mendengarkan Musik

Sepertinya semua setuju kalau musik adalah salah satu cara menahan ngantuk yang paling menyenangkan dan efektif. Mendengarkan musik, apalagi musik kesayangan, mampu mengembalikan semangat pada diri sendiri, pun memperbaiki suasana hati (mood) yang sempat hilang akibat rasa ngantuk yang begitu besar. Pilihlah jenis musik yang memiliki irama cepat dan penuh semangat.

9. Berinteraksi dengan Orang Sekitar

Berinteraksi dengan orang-orang di sekitar Anda, entah itu rekan kerja atau teman sekolah, adalah cara menghilangkan kantuk yang patut untuk dilakukan. Terlebih lagi jika Anda dan lawan bicara nantinya menemukan topik pembicaraan yang menarik, dijamin rasa ngantuk akan hilang seketika. Selain itu, aktivitas ini tentunya bermanfaat untuk menambah keakraban Anda dengan orang sekitar.

10. Menghirup Aromaterapi

Cara menahan ngantuk paling efektif terakhir yang bisa Anda coba adalah dengan menghirup aromaterapi, baik dalam bentuk lilin maupun medium lainnya. Aromaterapi terbukti dapat memberikan efek menenangkan sehingga memengaruhi suasana hati (mood) menjadi lebih baik. Mood yang baik tentu saja mencegah Anda dari mengalami yang namanya ngantuk saat beraktivitas.

Anda bisa memilih aromaterapi dengan aroma yang kuat, seperti aroma buah-buahan, peppermint, atau bunga lavender.

Nah, itu dia beberapa tips atau cara menahan ngantuk selain minum kopi yang perlu Anda ketahui dan coba terapkan ketika sedang ngantuk. Bagaimana, tidak melulu kopi untuk membuat mata tetap terjaga di siang hari, bukan? Selamat mencoba!




9 Penyebab Perut Kembung (Plus Cara Mengatasinya)

penyebab-perut-kembung-doktersehat

MediNetiz – Anda semua pasti pernah mengalami yang namanya perut kembung, bukan? Kondisi ini ditandai dengan perut yang terasa penuh, mual, dan ingin buang angin, baik itu melalui lubang anus (kentut), atau mulut (sendawa). Perut kembung adalah kondisi yang identik dengan gangguan pada sistem pencernaan. Namun, apa penyebab perut kembung tersebut sebenarnya? Simak informasinya berikut ini.

Penyebab Perut Kembung (Karena Makanan?)

Sebelum membahas lebih lebih lanjut, ketahui terlebih dahulu bahwa yang dimaksud perut kembung adalah ketika saluran pencernaan diisi oleh gas atau udara dalam jumlah yang melebihi batas normal. Lantas, apa yang memicu terjadinya peningkatan jumlah gas atau udara tersebut?

Berikut adalah penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui.

1. Refluks Asam Lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau jika diterjemahkan berarti refluks asam lambung, adalah salah satu penyakit yang menjadi penyebab perut kembung dan mual.

GERD, sesuai dengan namanya, menyerang organ lambung. Penyakit ini dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebih, pun ditambah menurunnya fungsi katup (sfringter) kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Perut kembung menjadi salah satu gejala yang ditimbulkan oleh penyakit refluks asam lambung atau GERD ini, di samping sejumlah gejala khas lainnya seperti:

  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri dada (heartburn)
  • Mulut terasa pahit
  • Tenggorokan sakit
  • Cegukan

2. Makanan

Sejumlah jenis makanan disinyalir sebagai penyebab perut sering kembung. Predikat ‘penyebab perut kembung’ yang disematkan pada makanan-makanan tersebut didasari fakta bahwa mengonsumsinya dapat meningkatkan produksi gas di dalam tubuh sehingga berujung pada kondisi perut kembung.

Makanan-makanan yang dimaksud di antaranya:

  • Apel
  • Plum
  • Kacang polong
  • Kubis
  • Brokoli
  • Makanan yang mengandung gula buah (fruktosa)
  • Makanan yang mengandung gula alkohol (sorbitol)

3. Intoleransi Laktosa

Perut kembung yang sering dialami mungkin saja disebabkan oleh sistem pencernaan Anda yang kesulitan dalam mencerna jenis-jenis makanan yang mengandung laktosa. Kondisi yang dikenal sebagai intoleransi laktosa ini pun menjadi salah satu penyebab perut kembung yang paling umum.

Intoleransi laktosa sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh National Institute of Child Health and Human Development, diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi enzim laktosa. Apabila Anda mengalami perut kembung pasca mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa seperti susu dan produk olahannya, maka itu berarti Anda mengalami intolerasi laktosa tersebut.

4. Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Konstipasi atau biasa kita menyebutnya dengan istilah ‘sembelit’ adalah kondisi di mana tubuh kesulitan untuk mengeluarkan feses alias buang air besar (BAB). Gangguan pencernaan ini disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang serat, salah makan, hingga stres.

Selain sulit buang air besar, perut kembung adalah salah satu gejala sembelit yang dirasakan oleh penderitanya.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit di mana terjadi iritasi pada usus besar sehingga menyebabkan usus besar tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendorong feses keluar secara optimal.

IBS atau iritasi usus besar menjadi salah satu penyebab perut kembung yang perlu Anda ketahui dan waspadai. Selain perut kembung, IBS juga ditandai oleh gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Perut kram
  • Perut nyeri
  • Mual
  • Kentut terus-menerus
  • Lemas

IBS adalah penyakit yang bisa dialami siapa saja, namun perempuan dewasa memliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena penyakit ini.

6. Celiac

Penyakit celiac adalah penyebab perut sering kembung lainnya yang cukup serius. Penyakit ini menyebabkan tubuh penderitanya tidak dapat menyerap nutrisi makanan dengan sempurna.

Selain perut kembung, beberapa gejala lainnya yang lazim dirasakan oleh penderita celiac adalah:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Gatal-gatal
  • Ruam
  • Berat badan menurun
  • Perubahan warna feses

7. Cara Makan yang Salah

Ini mungkin menjadi penyebab perut kembung yang jarang kita sadari. Faktanya, cara Anda makan juga turut andil dalam memicu terjadinya perut kembung. Lantas, seperti apa cara makan yang memicu perut kembung?

Ada beberapa kesalahan dalam menyantap makanan yang disinyalir menjadi penyebab perut sering kembung, yaitu:

  • Makan terlalu cepat
  • Makan terlalu banyak
  • Makan sambil berbicara
  • Minum air di sela-sela makan

Apabila keempat cara makan di atas sudah jadi kebiasaan Anda, jangan heran kalau perut sering merasa kembung. Baiknya mulai dari sekarang hindari hal-hal tersebut jika ingin perut terasa nyaman sepanjang hari.

8. Masuk Angin

Masuk angin atau dalam istilah medis disebut sebagai aerofagia adalah kondisi di mana udara yang masuk ke dalam tubuh—baik ketika berbicara, menelan makanan atau minuman, hingga tertawa—terlalu banyak.

Masuk angin ini lantas menyebabkan tubuh mengalami sejumlah gejala, seperti perut kembung, sering bersendawa, dan kentut.

9. Stres

Setiap orang pasti pernah mengalami stres, yang mana kondisi ini dipicu oleh pelbagai faktor, entah itu masalah pekerjaan, keluarga, asmara, dan sebagainya. Nah, perut kembung adalah salah satu gejala yang lumrah dirasakan manakala Anda sedang stres. Hal ini berkaitan dengan peningkatan asam lambung di dalam tubuh ketika sedang dilanda rasa stres, cemas, maupun gelisah.

Stres memang tidak bisa dihindari, namun kondisi ini bisa dikendalikan agar jangan sampai berlarut-larut dan bisa berdampak bukan saja pada perut kembung, namun munculnya sejumlah penyakit.

Bagaimana Cara Mengatasi Perut Kembung?

Perut kembung tergolong kondisi yang ringan, dan bisa diatasi dengan sejumlah cara sederhana. Beberapa cara mengatasi perut kembung yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Banyak minum air putih
  • Minum sebelum makan
  • Konsumsi minuman probiotik
  • Mengenakan pakaian longgar
  • Olahraga

Penjelasan lengkap mengenai cara mengatasi perut kembung bisa dilihat di sini.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan simtomatis yang bertujuan untuk menurunkan kadar gas di dalam tubuh. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan tersebut.

Itu dia informasi mengenai perut kembung dan penyebabnya. Kendati perut kembung umumnya bukan kondisi serius, namun hal in tetap saja membuat perut terasa tidak nyaman sehingga sebisa mungkin harus segera diatasi. Semoga bemanfaat!




Tampon: Fungsi, Cara Pakai, dan Bahaya yang Mengancam


tampon-adalah-doktersehat

MediNetiz – Tampon adalah sebuah bantalan kapas lembut berbentuk silinder dan terdapat benang penarik pada ujungnya. Fungsi tampon pada dasarnya sama dengan pembalut, namun dipampatkan menjadi bentuk tabung kecil dan dipakai dengan cara dimasukkan pada liang vagina untuk menyerap darah menstruasi.

Apa Itu Tampon?

Tampon adalah sesuatu yang belum lazim digunakan ketimbang pembalut di Indonesia. Padahal, di luar negeri penggunaan tampon cukup populer karena dianggap lebih praktis ketimbang pembalut biasa.

Seperti pembalut, tampon juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat dipilih sesuai keperluan mengingat derasnya menstruasi setiap orang berbeda-beda. Banyak orang yang khawatir tentang cara memakai tampon seperti apakah tampon bisa lenyap dalam tubuh atau dapat menghilangkan keperawanan (merusak selaput dara).

Anda mesti ingat bahwa penggunaan tampon adalah dimasukkan ke vagina, dan untuk yang belum pernah melakukan hubungan seks, hal ini bisa menembus dan melukai selaput dara terutama kalau selaput daranya rentan (mudah robek) atau kalau tamponnya berukuran besar.

Berhubung bisa mencederai selaput dara, maka penggunaan tampon menjadi perdebatan beberapa wanita. Sebenarnya selaput dara sendiri tidak berhubungan langsung dengan keperawanan karena selaput dara dapat robek dengan banyak penyebab lain selain karena berhubungan seksual.


Fungsi Tampon

Fungsi tampon sama dengan pembalut, maka perlu diganti setiap tiga jam untuk mencegah darah tembus ke pakaian. Hal ini harus dilakukan meskipun darah haid yang keluar sangat sedikit sekaligus menghindari tumbuhnya bakteri.

Perlu diketahui, tampon tidak akan lolos dan masuk ke dalam rahim karena mulut rahim terlalu kecil untuk dapat meloloskan tampon. Selain itu, pada ujung tampon juga terdapat tali yang memudahkan kita menariknya lagi keluar.

Saat Anda baru pertama kali menggunakan tampon, diperlukan sikap yang rileks karena jika Anda terlalu tegang, Anda akan sulit memasukan tampon ke dalam vagina. Pilihlah tampon yang ada aplikatornya karena itu akan memudahkan pemasangan.

Cara Menggunakan Tampon

Dibandingkan pembalut biasa, penggunaan tampon memang lebih susah terutama mereka yang baru pertama kali menggunakannya. Beberapa prosedur harus dilakukan agar tampon terpasang dengan benar.

Berikut ini adalah cara memakai tampon yang harus Anda perhatikan dengan baik:

  1. Sebelum menggunakan tampon pastikan Anda sudah mencuci tangan dengan sabun dan membilasnya dengan bersih. Setelah itu, Anda harus bersikap santai dan jangan berpikir hal-hal yang mengerikan mengenai penggunaan tampon. Jika Anda tegang, maka hal ini bisa mempersulit penggunaan tampon.
  2. Guna memastikan benang pada tampon kuat dan tidak akan lepas, Anda bisa mencoba menarik benang penahannya.
  3. Setelah tubuh rileks dan memastikan kondisi tampon sudah baik, langkah berikutnya adalah langsung memasukan tampon ke vagina. Beberapa wanita memilih untuk jongkok pada saat memakaikan tampon. Selain jongkok, Anda juga bisa mengangkat sebelah kaki dan menahannya pada pijakan yang kuat seperti di kursi toilet duduk atau bak. Posisikan tampon di mana ujung tampon berada di atas sementara pangkal tampon dan tali berada di bawah.
  4. Saat ingin memasukan tampon, Anda tidak perlu menggunakan dua tangan. Salah satu tangan harus membuka bibir vagina (labia). Sementara tangan satunya lagi memegang tampon. Posisikan ujung benang tampon ada di posisi bawah. Setelah itu, dorong tampon ke lubang vagina secara perlahan.
  5. Setelah tampon masuk ke dalam lubang vagina, Anda dapat mengatur posisi tampon secara tepat dengan bantuan jari telunjuk. Jika tampon sudah berada di posisi yang tepat, maka Anda tidak terasa seperti menggunakan tampon. Terakhir, pastikan tali tampon menggantung di luar vagina.

Risiko Penggunaan Tampon

Bagi Anda yang ingin tetap bebas bergerak selama haid, tanpa harus khawatir pembalut bocor atau bergeser, tampon adalah pilihan yang tepat. Sayangnya, karena berada di dalam vagina dan cenderung tidak terasa, tampon sering kali lupa diganti.

Berikut adalah bahaya tampon yang bisa mengancam:

1. Infeksi

Pemakaian tampon sehari penuh bisa berbahaya dan membuat Anda berisiko terkena toxic shock syndrome (TSS), yaitu infeksi dari bakteri yang tumbuh di dalam tampon dan masuk ke dalam tubuh melalui vagina, kemudian masuk ke aliran darah dan menimbulkan gejala-gejala mual, muntah, pusing, gatal, merasa lemah, bahkan kalau tidak segera ditangani bisa menimbulkan kematian.

2. Tertinggal di dalam vagina

Pada beberapa kasus, tampon juga bisa tertinggal di dalam vagina. Hal ini disebabkan oleh benang penarik yang terputus dari bagian tampon utama. Jika terjadi, Anda disarankan untuk mencari pertolongan pertama ke puskesmas, klinik, atau unit gawat darurat terdekat.


3. Selaput dara robek

Selaput dara bisa robek ketika terjadi penetrasi yaitu ketika Anda melakukan hubungan seksual. Namun, selain aktivitas seksual, perlu Anda ketahui juga bahwa selaput dara bisa robek dikarenakan aktivitas lain seperti bersepeda, masturbasi dengan alat bantu seks, tindakan medis tertentu, hingga penggunaan tampon.

4. Menimbulkan nyeri

Efek samping tampon pada setiap orang berbeda-beda.

Beberapa wanita melaporkan efek samping yang ditimbulkan seperti nyeri, namun ada juga yang tidak merasakan efek samping apapun.

Sepertinya, rasa nyeri yang dirasakan sebagai akibat dari penggunaan tampon yang tidak rileks. Anda harus lebih rileks dalam menggunakan tampon, supaya rasa nyeri yang ditimbulkannya bisa dicegah. Jika Anda terbiasa menggunakan tampon, efek samping ini perlahan-lahan akan hilang.

Pada intinya, penggunaan tampon seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit. Rasa tidak nyaman yang Anda alami besar kemungkinan karena tubuh Anda tegang. Tubuh yang tegang akan membuat vagina menutup dan menjadi sulit dimasuki tampon.

Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dan benar-benar mengikuti petunjuk pemakaian, karena sebetulnya tampon adalah alat yang aman digunakan untuk mengatasi haid.


Penderita Diabetes Tak Boleh Makan Wortel? Ini Faktanya



kandungan-nutrisi-wortel-doktersehat

MediNetiz – Wortel termasuk dalam sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayangnya, karena rasanya yang cenderung manis, ada sebagian penderita diabetes yang mengaku khawatir untuk mengonsumsinya. Sebenarnya, apakah mereka masih bisa mengonsumsi wortel?

Dampak makan wortel bagi penderita diabetes

Sebagaimana kita ketahui, penderita diabetes memang harus menghindari makanan dan minuman yang manis. Kandungan gula atau kalori yang tinggi di dalam makanan dan minuman manis berpotensi mengacaukan kadar gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi.

Beruntung, meskipun wortel juga memiliki rasa yang manis, tidak termasuk dalam pantangan bagi penderita diabetes. Sebagaimana sayur pada umumnya, wortel masih bisa dikonsumsi secara rutin oleh mereka.

Wortel juga termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan nutrisi. Selain itu, jika kita mengonsumsi wortel dengan ukuran sedang, hanya akan mendapatkan karbohidrat sebanyak 4 gram, jumlah yang cukup rendah dan aman bagi penderita diabetes.

Indeks glikemik wortel juga sangat rendah sehingga tidak akan memicu kenaikan kadar gula darah. Hal ini berarti, sering mengonsumsinya juga tidak akan memberikan dampak buruk bagi penderita diabetes.

Beberapa nutrisi sehat yang ada di dalam wortel

Wortel dikenal luas sebagai makanan yang baik bagi kesehatan mata. Padahal, dalam realitanya ada banyak sekali nutrisi sehat dari sayuran dengan warna oranye ini.

Berikut adalah berbagai nutrisi sehat tersebut.

  1. Memiliki kandungan vitamin A yang tinggi

Kandungan vitamin A di dalam wortel tak hanya akan membantu penglihatan tetap prima, namun juga bisa membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik. Fakta ini terungkap dalam penelitian yang menggunakan tikus percobaan.

Tikus-tikus yang kekurangan asupan vitamin A cenderung mengalami gangguan sel beta pankreas yang berimbas pada terganggunya sekresi insulin, hormon yang memetabolisme gula darah menjadi energi. Jika sampai sekresi insulin tidak lancar, kadar gula darah akan terus meningkat dan akhirnya memicu dampak buruk bagi penderita diabetes.

Rutin mengonsumsi wortel juga bisa mencegah kondisi hiperglikemia, salah satu komplikasi diabetes yang tidak bisa disepelekan.

  1. Memiliki kandungan vitamin B6 yang tinggi

Vitamin B6 memiliki peran besar dalam memperlancar proses metabolisme tubuh. Hal ini tentu akan berpengaruh dalam pengendalian kadar gula darah dan penurunan risiko terkena komplikasi diabetes dengan signifikan.

  1. Tinggi kandungan serat

Sebagaimana sayuran pada umumnya, wortel juga tinggi kandungan serat. Kandungan ini tak hanya akan membantu pencernaan berjalan dengan lancar, melainkan juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

Beberapa jenis sayuran yang sebaiknya dihindari penderita diabetes

Jika wortel termasuk aman dan bahkan direkomendasikan bagi penderita diabetes, pakar kesehatan justru menyarankan penderita penyakit ini untuk berhati-hati dalam mengonsumsi beberapa jenis sayuran berikut ini.

  1. Kentang

Meskipun tergolong sebagai sayuran, dalam realitanya kentang sebenarnya adalah makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi seperti nasi. Padahal, penderita diabetes harus membatasi asupan karbohidrat demi menjaga kadar gula darah, bukan?

Alih-alih makan kentang, penderita diabetes lebih direkomendasikan untuk makan gandum atau oatmeal yang tinggi serat dan bisa membantu mengendalikan kadar gula darah.

  1. Ubi jalar

Ubi jalar tinggi kandungan karbohidrat dan indeks glikemik. Mengonsumsinya bisa memicu kenaikan kadar gula darah. Karena alasan inilah sayuran ini sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh penderita diabetes.

  1. Kacang-kacangan

Beberapa jenis kacang-kacangan, khususnya yang diolah dengan garam, atau diberi tambahan tepung seperti kacang atom dan kacang telur memiliki kandungan tinggi kalori yang bisa membahayakan penderita diabetes.

  1. Jagung

Jagung yang sering dijadikan campuran sayuran lainnya tinggi kandungan kalori sehingga konsumsinya juga harus dibatasi oleh penderita diabetes.




Penyebab dan Cara Mengatasi Pilek Hidung Meler

Inkes - Pilek adalah infeksi virus yang umum pada saluran pernapasan bagian atas, yang ditandai oleh gejala seperti hidung tersumbat, hidung meler, bersin, tenggorokan sakit, dan batuk ringan. 


Meskipun pilek umumnya ringan dan sembuh dengan sendirinya, penting untuk memahami penyebabnya agar kita dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Berikut ini beberapa penyebab umum pilek dan mengapa hidung kita menjadi meler.

Penyebab Pilek Hidung Meler

  1. Virus:
    Pilek disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus. Virus ini menyebar melalui tetesan udara yang dihasilkan saat seseorang yang terinfeksi bersin atau batuk. Ketika virus masuk ke saluran pernapasan kita, mereka menyerang sel-sel di membran mukosa hidung dan sinus, menyebabkan peradangan. Ini menyebabkan produksi lebih banyak lendir atau ingus yang menyebabkan hidung kita menjadi meler.

  2. Peradangan Saluran Hidung:
    Infeksi virus menyebabkan peradangan pada saluran hidung dan sinus. Ini mengakibatkan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah di membran mukosa hidung. Peradangan ini mempengaruhi produksi lendir oleh sel-sel di dalam hidung, yang menyebabkan hidung kita menjadi meler.

  3. Respons Imun:
    Ketika virus masuk ke tubuh kita, sistem kekebalan tubuh kita merespons dengan mengirim sel-sel imun untuk melawan infeksi. Sel-sel imun ini melepaskan zat kimia yang disebut sitokin, yang bertindak sebagai mediator peradangan. Sitokin memicu produksi lendir tambahan untuk membantu mengusir virus dari saluran pernapasan. Inilah sebabnya mengapa hidung kita seringkali menjadi meler selama pilek.

  4. Kontak dengan Virus:
    Pilek juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus yang ada di permukaan yang terkontaminasi, seperti tangan atau benda-benda yang terkena virus. Jika kita menyentuh hidung atau mulut setelah menyentuh benda yang terkontaminasi, virus dapat masuk ke tubuh kita dan menyebabkan pilek.

  5. Penurunan Kekebalan Tubuh:
    Kondisi tertentu, seperti kelelahan, stres, kurang tidur, dan pola makan yang buruk, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. Ini membuat kita lebih rentan terhadap infeksi virus, termasuk pilek. Saat kekebalan tubuh menurun, virus lebih mudah menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan kita, yang dapat menyebabkan hidung kita meler.

Pilek disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus, yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas. Peradangan ini memicu produksi lendir tambahan dan menyebabkan hidung kita menjadi meler. 

Kontak dengan virus yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan pilek. Untuk mencegah pilek, penting untuk menjaga kebersihan pribadi, mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak dengan orang yang pilek, dan menjaga kekebalan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Pilek adalah infeksi virus yang umum pada saluran pernapasan bagian atas. Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan pilek sepenuhnya, ada beberapa metode tradisional yang dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Berikut ini beberapa cara menyembuhkan pilek secara tradisional yang telah digunakan selama berabad-abad.

Cara Mengatasi Pilek Hidung Meler Secara Tradisional

  1. Minum Banyak Cairan:
    Salah satu langkah penting dalam menyembuhkan pilek adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Minumlah banyak cairan seperti air putih, jus buah segar, sup hangat, dan teh herbal. Cairan membantu menjaga lendir tetap encer, memfasilitasi pengeluaran lendir yang berlebihan, dan membantu menghidrasi sel-sel tubuh.

  2. Konsumsi Madu dan Lemon:
    Kombinasi madu dan lemon telah lama digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk pilek. Madu memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu meredakan gejala tenggorokan yang sakit, sementara vitamin C dalam lemon membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Campurkan satu sendok makan madu segar dengan jus setengah lemon dalam segelas air hangat, dan minum secara teratur untuk meredakan gejala pilek.

  3. Teh Herbal:
    Beberapa jenis teh herbal memiliki sifat yang dapat membantu meredakan gejala pilek. Teh chamomile, teh peppermint, teh jahe, dan teh elderberry telah dikenal memiliki efek antiinflamasi dan menenangkan. Minum teh herbal hangat beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan, melegakan tenggorokan, dan mengurangi gejala pilek.

  4. Steam Inhalasi:
    Inhalasi uap hangat dapat membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan peradangan pada saluran pernapasan. Isi mangkuk besar dengan air panas, tambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti minyak peppermint atau minyak eucalyptus (opsional), dan tekuk kepala Anda di atas mangkuk, menutupi kepala dengan handuk untuk menangkap uap. Bernapaslah melalui hidung selama beberapa menit. Uap hangat akan membantu mengencerkan lendir, memfasilitasi pengeluarannya, dan memberikan rasa lega pada hidung dan tenggorokan.

  5. Istirahat yang Cukup:
    Istirahat yang cukup adalah bagian penting dari proses penyembuhan. Memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih adalah kunci dalam melawan infeksi virus. Cobalah untuk tidur yang cukup, hindari aktivitas yang melelahkan, dan berikan waktu bagi tubuh Anda untuk memperbaiki diri.

  6. Konsumsi Makanan Bergizi:
    Penting untuk memberikan dukungan nutrisi yang optimal untuk tubuh selama pilek. Konsumsi makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti buah-buahan, sayuran, sumber protein, dan makanan yang kaya serat. Nutrisi yang cukup akan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan.

  7. Garam Air Hangat untuk Berkumur:
    Berkumur dengan larutan garam air hangat dapat membantu mengurangi peradangan pada tenggorokan dan membersihkan lendir yang terperangkap. Campurkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, aduk rata, dan berkumurlah dengan larutan tersebut beberapa kali sehari. Ini dapat membantu meredakan gejala tenggorokan yang sakit dan mengurangi peradangan.

Meskipun tidak ada obat ajaib untuk menyembuhkan pilek, metode tradisional ini dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan. Penting untuk diingat bahwa setiap orang bereaksi secara berbeda, dan jika gejala pilek Anda berlanjut atau memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan. 

Selain itu, menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara teratur, dan menghindari kontak dengan orang yang pilek juga penting untuk mencegah penyebaran virus pilek.

Cuka Pempek Berbahaya bagi Kesehatan, Benarkah?



pempek-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/Kevinaria_J

MediNetiz – Salah satu makanan khas Indonesia yang digemari banyak orang adalah pempek. Makanan khas Sumatera Selatan ini memang sangat unik karena disiram dengan campuran antara cuka dan kecap. Ada sebagian orang yang menganggap cuka pempek kurang baik bagi kesehatan. Apakah hal ini memang benar?

Dampak makan cuka pempek

Pakar kesehatan menyebut cuka pempek memiliki sifat yang cenderung asam. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsinya terlalu sering, dikhawatirkan akan membuat gigi menjadi mudah rapuh.

Memang, asalkan gigi dirawat dengan baik, kekuatannya akan terjaga, namun jika kita juga cenderung malas menjaga kesehatan gigi dan sering mengonsumsi makanan dengan sifat asam seperti cuka pempek, dikhawatirkan akan membuat gigi mudah keropos.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang konsumsi cuka pempek tidak dilakukan dengan berlebihan. Selain itu, jika kita hobi makan pempek, tak ada salahnya untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan gigi ke dokter.

Dampak makan cuka bagi kesehatan

Cuka sebenarnya adalah asam asetat hasil dari fermentasi beberapa bahan. Selain dijadikan bahan makanan, cuka juga bisa dipakai di industri-industri lainnya. Asalkan dikonsumsi dengan porsi yang wajar, cuka sebenarnya bisa bermanfaat, namun jika dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, bisa jadi akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa dampak buruk tersebut.

  1. Bisa memicu iritasi pada lambung

Cuka memiliki sifat asam yang cukup tinggi. Hal ini berarti, semakin banyak kita makan cuka, semakin tinggi pula asam yang masuk ke dalam perut. Hal ini tentu akan membuat lambung lebih rentan terkena iritasi. Selain itu, sifat cuka juga cenderung panas sehingga kita pun akan lebih rentan mengalami kenaikan asam lambung atau iritasi dinding lambung dengan sensasi perih pada perut.

  1. Bisa memicu iritasi usus

Selain bisa membuat iritasi pada dinding lambung, cuka ternyata juga bisa menyebabkan dampak yang sama pada dinding usus. Apalagi usus cenderung lebih lunak dibandingkan dengan dinding lambung. Jika sampai hal ini terjadi, maka produksi enzim di dalam usus juga akan terganggu sehingga akhirnya mengganggu kinerja pencernaan secara keseluruhan.

  1. Membuat darah menjadi lebih asam

Apa yang kita konsumsi memang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini juga berlaku jika kita mengonsumsi cuka dengan berlebihan. Jika kita melakukannya, tingkat keasaman darah akan semakin meningkat dan akhirnya bisa mengganggu sirkulasi darah dan pengiriman nutrisi serta oksigen ke berbagai jaringan atau organ tubuh.

  1. Menurunkan kinerja jantung

Cuka yang bersifat asam juga bisa membuat pembuluh darah di jantung semakin menyempit sehingga akhirnya mengganggu kinerja jantung dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat organ ini tidak mampu memompa darah dengan maksimal.

  1. Bisa membuat mual dan muntah

Bagi sebagian orang, tingkat keasaman cuka yang tinggi bisa membuat perut mual dan sakit perut. Selain itu, peningkatan asam lambung juga bisa menyebabkan muntah-muntah dan tubuh lemas.

  1. Bisa memicu diare

Adanya iritasi pada lambung dan usus ternyata bisa mempengaruhi kinerja pencernaan secara keseluruhan. Jika kita berlebihan dalam makan cuka, hal ini bisa jadi akan memicu datangnya diare yang cukup merepotkan dan akhirnya membuat kita bolak-balik ke toilet.

Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi cuka, termasuk yang ada di dalam pempek agar tidak berlebihan.